
#Devan Pov'
"Rifky menemukan Nia. Kenapa malah kamu diam ditempat begini"ucap Riri.
Perkataan dari Riri selalu teringat olehku. Tapi, aku tidak akan menemuinya saat ini. Itu yang selalu ku ucapkan ketika orang kepercayaan ku menemukan keberadaannya. Pasti ada alasan baginya melakukan hal itu. Aku tidak ingin bertindak gegabah karena sikapku ini. Aku akan mengikuti keinginannya saat ini.
Tapi ketika aku mengetahui jika Jesicca bersamanya ada rasa khawatir bersamaan. Aku masih belum mempercayai Jesicca walaupun dia sepertinya berubah. Aku mengkhawatirkan keamanan dari wanita yang aku cintai itu. Apalagi dia bersama seorang pengusaha ternama di Swedia yang baru aku ketahui jika dia adalah kakak angkat dari Jesicca.
Aku tidak ingin bertindak ceroboh lagi saat ini, seperti yang dilakukan oleh Rifky. Aku pun meminta seseorang untuk mengawasi keadaan Zania disana. Dan laporan yang aku terima bisa menenangkan hatiku saat ini. Mereka tidak melakukan hal yang menyakitkan padanya. Dan dia tinggal disana dengan layak. Hanya saja, saat ini orang suruhanku memberikan pesan padaku jika dia tidak berada di mansion itu.
"Nia berada dimana!?"tanyaku melalui sambungan telphon yang terhubung dengan seseorang yang berada di Swedia.
"Nona Zania sedang bersama tuan Marcell, tuan. Mereka sedang berada di pantai saat ini dan mereka tidak kembali ke rumah dan menginap di penginapan disekitar pantai" ucap orang suruhanku itu.
Aku pun tanpa sadar meremas botol minuman yang sedari tadi ada digenggamku saat ini, karena saat ini aku sedang isterahat setelah olah raga lari pagi yang selalu aku lakukan setiap sebelum kembali ke rumah sakit untuk bekerja.
"Tetap awasi mereka. Jaga Zania dari laki-laki itu, paham. Dan laporkan semua kegiatan mereka" ucapku yang langsung menutup sambungan telphon itu dan orang suruhanku itu pun mengirimkan beberapa foto yang dia ambil akan aktivitas dari Zania melalui email.
Aku pun mengeceknya, betapa terkejutnya aku akan apa yang aku lihat saat ini.
#Devan Pov' end
Sedangkan disisi Rifky berada...
Rifky yang baru saja terbangun dari tidurnya tiba-tiba mendapatkan notifikasi dari orang kepercayaannya yang mengirimnya beberapa foto yang membuatnya menggeram kesal.
"Berani-beraninya kamu membuatku kesal Marcell!!!"ucap Rifky yang rahang kokohnya itu mengeras karena menahan amarahnya itu.
"Siapkan jet sekarang, saya tunggu 15 menitdari sekarang" ucap Rifky melalui sambung telphon yang terhubung itu.
***
__ADS_1
Zania yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa kesal dengan Marcell saat ini, karena dengan enaknya si Marcell tidur dengan damai di ranjang sedangkan Zania masih berdiri menatap Marcell yang sudah terlelap dengan mimpinya itu.
"Laki-laki gila, menyebalkan, gak ada pri kewanitaan, gak peka"kesal Zania yang langsung mengambil bantal yang berada disamping Marcell dan langsung menuju kearah sofa.
"Dia itu bukan laki-laki. Mana ada laki-laki gak mengalah dengan seorang wanita"kesal Zania yang sudah berbaring di sofa yang untung saja mampu menampung tubuhnya itu.
"Gampang banget dia langsung tidur nyenyak seperti itu, kayak gak punya dosa, menyebalkan"gerutu Zania lagi. Sampai semalaman hingga dia tertidur dia mengutuk dan bersumpah serapah akan sikap Marcell padanya.
Sedangkan Marcell yang sebenarnya sedari tadi pura-pura tidur menahan dirinya untuk tidak membalas perkataan pedas dari wanita yang bersamaannya saat ini.
Marcell pun membuka matanya dan melihat Zania yang telah tertidur disana. Marcell pun menghampiri Zania yang telah terlelap itu.
Marcell memandangi Zania sejenak dengan posisi duduk untuk menyetarakan tingginya dengan Zania saat ini.
"Wanita bodoh, kenapa malah tidur disini. Dan mulutmu ini, apakah tidak ada kata-kata manis disana untukku"ucap Marcell yang menatap lembut kearah Zania yang sedang tertidur pulas itu. Tanpa sadar tangannya sudah membenarkan rambut Zania yang menutupi wajah itu dan menyelipkan di telinga.
"Kamu itu mamang berbeda, sejak dulu kamu memang sangat berbeda dengan perempuan lainnya. Dan aku menyukai hal itu. Aku tidak tahu kenapa aku bersikap seperti itu padamu, tapi dengan cara itu aku bisa berada di dekatmu seperti ini"ucap Marcell yang merasa aneh dengan apa yang baru saja dia ucapkan sendiri.
"Am I allowed to have you?, after what I've been doing to you all this time. Apakah ada kesempatan untukku?"ucap Marcell yang tanpa sadar berkata seperti itu dengan tangan yang masih berada di pipi Zania. Dan baru kali ini Marcell menatap Zania dengan lembutnya tanpa tatapan dingin atau menyebalkan yang biasa Zania lihat di diri Marcell.
"Dia yang memintaku untuk berlibur, tapi dia malah memintaku untuk pulang cepat"ucap Marcell menatap handphonenya sambil tersenyum karena mengingat tingkah adiknya itu.
Pagi hari...
Zania terbangun dari tidur nyenyaknya itu. Ketika dia membuka matanya perlahan betapa terkejutnya dia ketika dia berada di kasur sedangkan seingatnya semalam dia tertidur disofa sambil memberikan sumpah serapah ke laki-laki yang membuatnya kesal saat itu.
Mata Zania pun menelusuri setiap sudut kamar itu untuk mencari keberadaan laki-laki yang membuat tensi nya selalu naik. Tapi laki-laki itu tidak ada disana. Zania pun turun dari kasur itu dan melihat keadaan pakainya yang masih lengkap.
"Astaga aku mikirin apaan sih"ucap Zania pelan yang langsung mengetuk ke arah pintu kamar mandi karena dia takut laki-laki itu sedang berada dikamar mandi, namun tidak ada jawaban maupun suara air atau yang lainnya disana. Zania pun dengan berani masuk kekamar mandi itu dan benar tidak ada laki-laki itu disana.
Setelah selesai mandi, Zania pun keluar dengan kimono mandinya karena bajunya yang sudah bau gak bisa dipakai lagi. Dengan ceroboh dan bodohnya karena tidak mengingat jika dia disana bersama seorang laki-laki yang membuatnya kesal. Dia terkejut karena laki-laki yang dicarinya sedari tadi sekarang berada dihadapannya dengan paper bag yang berada ditangannya.
__ADS_1
"Kamu berusaha menggoda saya"ucap Marcell dengan seringai liciknya yang membuat Zania merasa kesal setelah melihat hal itu.
"Siapa yang menggodamu, don't be too confident yourself"ucap Zania yang sebenarnya merasa canggung akan situasi saat ini.
Marcell pun bangkit dari duduknya dan langsung mendekat kearah Zania.
"Terus maksud kamu keluar dari sana dengan keadaan yang seperti ini, itu apa"ucap Marcell tepat ditelingga Zania. Sungguh menyenangkan menggoda Zania saat ini.
Zania pun langsung mendorong Marcell untuk menjauh darinya dan hal itu malah membuat Marcell tersenyum mengejek.
"Pakai ini, saya gak mau malu keluar denganmu dengan keadaan yang seperti ini atau kamu ingin menggoda setiap laki-laki diluar sana"ucap Marcell melempar paper bag yang dia pegang sedari tadi kearah Zania.
"Apa katamu!!"kesal Zania.
"Aku tunggu diluar, 5 menit harus selesai. Kalau tidak.."ucap Marcell mengalihkan pembicaraan yang langsung dipotong oleh Zania.
"Gak usah ngancam, kalau mau tinggal, tinggal saja. Gak perlu peduli"kesal Zania yang langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Marcell yang terkejut akan pintu yang tertutup keras itu.
"Menyenangkan"ucap Marcell yang tersenyum dengan sikap Zania yang seperti itu, lalu dia keluar dari kamar itu dan menunggu Zania dibawah.
.
.
.
.
.
Next on ya gaes...
__ADS_1
Selamat menunggu, menunggu itu mudahkan?ðŸ¤
Tunggu Selasa ya..