
#Flashback on
Zania Pov'
Kenapa dia memberitahukan hal ini semuanya padaku?. Dia mau bilang kalau dia adalah orang baik yang membantu orang kesusahan dengan cara jahat. Laki-laki gila, aku gak akan percaya semudah itu bodoh!!!.
Setelah berkutat dengan segala pemikiran yang mengganjal ini. Aku pun pergi dari tempat isterahatku tadi. Aku gak tahu arah pulangku, karena laki-laki gila itu berhenti ditrotoar jalan sepi ini. Aku sangat membenci hal ini sekarang.
Aku terus berjalan hingga menemukan jalan yang cukup ramai dan...
"Wow anak dari perusahan Pratnojoe kan?. Mainan dari Marcell yang sudah mengetahui segela hal. oh .. not all. Marcell hasn't given it all up yet "ucap seorang perempuan dan beberapa teman yang ada disisinya menghentikan langkahku.
Aku pun menoleh dan menatap ketiga perempuan itu yang menyeringai dihadapaku. Siapa mereka?. Apa mereka satu sekolahan denganku?. dan apa mereka senior di sekolahku?. Oh damn...isi kepalaku banyak sekali beribu pertanyaan sekarang.
"Gak perlu memikirkan hal yang tidak bisa kamu jangkau. dan jangan pernah berharap Marcell menyukaimu dengan memberikan segala informasinya pada dirimu. Kamu hanya boneka untuknya, sebuah mainan yang jika bosan langsung dibuang"ucap salah satu dari perempuan itu yang mendekat kearahku dengan tatapan tidak suka.
"Maksudmu?"tanyaku yang bingung dengan arah pembicaraan perempuan ini yang semakin mendekat.
"Maksudku?!."ucapnya tertawa dan membuatku semakin bingung ketika melihat dua temannya yang ikut tertawa juga.
Sekilas ketika aku menoleh kearah lain, aku melihat Marcell dengan motornya berhenti dipinggir jalan dan ada beberapa teman darinya yang aku ketahui, mereka adalah Jaxton dan Andre. Mereka melihat kearahku yang sedang berhadapan dengan ketiga perempuan in.
Yang menjadi pertanyaanku, kenapa Marcell ada disana?. Sedangkan yang aku ingat, aku meninggalkannya dijalan dan pergi duluan dan tidak melihat ada motor yang lewat saat aku jalan?. Terus kenapa ada kedua temannya disana?. Laki-laki itu sangat menyebalkan?.
Perempuan itu langsung mendekat kearahku hingga jarak kami hanya beberapa centi dan dia menunjuk-nunjuk mukaku hingga jarinya mengetuk-ngetuk dahiku dan membuatku mundur kebelakang. Perempuan ini membuat kesabaranku menghilang.
"Jangan terlalu bangga kamu. Marcell tidak akan menyukai perempuan sepertimu. Jadi jauhi Marcell sebelum aku membuatmu menyesal telah mendekat"ucapnya. Gila nih perempuan, mana ada Marcell menyukaiku, melainkan dia menyusahkan hidupku dengan menganggu dan membullyku.
"Anda sakit. Bagiamana Marcell bisa menyukai saya. Sedangkan dia selalu menyusahkan hidup saya"kesalku yang tidak mau kalah dengan cara dia yang sok berani mengintimidasi seseorang. Aku juga bisa melakukan hal seperti itu.
"Menyusahkan hidupmu?. Dasar jala** tidak tahu berterima kasih"ucap perempuan itu yang tiba-tiba tatapannya mendingin dan tajam langsung menamparku keras.
Zania Pov' end
__ADS_1
***
"You will let him get slapped all over by Tiara "ucap Andre ke Marcell yang hanya tersenyum sinis kearah dua perempuan yang sedang berdebat itu.
Sedangkan Jaxton menatap tajam Zania dan Tiara. Tiara adalah perempuan yang menampar Zania.
"Dia memang perempuan tidak tahu terima kasih, jadi biarkan saja Tiara bertindak sesukanya. Bukankah ini tontonan menyenangkan, Marcell"ucap Jaxton dan membuat Andre melotot terkejut kearah Jaxton dan Marcell hanya diam dan bermain dengan handphonenya.
Disisi Zania...
"Sangat menyenangkan ya. Ternyata Marcell tidak salah memilih mainannya. Mainan yang keras kepala sepertimu itu adalah sesuatu yang menyenangkan"ucap Tiara dan kedua temannya memegangi kedua tangan Zania. Tiara pun memukul wajah Zania lagi. Dia sangat membenci Zania karena berani menghina Marcell dan berani-beraninya merebut perhatian Marcell darinya.
"Kamu, kalau gak ada kamu. Marcell gak akan memperhatikan hingga melupakan keberadaanku. Dasar perempuan jala** menjengkelkan"ucap Tiara yang akan menampar wajah Zania lagi, tapi sebuah tangan mencelanya erat dan tatapan tajam tak kalah mengerikan yang menatap Tiara dan kedua temannya itu. Hingga mereka melepaskan Zania yang sudah babak belur itu.
"Pergi dari sini, sebelum saya membuat kalian menyesal!"peringat seseorang itu yang ternyata adalah Marcell dan kedua temannya yaitu Andre dan Jaxton yang ada disisi belakangnya.
"Tapi Marcell, perempuan ini perlu dikasih pelajaran"ucap Tiara membela dan tatapan Marcell semakin menajam dan membuat Tiara takut dan menunduk.
"Baiklah kita pergi"ucap Tiara mengajak kedua temannya itu. Tiara menatap sinis Zania yang wajahnya telah dibuat memerah olehnya.
"Kita pulang duluan"ucap Jaxton menatap Zania yang hanya berdiri terdiam disana. Tidak ada tatapan tajam lagi diwajah Jaxton untuk Zania. Jaxton pun langsung mengajak Andre pergi tanpa menunggu jawaban dari Marcell yang hanya diam dingin menatap Zania yang tidak bersuara setelah Tiara dkk pergi.
Hingga beberapa menit setelah Jaxton dan Andre pergi, Zania dan Marcell masih tetap berada disana dengan segala kebisuan yang ada.
Marcell pun langsung meraih tangan Zania namun dielak oleh Zania yang menatap sinis Marcell.
"Kamu tahu apa yang aku pikirkan sampai saat ini. Kalian semua terlalu menganggap remeh seseorang. Selamat tinggal, mungkin kita tidak akan bertemu untuk sangat lama"ucap Zania yang langsung meninggalkan Marcell yang mengepal tangannya kesal.
Hingga setelah kejadian itu Marcell tidak menemukan Zania disekolahan. Dia pun meminta Andre untuk melacak keberadaan Zania, tapi Andre juga tidak menemukannya.
"Dia!?. Perempuan itu!?"kesal Marcell membanting barang-barang dimarkasnya dan membuat Andre maupun Jaxton terkejut akan hal itu.
"Benerkan apa yang aku bilang Jax, si Marcell mulai jatuh cinta"ucap Andre melihat Marcell menghancurkan barang-barang yang ada diruangan itu. Jaxton menatap Marcell dan menghela napasnya kasar.
__ADS_1
"Dia pergi. Kemana perempuan itu pergi dan secepat itu pula"ucap Jaxton dengan segala pemikirannya saat ini.
"Iya bener itu. Anak dari Pratnojoe companny sepertinya punya alat untuk menghilang deh. Gila saja orang-orangku gak bisa menemukannya"ucap Andre dengan semangat.
Marcell Pov'
"Aku akan menemukanmu dan membuatmu berada di sisiku. Aku pastikan itu. Kamu akan memohon padaku Zania. Karena kamu hanya mainanku dan aku belum ingin membuang mainan sepertimu. Berani-beraninya kamu menghilang."ucapku dalam hati, aku sungguh kesal saat ini. Bagaimana bisa dia pergi setelah aku memberitahukan beberapa hal padanya. Ternyata ucapnnya tidaklah main-main.
Tapi kenapa aku begitu menyesal membiarkannya dihakimi oleh Tiara dkk. dan aku sangat ingin menemuinya saat ini. Aku tidak tahu dengan sikapku saat ini. Kenapa aku merasakan ada gejolak yang aneh didada saat mengetahui dia tidak ada disekolah dan kelas.
*Apakah mencintai adalah sebuah kesalahan yang harus diperbaiki. Mencintai jika menyakitkan apakah itu harus diteruskan. Yakinkan aku dengan segela perasaan ini
Marcell Pov' end
#Flashback off
***
.
.
.
.
.
hai gaes sorry baru upload, Kamarin author lembur kerjanya. Ada kendala di kerjaan author di dunia nyataðŸ¤. Baru bisa pulang jam 8 malam, capek banget. Jadi lupa mau up nih chapter. Sorry banget, sampai dapat pemberitahuan loh author gara-gara telat upðŸ¤
Dua hari ini author harus kerja kalong gaes ngejar libur tahun baruðŸ¤, jadi ngelembur sampai jadwal up gak terjadwal gini, sorry sorry banget loh ya.
author juga gak janji besok bakal up sesuai jadwal ya, kalau besok gak up, berarti lusa bakalan up Doble deh, atau kalian mau request berapa?. Sok bener author ya😅.
__ADS_1
Sayang deh sama kalian yang setia menunggu💛💛💛
Ditunggu saja ya, masih ditata sama si H_zee31, soalnya chapter masih acak-acakan.