
"Kamu jahat, Dev"kesal Zania yang masih memukul-mukul kecil pundak Devan saat ini.
"Aku tidak bermaksud begitu sayang, maaf ya"jawab Devan sambil mencoba menenangkan kekasihnya itu.
"Kamu bohongin aku. Kenapa kamu mempermainkan perasaanku, Dev. Aku benci hal kekanakan seperti ini"ucap Zania lagi sambil mendorong kesal Devan dan mencoba pergi tapi langsung ditahan oleh Devan.
"Maafin aku sayang, jangan marah. Aku gak bermaksud membohongi kamu"ucap Devan memohon yang ditatap kesal oleh Zania. Riri yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran pasangan itu pun mulai kesal sendiri.
"Tapi kamu sudah membohongiku, aku kesal Dev"teriak Zania lagi.
"Terus saja begitu. Lupain saja aku yang saat ini jadi obat nyamuknya kalian"celetuk Riri yang langsung menjadi pusat perhatian mereka. Riri hanya nyengir saja setelah direspon oleh kedua sahabatnya itu.
"Oke deh. Kalau gitu aku balik saja deh, dari pada jadi orang ketiga diantara kalian. Kalau begitu aku titip Nia ke kamu ya kak Dev"ucap Riri yang ditatap tak percaya oleh Zania karena Riri langsung masuk kedalam mobil dan pamit pergi.
"Ri!"kesal Zania yang malah ditatap jahil oleh Riri.
"Kenapa Ni?. Bukanya masih manja-manjaan sama Devan"ledek Riri sambil nyengir, sedangkan Devan menahan senyumnya itu dan Zania dengan muka cemberutnya.
"Aku pulang duluan ya Ni. Soalnya Steven kecil nungguin aku nih. Masa iya aku nungguin kalian selesai bertekar manja, gak bakalan kelar dong"ucap Riri tersenyum jahil yang berpamitan dan Zania hanya terdiam sambil menganggukkan kepala saja, walaupun dia tahu sahabatnya itu hanya membuat alasan saja.
"Ya sudah kamu pulang saja RI, biar Nia bersamaku"jawab Devan dan langsung mendapatkan tatapan menohok dari Zania dan Riri pun langsung pamit.
"Kalau gitu aku duluan ya, bye..."jawab Riri yang langsung masuk kedalam mobil sambil berpamitan.
Didalam mobil Riri menahan senyumnya melihat dari luar kaca sahabatnya itu merasa sangat kesal.
"Selesaikan masalah kalian gaes"ucap Riri yang langsung menancap gas mobilnya itu dan tidak lupa menekan klakson.
Sekarang tinggalah Zania dan Devan. Devan pun mengajak Zania untuk masuk kedalam mobilnya, tapi Zania malah merebut kunci mobil itu dan beralih dia yang akan mengemudi.
__ADS_1
"Aku yang nyetir. Kenapa?"kesal Zania.
"Sayang"keluh Devan ke Zania yang malah menatap Devan sengit.
"Kamu baru sadar dari koma kamu. Terus berani-beraninya kamu bawa mobil begini. Perempuan itu gak melarang apa?. Katanya cinta"kesal Zania yang langsung membuka pintu tempat mengemudi.
Devan pun langsung berjalan kearah Zania dan menahan Zania supaya dia yang menyetir bukan Zania.
"Aku baik-baik saja. Kamu lihat kan?. Aku sehat dan gak ada yang salah dengan pergerakan dibadanku. dan apa maksudmu dengan perempuan itu?"ucap Devan mencoba meyakinkan Zania. Tapi Zania malah membuat sesuatu yang tidak terduga itu terjadi. Zania menjegal kaki Devan dan membuat Devan terjatuh.
"Pura-pura gak ingat, oke!. Aku serius mau nyetir!"ucap Zania yang langsung masuk kedalam mobil dan menunggu Devan masuk ke kursi penumpang disampingnya. Zania mengabaikan Devan karena mengelak akan perempuan yang bernama Angel itu.
Devan pun langsung masuk kedalam dengan helaan napas berat dan menatap Zania khawatir.
"Kamu sudah lama gak mengemudi sayang, biarkan aku saja ya"ucap Devan lagi mencoba meluluhkan Zania.
"Jangan mengalihkan pembicaraan. Kamu lihat tadi bukan?. Aku tadi yang bawa mobil Riri!"jawab Zania yang langsung menghidupkan mobil itu dan mengegasnya pelan hingga mobil itu berjalan.
"Dan kamu harus menjelaskan semua ini setelah kita sampai di rumah sakit"kesal Zania yang kembali fokus dengan kemudinya.
"Jadi kamu gak marah lagi denganku kan sayang?"tanya Devan yang malah mendapatkan tatapan tajam dari Zania.
***
#Disisi Angel saat ini
Angle menatap sendu brangkar pasien yang telah kosong itu. Karena pemiliknya telah pergi begitu saja dan tidak bisa dicegahnya. Hingga seseorang datang keruang dimana Angle berada saat ini.
"Loh, Devan kemana sayang?"tanya Maria yang baru saja datang.
__ADS_1
Angel yang semula terdiam pun langsung berlari dan memeluk Maria sambil menangis. Angel tidak menyangka, jika laki-laki yang sangat dia cintai bertindak seperti itu kepadanya.
"Kak Dev, ma. Kak Dev, pergi ninggalin Angel demi wanita itu"ucap Angel menangis sendu sambil memeluk erat Maria. Maria pun mencoba menenangkan Angel saat ini.
"Tenanglah sayang, kamu mencintai Devan kan?"ucap Maria sambil mengelus lembut rambut Angel yang saat ini ada dalam pelukannya. Angel pun menganggukan kepalanya itu.
"Jika Angel mencintai Devan, seharusnya..."ucap Maria terpotong dikala Bastian datang disana.
"Apa yang kamu lakukan Maria!?. Angel keluar dulu ya sayang, paman ingin berbicara dengan tantemu"ucap Bastian yang langsung dituruti oleh Angel yang langsung keluar dari sana. Tinggalah Bastian dan Maria yang ada didalam ruangan itu.
Maria menghela napasnya kasar, dikala suaminya mengeluarkan aura yang berbeda.
"Kamu mau marah sama aku. Ya sudah marah saja!"kesal Maria menggerutu kesal karena suaminya itu.
"Kenapa kamu mau berkata hal seperti itu ke Angel sayang?. Kamu mau membuat Ayah marah sama kita?"ucap Bastian yang sudah duduk disamping isterinya.
"Tapi Devan berhak bahagia atas pilihannya sendiri, Bast. dan kita juga sudah menyetujui pilihan Devan saat itu, tapi tiba-tiba ayah kamu mengatakan tentang perjodohan yang dia buat dengan sahabatnya. Bast...!"kesal Maria yang malah di cuekin suminya itu.
Bastian langsung menatap isterinya itu. Dia bingung harus bagaimana, dikarenakan dia tidak bisa melawan ayahnya itu dan jika dipikirkan kembali, keluarga mereka sebenarnya telah menjalin hubungan baik dengan keluarga Pratnojoe.
Apalagi dengan langsung Beno ayah dari Zania mendatangi mereka untuk menanyakan keseriusan akan hubungan anak mereka.
"Kamu tahu kan. Beno dan isterinya sudah memberikan peringatan kepada kita. Kamu ingin membuat hidup anak kita hancur karena ego ayah. Pernikahan bukan permainan Bast, please berbicaralah dengan ayah"bujuk Maria ke suaminya itu.
"Saat aku mengatakan hal menyakitkan untuk Zania dan memintanya berpisah dari Devan, aku merasa gagal menjadi seorang ibu Bast..., aku gak mau dicap oleh Devan sebagai orang tua yang tidak mendukung anaknya sendiri. Zania juga adalah wanita baik-baik"ucap Maria lagi yang hanya dibalas diam oleh Bastian yang sedang berfikir itu.
"Beno dan Dewi pun datang langsung ke kita dan menanyakan hal itu dengan baik-baik pula. Padahal yang kita lakukan ke anaknya sangat menyakitkan, secara sepihak kita membiarkan Angel berada disisi Devan saat kritis waktu itu, sedangkan Zania kita abaikan begitu saja, padahal"ucap Maria yang terpotong dikala dia melihat Zania dan Devan masuk dan Angel dengan ekspresi wajah sedihnya melihat Devan dan Zania yang bergandengan itu.
#Next on
__ADS_1
(Untuk Season 2, author akhiri ya. Tunggu kelanjutannya di season 3 gaes)