Haunted School

Haunted School
Kesedihan Julia


__ADS_3

Kegiatan belajar mengajar telah selesai Bel sekolah kembali berbunyi.


Para siswa sedang bersiap-siapa memasukkan bukunya ke dalam tas.


Semua murid keluar dari kelas termasuk Dara.


‘Aduh kebelet pipis lagi,' batin Dara.


Dara berjalan menuju toilet siswa.


Setelah memasuk ke dalam toilet sekolah Dara segera membuang hajad kecilnya.


“Akhirnya lega,” celetuk Dara.


Suara tangisan terdengar dari toilet di samping.


“Siapa ya kok ada yang menangis” celetuk Dara.


Dara mencoba menyimak kembali seseorang wanita yang sedang menangis.


Suara tangisan itu semakin membuat Dara menjadi penasaran.


Dara pun keluar dari kamar mandi di saat Dara keluar ia sangat terkejut pintu toilet itu terbuka dan tidak ada satu orang pun di sana.


Bulu kuduk Dara mulai kembali berdiri.


Dari belakang ada tangan yang menepuk pundak Dara.


“Dara kamu di sini,” celetuk Mia yang membuat Dara kaget.


“Mia! Kamu mengagetkan aku saja,” ucap Dara dengan refleks memegang bagian dadanya.


“Iya aku kebelet pipis kamu tungguin aku dulu ya, ingat jangan tinggalin  aku,” pinta Mia yang terburu-buru masuk ke toilet.


Setelah beberapa menit Mia pun keluar dan masih terlihat Dara yang setia menunggunya.


“Ayo Dara kita pulang bareng,” ajak Mia.

__ADS_1


Mereka berdua pun keluar dari toilet tersebut keluar sekolah.


Jarak rumah Dara dengan sekolah tidak terlalu jauh hanya 15 menit jika ia berjalan kaki.


 Begitu pun dengan Mia yang masih satu Komplek dengan Dara.


Mia kembali menanyakan kepada Dara perihal ia melihat Dara seperti sedang ketakutan di toilet tersebut.


“Kamu tadi kenapa Dara seperti orang yang sedang ketakutan saat berada di toilet?” Mia yang kembali mengulangi pertanyaannya.


“Aku tadi mendengar seorang wanita menangis di dalam toilet, karena aku sangat penasaran lalu aku keluar dan terkejutnya aku melihat pintu toilet itu terbuka dan tidak ada siapa-sapa?” ucap Dara yang menceritakan kepada Mia.


“Dara, memang kamar mandi serta toilet apa lagi ruang ganti itu terkenal angker setelah kematian Julia di sana,” ujar Mia.


“Dulu saat Julia masih hidup aku pernah memergoki dirinya yang tengah menangis di toilet, lalu aku mencoba menanyai dirinya Julia tidak pernah bercerita apa-apa kepadaku,” ujar Mia yang bercerita tentang almarhum Julia.


Dara mulai tertarik dengan keanehan-keanehan di sekolah itu apa lagi dengan siswi yang bernama Julia.


Dara mulai mencari tahu tentang Julia kepada Mia.


 “Oh iya kamu kan teman dekatnya Julia Mia? Pasti tahu tentang Julia?”  tanya Dara kepada Mia.


*** 


Juni 2022 sebelum kematian Julia.


Saat Julia masih tertidur di vila milik Roy tersebut alaram ponselnya berbunyi Julia dengan mata yang masih sayup-sayup meraba meja yang berada di kamar lalu mematikannya.


Julia mencari kaca matanya yang terletak di atas meja.


Saat dirinya memasang kaca matanya Julia terkejut melihat tubuhnya tidak tanpa busa dan merasakan sakit di bagian organ intimnya.


Julia membuka sedikit selimutnya terliat bercak darah yang menempel di seprai serta pahanya.


Julia menutupi tubuhnya dengan selimut lalu dan menangis di tempat tidurnya.


Julia tidak mengetahui apa yang terjadi kepadanya tadi malam, ia hanya mengingat di waktu sedang meminum-minuman beralkohol bersama-sama temanya.

__ADS_1


Julia dengan kepala yang masih terasa berat akibat pengaruh minuman keras berjalan menuju kamar mandi.


Julia memanggil-manggil teman-temanya dan mencarinya di  setiap kamar namun mereka tidak ada, Julia tersadar jika teman-temannya semua meninggalkan dirinya di Vila itu.


Di dalam kamar mandi Julia menyalakan shower lalu memukul-mukul dirinya sembari menangis.


Julia merasa sangat jijik kepada dirinya dan menggosok tubuhnya dengan kasar sembari menangis.


“Apa yang di lalukan mereka kepadaku!” ucap Julia sembari menangis.


“Maafkan Julia Bu dan Ayah, Julia berbohong kepada kalian sekarang Julia di perlakukan seperti ini,” ucap Juli terduduk di kamar mandi dengan air shower yang jatuh mengenai tubuhnya.


 Rasa sedih, sakit, kesal, dan malu Julia rasakan. Julia bingung harus mengadu ke mana dan meminta pertolongan kepada siapa.


Mereka semua telah meninggalkan Julia di Vila tersebut seorang diri sedangkan Julia tidak tahu jalan untuk pulang.


Satu jam Julia berada di kamar mandi akhirnya ia pun keluar dari kamar mandi tersebut.


Julia kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya ia teringat akan temannya yang bernama Mia.


Julia pun segera menghubungi Mia.


“Hallo Mia tolong aku!” ucap Julia di telepon sembari menangis.


“Ada apa Julia? Kamu di mana?” tanya Mia di telepon yang panik mendengar Julia menangis.


“Aku berada di Via milik Roy, bisa kah kamu menjemputku Mia?”


“Di mana tempatnya Julia dan Vila apa?”


“Di puncak, Vila anggrek.”


“Ya sudah kamu tunggu di sana dulu jangan ke mana-mana, aku akan segera ke sana bersama Toni.”


“Terima kasih Mia,” ucap Julia sembari mematikan ponselnya.


 

__ADS_1


  


__ADS_2