Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
Kejadian Yang Tidak Terduga II


__ADS_3

Suara itu bergema. Suara panggilan yang membuat seorang wanita yang sedang duduk bersantai menunggu laki-laki yang ditunggu itu pun menoleh. Seseorang yang memanggil itu pun berlari kecil kearah wanita itu dan setelahnya memeluk, pertanda rindu.


Wanita itu membalas pelukan itu sambil mengelus bagian kepala belakang orang yang berlari kearahnya tadi.


"Kamu sudah datang, sayang"ucap wanita itu dan tiba-tiba...


"Mimpi?"ucap Zania yang terbangun dari tidurnya.


Zania menutup matanya untuk mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul itu dan mengingat mimpi yang tadi singgah dialam tidurnya.


"Mimpi apaan sih, dasar bunga tidur"ucap Zania lagi sambil melihat jam yang ada di ponselnya. Ternyata masih pukul 3 pagi.


"Akhir-akhir ini, kenapa jadi sering mimpi gitu sih. Harus banyak doa deh"ucap Zania menghela napas kasar.


Zania pun turun dari ranjangnya dan bermaksud keluar dari kamar untuk mengambil minum didapur. Tapi semua itu gagal karena ada seseorang yang menelponnya pagi-pagi buta begini.


Zania pun meraih ponselnya itu dan melihat nomer Devan memanggil dilayar ponselnya saat ini. Zania hanya menahan senyumnya melihat tingkah kekasihnya ini.


Zania pun menjawab panggilan itu dan akhirnya terhubung. Sebenarnya Zania ingin memarihi kekasihnya itu yang belum tidur dijam seperti ini. Tapi apa yang didengarnya membuatnya berdiri kaku ditempat.


"Hallo, ini dengan handphone milik dr. Devan. Dokter Devan mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit. Keadaanya kritis Bu, karena belum sadarkan diri. Karena nomer ibu yang terakhir dihubungkan sama dokter Devan maka saya menghubungi nomer ibu"ucap seorang laki-laki disebrang sana.


Zania yang mendengar hal itu pun gemeteran dan menggigit bibirnya sendiri karena cemas hingga seseorang yang menelphone itu pun memanggil-manggilnya.


"Ibu...ibu masih ada disanakan?"tanyanya lagi yang langsung dijawab oleh Zania.


"Di rumah sakit mana, saya akan kesana"tanya Zania dan dijawab oleh laki-laki itu.


Tanpa pikir panjang dan masih dalam keadaan berantakan bangun tidur itu, Zania hanya mengambil jaketnya dan turun kearah bagasi mobil dan mengambil kunci mobil miliknya yang sebenarnya dia tidak dibolehkan untuk berkendara lagi. Tapi itu tidak dia pikirkan.


Karena yang ada dipikirannya sekarang adalah keadaan dari Devan, kekasihnya yang baru beberapa bulan lalu mereka kembali bersama meski banyak problema.


"Kamu pasti baik-baik saja Dev, kamu harus baik-baik saja"ucap Zania gemeteran sambil mengeluarkan mobil dari bagasi. dan suara seorang laki-laki mengagetkan Zania yang akan mengeluarkan mobilnya itu, hingga dia berhenti.


"Mau kemana kamu, Nia!"bentak Revan yang memang belum tidur dan ketika akan ke dapur untuk membuat kopi, dia melihat adiknya turun dari kamar dan keluar dengan keadaan berantakan menuju ke bagasi.


Zania langsung keluar dari mobilnya dan berdiri disamping pintu mobil yang terbuka itu sambil menatap kakaknya itu.


"Dev kak, Dev... Dev kecelakaan kak"ucap Zania menangis tersedu, membuat Revan langsung menghampiri adiknya itu untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Tenanglah Ni, ceritakan dengan tanang"ucap Revan menenangkan Zania yang menangis dalam pelukan Revan.


***


Setelah menceritakan semuanya ke Revan. Zania dan Revan pun langsung menuju ketempat Devan dirawat dengan Revan yang menyetir. Hingga sampailah mereka di rumah sakit tempat Devan dirawat dan sudah ada orang tua Devan disana.


Zania pun langsung berlari menuju keruangan Devan dan terkejutnya Zania ketika seorang perempuan yang ada disamping Devan dan terduduk disana menemani Devan yang sedang terbaring tidak berdaya.


"Bagaiman keadaan Devan om, Tante?"tanya Revan ke Bastian ayah dari Devan dan Maria, ibu dari Devan.


"Dia belum tersadar sejak kecelakaan tadi Van. Om saja tahu ini gara-gara perawat disini menelpon"jawab Bastian yang kemudian menatap kearah Zania yang melihat Devan ditemani oleh seorang gadis.


"Bagaimana bisa terjadi kecelakaan seperti ini om?"tanya Revan lagi yang tidak memperhatikan Zania yang menatap sendu Devan saat ini.


Maria yang melihat Zania seperti itu pun langsung menghampirinya.


"Nia bisa ikut Tante"ucap Maria ke Zania yang menoleh canggung kearah Maria dan langsung mengikutinya keluar sedangkan Revan sedang mengobrol dengan Bastian.


***


Zania dan Maria pun duduk diluar ruangan. Maria merasa tidak enak akan ini semua. Karena apa yang akan dia ucapkan adalah sesuatu yang dapat melukai hati wanita yang ada disampingnya saat ini.


"Nia maafin Tante ya sayang"ucap Maria lagi dan hal itu membuat Zania terdiam kaku disana.


"Kenapa Tante minta maaf sama Nia. Tante gak ada salah apa pun sama Nia."ucap Zania yang berusaha mengalihkan pembicaraan itu dan mencoba berfikir positif.


"Devan mengalami kecelakaan seperti ini karena kami sayang"ucap Maria yang lantas membuat Zania menatap terkejut kearah Maria yang menunduk lesu.


"Om sama Tante juga terkejut akan perjodohan ini nak. Karena kakek Devanlah yang sudah membuat perjodohan ini dengan sahabatnya dulu. Om dan Tante hanya mengikuti keinginan dari kakeknya Devan. Devan menolak hal itu dan Tante tidak tahu jika dia akan mengalami hal seperti ini"ucap Maria menutup wajahnya dengan kedua tangannya itu.


Zania terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi, hingga Revan keluar dari ruangan Devan dengan wajah yang memerah. Langsung dengan kasar dia menarik Zania dari duduknya.


"Kita pulang sekarang!"ucap Revan dengan tatapan memerah tajam dan Zania tahu jika Revan sedang sangat marah disana.


"Kak"melas Zania yang tetap ditarik paksa oleh Revan.


"Aku ingin bertemu dengan Devan dulu kak, please"ucap Zania dan Revan hanya bisa menghela napas kasar.


Zania pun langsung masuk kedalam ruangan Devan dirawat dan ada Bastian dan gadis yang menemani Devan disana. Bastian yang melihat Zania pun langsung keluar dan tinggalah Zania dan gadis itu bersama dengan Devan yang terbaring tak sadarkan diri itu.

__ADS_1


"Dev"panggil Zania yang sudah mendekat kearah Devan, hingga membuat gadis itu menatap Zania dengan banyak tanya.


"Sadarlah...Aku ingin kamu menjelaskan semua ini kepadaku. Bangun Dev, bangun"ucap Zania menggoncang kan tubuh Devan, hingga membuat gadis yang ada disamping Devan menarik kasar tangan Zania.


"Kamu gila ya. Dan kamu ini siapa?"ucap gadis itu yang ternyata bernama Angelina Anatasya.


Zania mengabaikan Angelina dan masih tetap menatap sedih kekasihnya yang terbaring tak sadarkan diri itu.


"Jelaskan ini semua denganku Dev, please sadarlah"ucap Zania lagi yang merosot kan tubuhnya itu kelantai sambil memegang tangan Devan yang belum sadar sampai saat ini.


"Lepasin!. Berani-beraninya kamu menyentuh tunanganku!"ucap Angelina kasar yang langsung ditatap Zania sendu.


"Tunangan?. Sejak kapan?. Aku kekasih dan tunangan Devan!"ucap Zania bangkit dan berdiri. Dia tidak akan lemah seperti dulu. Dia tidak akan mengalah dan melepaskan laki-laki yang dia cintai. Dia harus tahu dan menunggu penjelasan dari Devan. Bukan dari orang lain.


Tapi sayang, Revan lebih dulu menarik Zania sebelum Angelina menjawab dan membawa Zania keluar dengan paksa dari tempat itu.


"Kakak ini, apa-apaan sih hah!"kesal Zania yang malah ditampar oleh Revan yang membuat Zania sangatlah terkejut.


"Biarkan Devan bersama perempuan itu"ucap Revan dengan menatap Zania tajam. Dan Zania belum pernah melihat wajah Revan yang seperti ini kepadanya.


.


.


.


.


.


Next On


Sebenarnya apa yang terjadi sih gaes?.


Sampai-sampai Revan semarah itu,...


Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Devan ya, dan kenapa muncul karakter baru?🤭


Ditunggu kelanjutannya Kamis ya gaes...

__ADS_1


See you tomorrow


__ADS_2