Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
S3_Part 1


__ADS_3

#Sebulan kemudian...


Kamu bagaikan angin yang tidak bisa ku sentuh, tapi aku bisa merasakan kehadiranmu disini setiap waktu...


#Zania Pov'


Hari ini adalah hari dimana aku meyaksikan dia menyematkan cincin dijari manis perempuan itu. Apa itu akhir dari diriku dan dia?.


Mata kami saling bertemu setelah dia menyematkan cincin itu. Sebuah tatapan yang memiliki beribu banyak arti yang hanya kami saja yang tahu. Aku pun mengalihkan pandangan mataku ini kearah lain dan sorot mata lainnya yang menatapku teduh. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku saat ini dari sorot mata itu. Dia pun melangkah ke arahku dan aku pun menunduk tanpa berani menatapnya.


"I am here, you are not alone"ucapnya yang langsung menggenggam tanganku erat dan membuatku menatap kearahnya.


Aku tidak tahu kenapa tidak bisa menyembunyikan perasaan ini darinya. Tapi dia memberikan sebuah power yang membuatku berani menatap mereka semua diacara ini. Hingga mata ini bertemu kembali dengan dia, yang telah mematahkan hati ini.


Sorot matanya menajam dan mengarah ke tanganku yang digenggam saat ini, meski dirinya juga ada sebuah tangan posesif menggandengnya saat ini.


"Aku ada sebuah kejutan untukmu, apakah kamu mau, Nia"ucap laki-laki yang saat ini menggandengku yang tidak lain adalah Marcell.


"Apa?"jawabku yang langsung menatapnya kembali. Aku tahu dia mencoba mengalihkan ku dari tatap laki-laki disebrang sana yang tidak lain adalah Devan dan Angel. Benar!...ini hari pertunangan mereka.


"Kamu tunggu disini"ucap Marcell dan yang membuatku terkejut ketika dia mencium punggung tanganku sambil tersenyum jahil meninggalkanku dan menuju kearah panggung tempat para musisi memainkan musiknya.


"ehm...tes...tes... Perkenakan saya Marcell Aarav, mohon maaf saya mengambil alih microfone ini sebentar dan sebelumnya saya ucapkan selamat atas pertunangan dari dr. Devan dan nona Angel. Saya berharap semoga perjalanan menuju kepelaminan kalian nanti berjalan lancar, amin. Disini saya ingin menyanyikan sebuah lagu untuk seorang wanita yang sangat mengganggu pikiran saya selama ini. Mungkin dengan lagu ini saya bisa mencurahkan isi hati dan dia bisa membuka hatinya untuk saya. Saya pun akan selalu menunggunya hingga dia menerima saya di hatinya"ucap Marcell yang membuatku terkejut dan semua orang yang ada disana pun tidak kalah terkejutnya.


Siapa yang tidak mengenal Marcell Aaraf?. Pria dengan seribu pesona atau lebih tepatnya pria kutub Utara bisa seromantis itu dan meninggalkan kesan dinginnya saat ini.


"Untukmu, Zania Dwi Pratnojoe wanita yang aku cintai"ucap Marcell lagi, hingga membuat mereka yang ada di acara itu beralih menatapku saat ini. Marcell hanya menatapku sambil tersenyum.


Well I found a woman, stronger than anyone I know


(Ya aku temukan seorang wanita, lebih tangguh dari siapapun yang ku kenal)


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


(Dia wujudkan mimpi-mimpiku, aku harap suatu saat aku kan berbagi rumah dengannya)


I found a love, to carry more than just my secrets


(Ku temukan sebuah cinta, tuk ku jaga lebih dari rahasia-rahasiaku)


To carry love, to carry children of our own


(Menjaga cinta, menjaga anak-anak milik kita)

__ADS_1


We are still kids, but we're so in love


(Kita masih anak-anak, tapi kita begitu mencintai)


Fighting against all odds


(Berjuang hadapi semua rintangan)


I know we'll be alright this time


(Aku tahu kita akan berhasil kali ini)


Darling, just hold my hand


(Kasih, genggamlah tanganku)


Be my girl, I'll be your man


(Jadihlah kekasihku, aku kan jadi kekasihmu)


I see my future in your eyes


(Ku lihat masa depanku di matamu)


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


(Tak beralas kaki diatas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)


I have faith in what I see


(Aku punya keyakinan dengan yang ku lihat)


Now I know I have met an angel in person


(Kini aku sadar, aku bertemu bidadari berwujud manusia)


And she looks perfect


(Dan dia terlihat sempurna)


I don't deserve this

__ADS_1


(Aku tak pantas untuk ini)


You look perfect tonight


(Kau terlihat sempurna malam ini)


Semua orang pun memberikan tepukan tangan untuk Marcell yang telah menyelesaikan lagunya itu. Dia pun turun dari panggung dan berjalan ke arahku dengan senyumannya.


"Apakah itu berhasil"ucapnya yang tiba-tiba ditarik seseorang yang ternyata adalah Azka yang dibelakangnya ada Rifky yang mengikuti.


"Azka sudah bilang, uncle jangan berani-berani dekatin aunty Nia. Karena aunty Nia hanya milik Azka"ucap Azka kecil yang membuat Marcell menatapku dan aku menahan senyumnya saat ini.


#Zania Pov' end


***


Mereka duduk disatu meja saat ini. Ada Marcell, Zania, Rifky, Azka, Riri, Kevin, Jesicca, Gladis tanpa Revan karena Revan ada urusan bisnis di luar negeri.


Tiba-tiba datang Devan bersama dengan Angel dan Angel masih betah mengandeng lengan Devan dengan posesif.


Zania yang saat ini sedang memangku Azka tiba-tiba digenggam tangannya oleh Marcell. Marcell menatap Zania sambil tersenyum dan hal itu tidak luput dari tatapan mereka semua yang ada disana saat ini.


"Calon pengantin, selamat ya Dev"ucap Jesicca dan yang lain hanya diam. Devan menatap kearah Zania saat ini sedangkan Zania sibuk bermain dengan Azka dengn tangan yang digenggam erat oleh Marcell.


"Selamat untuk kalian berdua"ucap Rifky yang menatap arah Devan saat ini. Rifky membuang nafasnya kasar saat ini dan tidak luput dari pandangan Riri yang menahan senyumnya saat ini.


"Kalian tahu, saat ini aku merasakan situasi bagaikan sebuah angin yang tidak bisa digenggam tapi bisa dirasakan"ucap Riri sambil memberikn susu dari botol untuk Steven saat ini. Kevin yang paham maksud isterinya pun hany tersenyum canggung sedangkan yang lainnya hanya terdiam hingga Gladis membuka suaranya.


"Semoga lancar sampai hari H ya kak Dev dan kamu. Kamu terlihat tertekan sekali, apa yang kamu takutkan angel?"tanya Gladis yang melihat ekspresi Angel saat ini.


"Terima kasih untuk ucapan yang kalian berikan, boleh iku gabung kan disini"ucap Devan yang langsung duduk meskipun Angel tidak menginginkannya. Angel pun akhirnya nurut dan bergabung dengan mereka.


# Beberapa menit kemudian...


"Aunty, ayah. Azka main kesana ya"ucap Azka yang ternyata berlari kearah anak-anak lainnya. Zania dan Rifky pun mengaggukan kepalanya.


"Tahu gak sih, gue malah merasa kalian seperti suami isteri tahu gak, sampai di pamitin Azka begitu"goda Riri yang langsing mendapatkan tatapan tajam dari Marcell dan juga Devan, Riri pun terdiam seketika.


"Apaan sih Ri"jawab Zania yang lagi dan lagi digenggam tangannya oleh Marcell dan membuat Zania menatap Marcell bingung sedangkan Marcell malah biasa saja.


"Kak Marcell mulai posesif, Zania kabur nih"goda Jesicca yang sontak di ejek Riri seketika.


"Kutub Utara semakin dingin ya gak, Jes"goda Riri lagi.

__ADS_1


^^^Next on^^^


Sorry banget author baru update setelah berbulan-bulan, semoga saja ini bisa mengobati kerinduan kalian, jika kalian rindu sih🤭


__ADS_2