
Hari mulai menjelang malam arwah Julia pun mulai meneror kehidupan Kevin.
Kevin yang sedang berada di kamar sedang bersantai di atas tempat tidurnya sembari mendengarkan lagu di ponselnya.
Bruk
Suara Jendela yang tiba-tiba terbuka dengan sendiri.
“Sila bikin kaget aja,” celetuk Kevin yang terkejut.
Kevin pun beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju jendala kamarnya.
Setelah itu Kevin menutup Jendela kamar itu kembali, akan tetapi saat Kevin membalikkan badannya jendela itu tiba-tiba terbuka Kevin pun kembali menutup Jendela kamarnya.
Saat Kevin ingin menutup Jendela kamarnya arwah Julia muncul dengan wajah penuh darah dan memakai baju seragamnya.
“Kevin, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu perbuat,” ucap Julia yang berada di luar Jendela.
Sontak saja Kevin merasa takut dan dengan segera mengunci jendela Itu.
Sesaat kemudian suasana kembali menjadi tenang Kevin pun mencoba berjalan menuju jendela kamarnya melihat apa arwah Julia masih berada di sana.
Tapi saat Kevin liat arwah Julia tidak ada di luar sana.
‘Semoga ini hanya halusinasiku saja,' Kevin yang bermonolog.
Kevin kembali merasa tenang ia pikir itu hanya halusinasinya saja, namun arwah Julia tidak diam begitu saja arwah Julia pun kembali meneror Kevin.
Kevin yang mulai merasa semua baik-biak saja kembali ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari menyetel musik.
Musik yang Kevin dengan di saat ia putar kembali terjadi keanehan.
Musik itu berubah menjadi suara Julia.
“Kevin kau akan mati, hihihihi,” ucap Julia di sertai suara tawa yang melengking membuat siapa saja mendengarnya akan merinding.
Kevin yang terkejut mendengar suara itu kembali mengambil ponselnya dan mematikan musiknya.
“Ada apa ini!” ucap Kevin yang ketakutan.
Setelah itu Kevin pun melihat sebuah sosok wanita bayangan hitam samar-samar di pojok kamarnya.
__ADS_1
Kevin mengusap-usap matanya mencoba memperjelas penglihatannya.
Kevin pun kembali di buat terkejut dengan sosok bayangan hitam itu semakin jelas ternyata arwah Julia dengan wajah bersimbah darah segar berjalan menghampiri Kevin, Kevin yang panik pun berlari mendekati pintu kamar berusaha keluar dari kamar, namun pintu kamar itu seperti terkunci tidak bisa di buka berulang kali Kevin mencoba tetap sama hasilnya pintu kamarnya tidak dapat di buka.
Arwah Julia semakin dekat dengannya dan mengarahkan tangannya untuk mencekik Kevin dan.
Ceklek
Suara pintu terbuka.
“Aaaaaaa,” teriak Kevin melihat seseorang di hadapannya.
“Ada apa den Kevin?” tanya Bi Inem asisten rumah tangga Kevin.
“Aduh Bi, mengaget-ngageti saja,” ucap Kevin dengan menarik nafas panjang.
“Memangnya kenapa Den? Ada apa?” tanya Bi Inem yang melihat Kevin tampak ketakutan.
“Bi sini coba, tadi aku melihat hantu di kamarku.”
“Ah den Kevin nakut-nakutin saja,” ujar Bi Inem.
Kevin memaksa bi Inem masuk ke kamarnya mencari sosok arwah Julia.
Bi Inem masuk ke kamar Kevin di temani Kevin yang berada di belakang bi Inem, bi Inem menyelusuri sudut demi sudut kamar Kevin dan sesekali menengok ke arah jendela.
“Tidak ada apa-apa kok Den?” ujar bi Inem.
Kevin pun kembali tenang.
“Bibi ngapain tadi membuka kamar Kevin?” tanya Kevin yang merasa mulai tenang.
“Tadi Bibi memanggil-manggil den Kevin untuk makan malam tapi den Kevin tidak kunjung keluar kamar ya sudah Bibi buka pintu kamar, eh den Kevin teriak?” Bi Inem yang menjelaskan kepada Kevin.
“Oh iya Bi ibu belum pulang?” tanya Kevin.
“Belum den?” ujar bi Inem.
Semenjak perpisahan kedua orang tuanya ibunya Kevin jarang berada di rumah karena sedang asik menjalin cinta dengan berondong. Sekali ibu Kevin membawa ke kasihnya ke rumah untuk memadu kasih namun karena Kevin yang geram atas perilaku ibunya pun memukul ke kasih ibunya dan mengancam agar tidak menjalin kasih dengan sang ibu
Dari situlah ibu Kevin jarang pulang ke rumah serta sering pulang malam.
__ADS_1
Kevin yang merasa kurang perhatian dari kedua orang tuanya berubah menjadi nakal, ia mulai ikut gabung di geng motor terkadang kumpul dengan teman-temannya untuk pesta miras serta obat-obatan terlarang.
Di rumah Kevin hanya di temani oleh pembantu saja ya itu bi Inem, sementara Ayah Kevin yang tidak peduli lagi dengannya karena telah membangun keluarga baru serta sudah memiliki dua anak dari pernikahannya yang baru.
Kevin adalah korban dari ego kedua orang tuanya yang tidak pernah ada waktu mendengarkan keluh kesah dirinya.
“Ayo Den makan bibi sudah siapin dari tadi mie goreng kesukaan den Kevin,” ujar Bi inem yang perhatian kepada Kevin.
“Tapi temanin Kevin makan ya Bu,” pinta Kevin.
“Tapi Bibi masih kenyang Den.”
“Ayolah Bi temanin Kevin makan mau ya,” bujuk Kevin.
“Ya sudah bibi temani.”
Mereka berdua pun menikmati makan malam di meja makan bersama sembari mengobrol santai.
Bi Inem sudah lama bekerja di keluarga Kevin dari Kevin kecil sehingga ia tahu betul apa yang terjadi kepada keluarga Kevin, dan merasa simpatik dengan Kevin yang kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Kevin pun menganggap bi Inem sudah seperti ibunya sendiri yang lebih perhatian ke timbang ibu kandungnya.
Setelah selesai makan Kevin meminta bi Inem tidur bersamanya.
“Bi temanin Kevin tidur ya malam ini aja,” pinta Kevin kembali.
“Den Kevin sudah besar tidak pantas di temani lagi,” sahut Bi Inem.
“Untuk malam ini aja Bi, Kevin janji gak minta di temani lagi hanya untuk malam ini saja,” ucap Kevin.
“Tapi Den.”
“Ayolah Bi, Kevin tidur bawah bibi di tempat tidur Kevin yang penting Kevin ada temannya untuk malam ini saja,” bujuk Kevin kembali.
“Eeemmm, Iya sudah untuk malam ini saja ya, soalnya den Kevin sudah besar bibi takut nanti bibi yang di marahin ibu.”
“Iya Bi untuk malam ini saja,” ucap Kevin sembari tersenyum.
Malam mulai larut bi inem pun menepati janjinya menemani Kevin tidur di kamarnya.
Namun Bi Inem tidak mau tidur di tempat tidur milik Kevin, ia lebih memilih mengelar kasur kapuk di lantai dekat kasur Kevin.
__ADS_1