
Special part sebelumnya...
"Kamu memang cantik Nia. My wife"ucap Rifky tersenyum menatap Zania yang melihat kearahnya juga sambil meledek menjulurkan jari tengahnya itu kearah Rifky.
Tanpa disadari Bella yang menunggu Rifky semalaman melihat hal itu. Tangan itu sudah mengepal erat sangat erat.
"Perempuan itu lagi. Aku tidak akan membiarkan dia berpaling, karena Rifky hanya untukku seorang"ucap Bella dengan mata yang memerah itu.
***
#Rifky Pov'
Setelah kepulangan dari honey moonku dengan Zania. Aku kembali beraktifitas seperti biasa dan meninggalkan Zania begitu saja setelah kami sampai. Aku tahu dia sedang menggerutu tidak senang saat ini. Karena masalah ranjang. Tapi aku tidak memikirkan hal itu terlalu dalam.
Beberapa jam sesampainya aku dikantor, betapa terkejutnya aku ketika mendapatkan telpon dari isteriku itu.
"Hallo..."panggilnya
"Iya ada apa?"tanyaku berusaha tenang, karena aku pikir dia merasa khawatir saat ini.
"Ke...kekasihmu kecelekaan. Dia di rumah sakit bersamaku"ucapnya yang membuatku terkejut seketika.
"Rumah sakit mana?. Saya segera kesana"ucapku yang sungguh khawatir.
"Tempatku bekerja"jawabnya lagi dan segera ku putuskan sambungan telpon itu.
Aku takut terjadi apa-apa padanya. Apakah Bella mendatangi apartemanku dan bertemu dengan Zania, hingga mereka mengalami sebuah kecelakaan bersama. Sungguh saat ini, fikiranku terlalu kacau.
Aku pun segera pergi dari kantorku dan menuju ke rumah sakit yang tadi disebutkan oleh isteriku Zania. Aku khawatir, apakah dia baik-baik saja?. Apa dia terluka?.
Sampainya aku disana, aku melihat dia baik-baik saja. Aku bersyukur. Dia menatapku dari kejauhan dan seorang perawat mengatakan jika pasien atas nama Bella Stevani dirawat didalam. Jadi maksudnya yang mengalami kecelakaan adalah Bella?. Dan dia meneleponku karena itu. Kenapa?.
Aku menatap wajahnya yang terlihat mencoba tersenyum kepadaku, meskipun itu sulit. Aku khawatir, tapi semua itu sirna setelah mengingat apa yang membuatku cemas seperti ini. Aku mengabaikannya dan berjalan tergesa-gesa melewatinya tanpa menyapa.
__ADS_1
Aku tahu dia hanya diam saat ini dan kenapa aku merasa kesal dan melampiaskan itu semua kepadanya. Sungguh aku merasa menyesal.
Aku melihat Bella yang terbaring disana dengan beberapa perban di kakinya. Kenapa bisa terjadi kecelakaan padanya. Aku pun mendekat dan dia menoleh kepadaku.
"Are you all right, honey?. (Apakah kamu baik-baik saja, sayang?)"tanyaku ke Bella yang langsung berusaha bangun dan aku pun mencegahnya supaya tetap berbaring.
"Aku baik-baik saja, aku bersyukur karena isterimu memberikan pertolongan pertama padaku. Kalau tidak, aku tidak tahu lagi seperti apa mana nasibku sayang?"ucap Bella menangis dan membuatku berusaha untuk menenangkannya. Aku pun langsung memeluk Bella. Hal itu pun tanpa sengaja dilihat oleh Zania, aku tahu itu. Apakah saat ini aku sangat melukai perasaanya dengan memeluk Bella didepan matanya saat ini. Hanya helaan nafas kasar yang coba aku keluarkan.
"Sudah sayang tenang. Sekarang kamu sudah tidak apa-apa. Jadi, kamu isterahat saja dan jangan diulangi hal seperti itu lagi oke"ucapku yang langsung dibalas anggukan dari Bella.
Aku pun menatap kearah pintu, dimana Zania tadi ada disana berdiri melihatku dengan Bella. Tapi sekarang dia sudah pergi dari sana.
"Kamu sedang mencari siapa Ky?"tanya Bella padaku dan ku balas dengan senyuman.
"Kamu isterahat ya, aku keluar sebentar"ucapku yang langsung meninggalkan Bella disana.
Aku tidak tahu kenapa aku merasa sakit hati sekali saat ini. Bukan, maksudku seperti ada yang memberikan cuka di hatiku yang terluka, saat dia pergi begitu saja tanpa adanya peringatan atau lainnya.
Kemana dia?. Aku tidak menemukannya disana. Astaga aku lupa, dia masih libur kerja. Terus, bagaimana dia bisa sampai disini bersama Bella. Oh iya, aku lupa, dia yang menyelamatkan Bella.
Sampainya aku dirumah, aku melihatnya yang sedang mengambil air didapur. Apa dia menungguku pulang?. Sampai belum tidur larut malam begini?.
Dia langsung berjalan melewati ku, tanpa sepatah kata pun, seperti menanyakan keadaanku, atau lainnya. Aku pun mengikutinya dari belakang, hingga kami masuk kedalam kamar yang ranjang sudah terpisah itu.
Dia langsung berbaring disana dan membiarkanku sendiri. Aku pun langsung menuju ke kamar mandi. Setelah aku selesai dengan mandiku, aku pun langsung duduk diranjang yang terpisah itu, sambil menatap punggung wanita yang ada disebrang ranjangku yang membelakangi ku saat ini.
Entah kenapa, aku mencoba mendekat kearahnya dan duduk dipinggiran ranjang miliknya. Tidurnya saat ini, sangatlah tenang dan damai.
"Kamu sangat cantik, jika diam seperti ini sayang"ucapku tanpa sadar membenahi helaian rambut yang menutup wajahnya itu.
"Maafkan aku, telah membawamu masuk dalam masalahku"ucapku lagi sambil menatapnya yang sangat tenang sekali saat tidur.
"Apakah kamu sangat membenciku?. Karena membuatmu menikah kontrak denganku saat ini, Nia"ucapku lagi yang beralih memegang tangannya.
__ADS_1
"Jangan pernah mencintai laki-laki sepertiku Nia, aku harap, kamu akan menemukan laki-laki yang pantas berada disampingmu"ucapku lagi sambil mengecup pelan keningnya itu sambil menyelimuti dirinya yang sedang tertidur itu.
Aku pun kembali menuju ke ranjangku yang berada disebelahnya dan tertidur setelahnya.
#Rifky Pov' end
***
Zania terbangun dari tidur lelapnya saat ini dan langsung menuju ke kamar mandi. Karena dia fikir Rifky sedang ada dibawah jadinya dia langsung menuju kekamar mandi. Betapa terkejutnya dia, ketika dia melihat Rifky yang sedang bertelanjang dada itu.
"Astaga..., kenapa gak ada suara sedikitpun. Cepat pakai baju kamu"ucap Zania sambil menutup matanya itu. Rifky yang melihat hal itu pun malah mencoba menggoda Zania dengan cara mendekat.
"Kamu yang masuk tanpa mengetuk pintu, kenapa jadi salahku"ucap Rifky yang sudah berada tepat didepan Zania yang masih menutup matanya itu.
"Pakai bajunya Ky, kamu apa-apa sih"kesal Zania saat ini.
"Aku mau mandi, atau mau mandi bersama saja"goda Rifky lagi yang sontak membuat Zania membuka matanya itu.
"Dalam mimpimu"ucap Zania yang langsung pergi begitu saja dari sana.
Zania menggerutu setelah menutup pintu kamar mandi itu dan langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan dari pada didalam kamar dan bertemu dengan Rifky.
Zania menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri karena dia fikir Rifky tidak akan memakan makanan yang dia buat. Setelah beberapa saat, dia melihat Rifky keluar dari kamarnya yang ternyata sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Rifky pun langsung berjalan kearah Zania yang sedang menyiapkan makanan.
"Terima kasih sudah menolong Bella dan Bella berterima kasih akan hal itu. Ini uang bulanan kamu saya sudah masukan ke kartu itu dan pin nya tanggal lahir kamu. Kalau begitu saya berangkat kerja"ucap Rifky yang begitu kaku sekali, padahal beberapa menit lalu dia tidak seperti itu dan sifatnya kembali ke semula.
"Oke"jawab singkat Zania yang langsung duduk dan menyantap makanannya tanpa mempedulikan Rifky yang masih berdiri disana.
Rifky hanya bisa menghela napasnya saat ini dan pergi begitu saja. Zania menatap kartu debit itu dan hanya tersenyum sinis melihatnya.
"Lihat saja seberapa banyak sih uang di kartu ini"ucap Zania yang langsung mengambil kartu itu dan bersiap-siap pergi shopping yang sebenarnya bukan hobinya. Dia hanya ingin mengetahui seberapa banyak laki-laki itu memberikan uang jatah isteri untuknya.
__ADS_1
Dan kejadian itu pun berlanjut...
Sekian dulu ya...tunggu part special selanjutnya gaes....