Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
Special Part I (Rifky and Zania Part)


__ADS_3

Hallo readers, author cuma mau kasih tahu saja kalau chapter ini bukan lanjutan dari chapter sebelumnya.


Ini author cuma mau kasih chapter/episode special khusus untuk Rifky dan Zania. Bagi kubu Rifky Zania, silahkan merapat😁


...


#Zania Pov'


Aku merasa ada yang aneh dengan diriku yang tertidur ini. Seperti ada sebuah tangan yang melingkar erat dipinggangku dari belakang.


Aku mencoba untuk membuka mataku yang sebenarnya aku sangat malas untuk bangun. Tapi aku merasa risih dengan pelukan seseorang yang tepat dibelakang ku itu.


Dengan susah payah akhirnya aku membuka mataku ini dan masih dalam keadaan linglung karena memaksa mata kebuka ini. Aku terkejut, ada sebuah tangan kekar melingkar tepat diperutku dari belakang.


Aku pun mencoba melepaskannya tapi pelukan itu semakin erat. dan tanpa sadar aku membalikan badanku. Sehingga posisiku dengan orang yang memelukku itu saling berhadapan.


Sungguh aku terkejut, ternyata dia.


"Kamu!!"kesalku berteriak tepat didepan wajahnya yang sangat tampan.


"Astaga, kenapa aku memuji laki-laki kaparat ini"kesalku dalam hati.


Laki-laki itu membuka matanya dan malah semakin mendekatkan ku kedalam pelukannya. Aku pun menumpuk kedua tanganku untuk membatasi tubuhku dengan tubuhnya.


"Good morning, my wife"ucap sembari tersenyum.


"Gila apa dia ya. Dia apa lupa dengan perjanjian yang sudah kami buat. Astaga aku harus segera menyadarkannya sebelum semua ini terlambat"ucapku dalam hati.


"Hai...sadar!. Sekarang lepaskan pelukanmu ini. Enak saja main peluk-peluk. dan ingat ya sama perjanjian kita untuk tidak ada kontak fisik dan urusin urusanmu sendiri. Kenapa kamu dikamarku ini sih, bukannya semalam kamu ke kamar pacarmu?"kesalku padanya.


Dia malah tersenyum kepadaku dan dengan beraninya mengecup bibirku sekilas.


"Pagi-pagi jangan rame. Tidur, aku masih ngantuk"ucapnya datar yang semakin merengkuhku dalam pelukannya.


Sial!. Dia mencuri first kiss ku. Tapi ini apa bisa disebut dengan namanya menjadi first kiss. Ini hanya sebuah kecupan.


Kurang ajar sekali laki-laki ini. Tanpa aku sadari dia tersenyum disana sedangkan aku sudah mengomel-ngomel gak jelas dan memberontak akan sikapnya yang berubah ini.


"Jangan main-main ya kamu, Rifky. Lepasin gak"kesalku dengan menggerakan tubuhku supaya terlepas dari pelukannya.


Dia pun mendengus kesal dan melepaskan pelukannya itu sambil menatapku tajam.


"Kenapa?!. Apa yang kamu lihat. Minggir"kesalku yang langsung melompat kelantai dan menuju ke kamar mandi.


#Zania Pov' end


***


Rifky merasa kesal dengan tindakan Zania tadi. Dia masih mengantuk sekali karena semalam dia bertengkar hebat dengan Bella karena dia meninggalkan Bella begitu saja saat dinner. Hal itu terjadi karena Rifky melihat Zania mabuk dan berjalan sempoyongan karena terlalu banyak minum.


Tidak bisa dipungkiri jika dia sangat khawatir dan melupakan jika dia sedang bersama perempuan lain tepat disaat dia dan Zania sedang honey moon.


Zania keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkapnya dan langsung menuju kedepan cermin untuk mengeringkan rambut dan menggunakan produck skin care, rutinitas wanitalah ya.

__ADS_1


Rifky hanya mengamati ditempat tidur, dengan apa yang dilakukan Zania.


Zania yang merasa risih diperhatikan seperti itu pun langsung nyeletuk seperti biasa.


"Ngapain lihat-lihat kamu. Sana mandi, terus temuin kekasih hati kamu itu. Aku gak mau ya, ada kesalahpahaman disini. Aku gak mau ribet"ucap Zania sambil mengoleskan sunscreen kewajahnya.


Rifky yang mendengar celotehan Zania pun merasa geli sendiri. Padahal disini seharusnya dia marah-marah dong.


Karena posisinya sebagai isterinya sedangkan Bella hanya kekasihnya.


Rifky pun langsung mendekat kearah Zania dan mengambil paksa sunscreen itu. Hal itu sontak membuat Zania terkejut karena Rifky tepat berada didepannya sekarang.


"Kamu apa-apa an sih"kesal Zania yang hanya ditatap datar oleh Rifky yang menatap dalam Zania. Hal itu membuat Zania menjadi salah tingkah jadinya.


"Terlalu lama kamu mengoles ini kewajahmu. Aku hanya ingin membantu"ucap Rifky yang tangannya akan bergerak menuju wajah Zania.


Zania pun dengan cepat langsung menghentikannya.


"Stop!. Gila ya kamu, tanganmu itu masih kotor, jangan berani-beraninya mengoleskan sunscreen itu kewajahku"kesal Zania yang malah diketawain oleh Rifky.


Zania pun kesal dan berdiri dari duduknya, tapi dengan jail Rifky menarik Zania hingga tidak adanya jarak antara keduanya.


"Tanganku kotor habis ngapain memangnya. Dan aku berhak menyentuh wajah isteriku semauku dong, bukan hanya wajahnya saja yang bisa aku sentuh. Bahnkan semuanya, jika aku menginginkan"goda Rifky dengan seringai liciknya.


Zania merasa terkejut akan ucapan Rifky itu dan mencoba menormalkan fikirannya saat ini.


"Ingat kontrak?!"kesal Zania mendorong Rifky dan cepat-cepat keluar dari kamar hotel itu.


Rifky yang menatap Zania keluar terburu-buru itu pun tersenyum senang dibuatnya.


***


Setelah kejadian tadi pagi. Ingin sekali Zania menghindari Rifky. Karena menurutnya ada yang berbeda dengan Rifky. Apalagi dia malah seperti orang yang sangat posesif. Ingin sekali Zania menepis pikirannya itu dari kepalanya. Karena dia tidak ingin dilihat kegeeran. Tapi perhatian yang diberikan Rifky untuknya membuat sebuah tanda tanya besar.


"Bukannya kekasih hatinya itu ada disini juga. Ikut honey moon. Ralat!!. Ini bukanlah honey moon"ucap Zania dalam hati yang sedang tiduran di matras yang diletakan diatas pasir- pasir yang menghadap ke pantai.


Rifky pun ada disamping Zania, dengan kaca mata hitam yang melekat dibatang hidung dan menutu matanya itu.


Zania menatap Rifky yang dianggapnya tidur itu.


"Hanya sebuah lukisan yang hanya bisa dipandang"ucap Zania lirih dan kembali menatap kearah pantai yang sudah sangat ramai itu.


Rifky sebenarnya tidak tidur dan dia sadar jika Zania memperhatikannya sedari tadi. Apalagi lontaran ucapan yang barusan Zania katakan Rifky pun mendengarnya. Hal itu membuat Rifky merasa bersalah.


"Maafkan aku, membawamu dalam lingkaran kehidupanku, Ni"ucap Rifky dalam hati.


***


"Kita harus mengabadikan sebuah momen ini. Supaya keluarga kita tidak curiga"ucap Zania yang sebenarnya sangat malas untuk mengambil foto bersama.


"Oke"ucap Rifky dan mereka pun berselfi dengan Rifky yang berada dibelakang dan Zania didepan memegang kamera yang merah kearah mereka. Ketika camera handphone mulai mengambil gambar terkejutnya Zania, karena Rifky mengecup pipinya.


Handphone yang dipegang Zania pun terlepas dan jatuh dipasir-pasir pantai itu. Rifky yang melihat hal itu pun menahan tawa.

__ADS_1


"Tegang amad sih, belum juga dicium yang lainnya"goda Rifky lagi yang membuat mata Zania melotot seketika. Dengan cepat Zania mengambil handphonenya itu dan mengejar Rifky yang berlari karena pasti bakalan dihajar habis oleh Zania.


"Rifky awas kamu ya, Rifky!!"kesal Zania mengejar Rifky yang hanya tertawa ketika Zania mengejarnya.


"Capek, udahan sih. Jangan lari terus"kesal Zania yang melihat Rifky ada dijarak beberapa langkah darinya.


Rifky yang melihat Zania seperti itu pun kasian dan langsung menghampiri Zania. Tanpa dia tahu Zania langsung meninju perut Rifky dan bergantian berlari.


"Syukurin, wlekk..siap suruh godain aku"ledek Zania sambil menjulurkan lidahnya berlari kearah pantai sambil bermain air disana.


"Perempuan itu, kuat juga"ucap Rifky memegangi perutnya itu.


Rifky menatap Zania bermain-main air pantai disana dengan suasana sunset. Mereka memang seharian tidak kembali kehotel dan lebih memilih bersenang-senang dipantai sampai sore begini.


Rifky pun mengambil camernya dan membidikannya kearah Zania yang sedang bermain-main dengan air disana.


"Kamu memang cantik Nia. My wife"ucap Rifky tersenyum menatap Zania yang melihat kearahnya juga sambil meledek menjulurkan jari tengahnya itu kearah Rifky.


Tanpa disadari Bella yang menunggu Rifky semalaman melihat hal itu. Tangan itu sudah mengepal erat sangat erat.


"Perempuan itu lagi. Aku tidak akan membiarkan dia berpaling, karena Rifky hanya untukku seorang"ucap Bella dengan mata yang memerah itu.


.


.


.


.


.


***Akhirnya part specialnya jadi juga gaes.


Part Rifky Zania ini, author buat pas latar belakang mereka menikah saat itu ya dan lagi honey moon tapi diintili sama Bella😁.


Jadi dipart ini gak ada sangkut pautnya sama chapter sebelumnya.


Kenapa author buat part special?. Karena hari ini adalah hari yang special juga.


Yaitu 2 bulannya "Harus memilih 2" ini update dengan sangat lancar🤭.


CONGRATULATION ke 2 bulan gaes...makasih atas dukungannya selama ini yang selalu support author dikala sedih, senang, duka, dll.


Kalau bukan karena kalian mungkin, ini karya gak tahu nasibnya.


Pokoknya author ucapkan banyak terima kasih deh.


Untuk chapter selanjutnya ditunggu seperti biasa ya.


Episode/chapter update setiap hari Senin-Kamis.


Jangan pada ngilang dulu...

__ADS_1


*See you next time☂️***


__ADS_2