Haunted School

Haunted School
Menguak m Misteri Kematian Murid Di Sekolah


__ADS_3

Sementara di sisi lain para murid di kelas sedang membicarakan kematian Kevin di jam kosong.


Toni yang teringat akan mimpi Dara pun menghampiri Dara di tempat duduknya.


“Dara!” Panggil Toni.


“Iya ada apa?” tanya Toni.


“Kamu ingat akan mimpimu tentang siswa yang gantung diri di sekolah ini dengan menggunakan sepatu putih,” Toni yang mencoba mengingat kata-kata Dara.


“Iya aku masih ingat.”


“Siswa itu ternyata Kevin tadi waktu aku membantu menurunkan jasad Kevin aku melihat dirinya memakai sepatu putih, terus kesaksian dari Erin kekasihnya Kevin. Tadi Kevin pamitan ke ruang ganti untuk mengganti sepatunya yang hitam karena rusak dengan sepatu putihnya yang sering Kevin pakai untuk olah raga kembali,” ujar Toni yang menjelaskan kepada Dara apa yang ia ketahui.


Dara yang mendengar cerita dari Toni pun terkejut.


“Jadi mimpi itu sungguhan,” celetuk Dara.


“Iya Dara, sudah ada 3 siswa dan siswi yang meninggal kurang dari sebulan aku bingung apa yang sebenarnya terjadi di sekolah ini, apa sekolah ini di kutuk,” kata Toni.


“Tidak Toni semua ini pasti saling berkaitan satu sama lain, soalnya di saat aku mimpi tentang siswa yang bunuh diri itu aku baru ingat jika melihat arwah Juli yang tersenyum misterius.”


“Berati semua ini ada sangkut pautnya dengan kematian Julia,” celetuk Mia yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


“Kamu Mia, bikin kaget saja tiba-tiba datang, tapi yang di katakan Mia masuk akal. Bagaimana kita mencari tahu ini semua,” tanya Toni.


Dara terdiam sejenak memikirkan bagaimana dirinya mendapat jawaban akan semua itu.


 Beberapa menit kemudian Dara teringat akan ibu Yasmin.


“Ibu Yasmi!” celetuk Dara.


“Ada apa dengan ibu Yasmin?” tanya Mia.


“Kamu ingat Kevin pernah di panggil oleh ibu Yasmi perihal perilakunya yang aneh beberapa hari itu.”


“Oh iya Dara aku ingat,” sahut Mia.


“Tapi bagaimana cara kita mencari tahu sama ibu Yasmin, apa ibu Yasmin mau menceritakan rahasian Kevin?” kata Mia yang bingung.


“Sudah serahkan saja kepadaku, nanti akan aku cari tahu kepada bu Yasmi semoga saja berhasil,” ucap Dara antusias.


“Iya semoga saja Dara, misteri ini akan terpecahkan, lalu apakah akan ada korban selanjutnya lagi,” ujar Toni yang merasa khawatir.


“Aku tidak tahu Toni, aku tidak berani memastikan semoga saja tidak kita cari tahu dahulu semua misteri ini,” ucap Dara.

__ADS_1


 Selepas pulang sekolah Dara mencoba menghampiri bu Yasmi di kantor.


Kebetulan saat itu yang berada di kantor hanya bu Yasmi saja yang tengah menyelesaikan pekerjaannya mengoreksi hasil ulangan para muridnya.


“Assalamualaikum, permisi Bu,” ucap Dara serang mengeruk pintu ruang guru.


“Iya masuk,” ucap Bu Yasmin.


Dara yang mendengarnya ibu Yasmin mempersilahkan dirinya masuk pun mulai berjalan masuk ke dalam kantor guru.


Dara menghampiri bu Yasmin yang sedang sendirian di ruangan itu sembari menyelesaikan pekerjaannya.


“Ada apa Dara?” tanya bu Yasmin.


Dara yang duduk berhadapan dengan ibu Yasmi mulai menanyakan tentang Kevin.


“Dara boleh menanyakan sesuatu tentang Kevin Bu?” 


“Apa itu Dara?”


“Ibu pernah memanggil Kevin ke kantor, apa Kevin pernah cerita mengenai Julia,” sahut Dara.


“Untuk apa kamu bertanya ini Dara,” bu Yasmi tidak suka dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Dara.


“Dara sekolah ini aman tidak ada apa-apa ibu sudah bekerja di sini bertahun-tahun dan tidak pernah mengalami hal yang seperti ini, dan baru kali ini, jika pertanyaanmu telah selesai ibu harap kamu bisa keluar dari ruangan ibu sekarang!” ucap bu Yasmi dengan tegas kepada Dara.


“Baik Bu, maafkan Dara tapi Dara pernah bermimpi dan melihat arwah Julia, arwah Julia pernah berbisik kepada dara bahwa mereka semua jahat kepadanya, dan satu lagi di mimpi Dara arwah Julia pun tersenyum penuh dengan misteri ketika ada siswa yang meninggal gantung diri ya ternyata itu Kevin. Dara permisi dahulu Bu, Dara hanya ingin mengungkapkan kematian para murid di sini dan semoga tidak ada korban Jiwa kembali, permisi Bu,” kata Dara yang berdiri dari tempat duduknya berjalan menuju pintu.


Bu Yasmi terdiam mendengar ucapan Dara, bu Yasmin berfikir tentang perkataan Dara yang benar merutnya. Saat Dara telah sampai di pintu dan ingin keluar bu Yasmi tiba-tiba memanggilnya.


“Dara tunggu!” Seru bu Yasmin.


“Iya Bu ada apa?” 


“Bisa kamu kembali ke tempat duduk, dan mendengarkan ibu Cerita,” ucap bu Yasmi seraya membenarkan kacamatanya.


Dara dengan wajah senang menghampiri ibu Yasmi seraya duduk berhadapan dengannya.


“Bagaimana bu, ibu mau bercerita apa?” ucap Dara.


Bu Yasmi pun mulai menceritakan kebenaran yang terjadi, Dara yang mendengar cerita bu Yasmi pun terkejut dan benar saja semua kematian murid di sekolah ini pasti ada sangkut pautnya di masa lalu dengan Julia.


Dara yang telah berhasil mendapatkan informasi dari bu Yasmi dan berpamitan pulang.


“Bu masih ya atas informasinya,” ucap Dara seraya mencium punggung tangan bu Yasmin.

__ADS_1


“Iya Dara hati-hati,” ujar bu Yasmin.


 Dara berjalan keluar dari kantor guru menuju ke gerbang sekolah.


Sesampainya di gerbang sekolah Toni berserta Mia telah menunggu Dara di sana.


“Dara bagaimana kamu sudah mendapatkan informasinya mengenai Kevin?” tanya Toni yang antusias.


“Seperti iya aku berhasil mencari tahu tentang Kevin kepada bu Yasmi,” sahut Dara.


“Ayo Dara apa yang di ucapkan ibu Yasmi aku jadi penasaran,” ujar Toni.


Dara pun menceritakan semua yang ia ketahui oleh kedua sahabatnya Toni serta Mia, mereka berdua yang mendengar kabar itu pun sangat terpukul.


“Kasihan Julia mereka jahat kepadanya,” ujar Mia yang menangis mengingat akan almarhum sahabatnya Julia.


 “Iya setelah aku mengetahuinya, aku baru merasa simpatik kepada Julia, kasihan dirinya semasa hidupnya harus menanggung kenyataan pahit itu dan kematian mereka itu balasan akan perbuatannya mereka,” ujar Dara yang membela Julia.


“Ayo kita pulang,” ajak Mia.


Mia berserta Dara pun pulang berjalan kaki bersama sementara Toni yang rumahnya lumayan jauh menaiki motornya.


Sesampainya di rumah Dara, Dara di sambut ibunya di ruang tamu.


“Baru pulang sayang, oh iya tadi ibu dengar ada ambulan yang menuju ke sekolahmu ada apa Dara?” tanya Ibu Dara yang cemas.


Dara menceritakan kepada ibunya tentang kejadian di sekolahnya seorang siswa yang melakukan aksi bunuh diri. Mendengar hal itu sang ibu ikut prihatin.


“Kasihan anak itu, semoga tidak ada kasus seperti itu lagi di sekolah Tunas Bangsa.”


“Iya Bu, Dara pun berharap seperti itu.”


“Ya sudah ganti bajumu cepat makan ibu sudah masak makanan kesukaanmu,” ucap sang ibu kepada Dara.


Dara bergegas meninggalkan ibunya pergi ke kamar untuk mengganti baju seragamnya.


 


 


  


 


  

__ADS_1


__ADS_2