Haunted School

Haunted School
Kematian Kevin


__ADS_3

Setelah itu Roy mengarahkan ponsel milik Toni ke telinganya terdengar suara ponsel terhubung namun tidak angkat-angkat oleh Kevin.


“Aduh ke mana ini anak, HP nya tidak di angkat,” ucap Roy yang tampak geram.


Roy pun kembali mencoba menelepon Kevin namun tetap tidak di angat.


Toni yang saat itu mendengar ponsel milik Kevin berbunyi di suatu tempat memberitahukan kepada Roy.


“Roy seperti aku mendengar suara ponsel Kevin yang tidak jauh dari sini,” kata Toni memberitahukan kepada Roy.


“Ah masa, coba aku telepon lagi,” sahut Roy mencoba menekan nomor Kevin kembali.


Dan benar saja terdengar secara samar-samar ponsel milik Kevin.


“Oh iya benar Toni, ponselnya berasal dari sana,” Roy menunjuk jalan arah ke gudang.


“Iya Roy, ayo kita cari,” celetuk Toni.


Mereka berdua berjalan menyelusuri tempat di mana ponsel Kevin berbunyi, sampai akhirnya mereka berdua tiba di depan pintu gudang sekolah.


“Roy, bunyi ponselnya berasal dari sini?” ucap Toni seraya menempelkan telinganya di pintu gudang.


Akhirnya mereka berdua sepakat untuk membuka pintu gudang guna mencari keberadaan Kevin di sana.


Saat Roy membuka pintu gudang dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam gudang tersebut alangkah terkejutnya Roy berserta Toni yang melihat tubuh Kevin tengah tergantung dengan mata terbelalak serta lidah yang terjulur.


Roy pun segera menghampiri tubuh Kevin yang tergantung itu memeluk kaki Kevin.


“Kevin, kenapa kamu melakukan hal ini,” ujar Roy yang bersedih kehilangan dua sahabat baik ya Edo serta Kevin.


  Toni yang belum pernah melihat fenomena mengerikan itu pun sangat syok dan tidak bisa berkata apa-apa.


“Toni panggil pak guru kita sudah menemukan Kevin tidak bernyawa,” perintah Roy.


“I-iya Roy,” sahut Toni dengan panik lalu segera bergegas berlari ke kelasnya guna memberitahukan pak guru.


Toni berlari sekencang mungkin menuju kelas hingga akhirnya Toni tiba di kelas dengan nafas  yang terengah-engah.


“I-itu pak Ke-Kevin di sana,” ucap Toni memberitahukan kepada pak guru seraya mengatur nafasnya.


“Ada apa Toni, coba pelan-pelan ngomongnya, Bapak tidak paham dengan apa yang kamu ucapkan,” sahut pak guru.


Toni mencoba mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya.

__ADS_1


“Tadi aku dan Roy menemukan Kevin yang tengah gantung diri di gudang sekolah Pak,” Toni mencoba memberitahukan kembali tentang keadaan Kevin.


“Kamu jangan bercanda Toni,” sahut pak guru yang tidak sepenuhnya mempercayai ucapan Toni.


“Iya pak, Toni tidak bohong Roy juga masih berada di sana,” Toni yang meyakinkan kembali pak guru.


Pak guru yang mendengar kabar duka itu pun segera berlari keluar kelas menuju gudang sekolah.


Suasana kelas menjadi sangat gaduh para murid kelas XI C pun yang mendengar kabar dari Toni berlarian keluar ingin melihat keadaan Kevin.


Sesampainya di gudang sekolah Pak guru terkejut melihat tubuh Kevin yang tergantung.


“Astagfirullah, kenapa sampai begini,” celetuk Pak guru yang tidak percaya.


“Roy pun tidak tahu pak kenapa Kevin melakukan hal ini,” ucap Roy di sertai wajah sedihnya.


“Ayo Roy, bantu bapak menurunkan jasad Kevin,” perintah pak guru.


Pak guru berserta Roy dan juga Toni membantu menurunkan jasad Roy yang tergantung dengan perlahan-perlahan-lahan.


Setelah itu pak guru segera menelepon ambulan. Sementara di luar pintu gudang terlihat banyak murid tengah berkumpul untuk melihat jasad Roy.


“Ayo bubar kembali ke kelas,” perintah pak guru.


Semua murid pun kembali menuju kelas mereka, sementara pak guru berjalan ke ruangan guru memberi tahukan bu Yasmi wali kelas Kevin untuk segera memberitahukan kepada orang tua Kevin tentang kondisi anaknya.


“Baik pak,” sahut Roy serta Toni.


Setibanya di ruangan guru, pak guru memberitahukan kepada bu Yasmi yang sedang duduk di mejanya tengah memeriksa hasil ulangan para murid.


“Bu Yasmi ada kabar duka,” ucap pak guru.


“Ada apa Pak Ardi?” tanya bu Yasmi.


“Roy berserta Toni tadi aku suruh mencari keberadaan Kevin karena tidak mengikuti jam pelajaranku, dan setelah itu mereka menemukan Kevin yang tengah gantung diri gudang sekolah,” pak Ardi yang memberitahukan bu Yasmi.


Sontak saja bu Yasmi terkejut mendengar ucapan dari pak Ardi.


“Astagfirullah, apa ini benar Pak?” 


“Iya Bu, ini saya barusan menghubungi ambulan, ibu Yasmi cepat beritahukan orang tua Kevin,” ucap Pak Ardi.


Dengan segera bu Yasmi pun menelepon orang tua Kevin memberikan kabar duka untuk mereka.

__ADS_1


Ibu dari Kevin yang mendengar berita itu pun sangat terkejut.


Selang berapa menit ambulan datang, para petugas medis mengangkat tubuh Kevin masuk ke dalam mobil ambulan lalu membawa jasad Kevin ke rumahnya.


30 menit telah berlalu bu Yasmi serta pak Andre dan beberapa teman Kevin yang datang untuk mewakili para guru serta murid-murid yang lain sampai ke rumah Kevin.


Jasad Kevin segara diangkat dari dalam mobil ambulan masuk ke dalam rumahnya.


Terlihat ibunya Kevin menangis melihat kondisi anaknya tidak bernyawa lagi dan meninggal dengan cara yang mengenaskan.


“Ini gara-gara kamu yang tidak becus mengurus anak,” ucap ayahnya Kevin.


“Mas! Kamu jangan selalu menyalahkanku apa kamu punya sedikit waktu untuk Kevin, kamu hanya fokus dengan keluarga barumu serta anak-anakmu saja.”


“Aku hanya seorang Ayah, jatah Kevin perbualan juga aku tidak lupa seharusnya kamu yang harus lebih dekat dengan Kevin, kamu ini ibunya tapi kamu fokus ke pada kekasihmu saja tanpa memperhatikan Kevin,” sahut ayahnya yang tidak mau di salahkan.


Suasana malah semakin menegang dua orang tua Kevin saling menyalahkan satu sama lain, melihat hal tersebut ibu Yasmi selaku wali kelas dari Kevin mencoba menjadi penegah  mereka berdua.


“Pak Anton serta ibu Serli kita semua sedang di rundung kesedihan atas kehilangannya Kevin seharusnya bapak serta ibu bisa menjauhkan ego kalian masing-masing sejenak liat Kevin apa kalian tidak malu beradu argumen di tengah jasad Kevin, ayo pak Anton serta ibu Serli sejenak saja buang jauh-jauh ego kalian berdua,”  ujar  bu Yasmi yang mencoba menenangkan situasi.


Anton serta Serli yang di beri arahan dari bu Yasmi terdiam sejenak.


“Iya bu Yasmi maafkan kami, mungkin kami sebagai orang tua Kevin yang salah karena tidak ada waktu untuk Kevin,” sahut Anton yang pikirannya kembali terbuka.


“Iya aku pun sebagai ibu yang tidaj becus mengurus Kevin,” sahut Serlin yang menangis.


Akhirnya mereka berdua pun mulai menjauhkan ego mereka masing-masing serta meminta maaf satu dengan yang lain.


Satu jam telah berlalu Jasad Kevin pun di masukkan kembali ke dalam mobil ambulan dan akan si makamkan hari itu juga.


Sesampainya di tempat pemakaman Kevin pun segera di kebumikan tanpa harus berlama-lama.


Isak tangis kembali pecah oleh Erin yang melihat tubuh Kevin di timbun oleh tanah merah.


“Maafkan Mamah sayang, gara-gara ibu kamu seperti ini,” juar Erin yang menangis seraya mengusap-usap nisan Kevin.


Begitu pun dengan sanga Ayah.


“Maafkan Papah Ya Kevin, tidak ada waktu kepadamu Mamah sangat menyesal andai waktu dapat berputar kembali mamah janji tidak akan menyia-nyiakan mu dan lebih banyak memperhatikanmu,” sahut Erin yang merasa bersalah. 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2