
Hari mulai menjelang pagi sang surya pun mulai kembali menyinari bumi. Terlihat sinar mata hari mulai masuk di celah-celah jendela tidak berselang lama suara alarm berbunyi.
Kevin dengan mata yang masih menutup meraba jam beker di atas meja kamarnya lalu mematikannya.
“Den Kevin, den ayo bangun ini sudah jam setengah tujuh nanti telat loh,” ucap bi Inem yang telah bangun lebih awal.
“Tunggu Bi lima menit lagi,” ujar Kevin yang tidak mau membuka matanya.
“Ayo Den bangun nanti telat,” bi Inem yang memaksa Kevin bangun.
Bi Inem yang terus menerus mengganggunya sampai akhirnya membuat Kevin bangun.
“Aduh Bibi mengganggu Kevin aja,” eluh Kevin yang beranjak dari tempat tidurnya.
“Ayo sana mandi Bibi sudah mempersiapkan sarapan untuk den Kevin.”
“Oh iya Bi, ibu sudah pulang?” tanya Kevin.
“Belum Den.”
“Ibu kerajaannya tidak pernah pulang,” eluh Kevin.
“Tidak boleh ngomong seperti itu Den, ibu kerja kan buat den Kevin sekolah,” bi Inem yang menasihati Kevin.
“Tapi enggak juga kaya gini kali Bi,” eluh Kevin.
“Ya sudah sana mandi nanti kesiangan.”
Kevin pun bergegas pergi ke kamar mandi, Kevin mulai menyalakan sower setelah itu menggosok badannya menggunakan sabun. Ketika Kevin sedang menunduk melihat ke lantai banyak helai rambut panjang di kakinya.
“Loh kok banyak rambu?” ucap Kevin bertanya tanya.
Perasaan Kevin mulai resah dan tidak tenang ia terhenti sesaat, Kevin merasa ada yang sedang berdiri di belakangnya.
Dan saat Kevin memberanikan diri menoleh ke belakang tidak ada apa-apa namun saat dirinya kembali ingin melanjutkan Kevin terkejut melihat wajah Julia yang penuh dengan darah menatap tajam ke arahnya Kevin pun berteriak.
“Aaaaaaaa!” pekik Kevin berlari keluar dengan cepat dari memakai handuknya.
Bi Inem yang mendengar teriakan Kevin bergegas menghampiri Kevin.
“Ada apa Den?” tanya Bi Inem.
“Tidak apa-apa Bi,” Kevin yang enggan bercerita kepada Bi Inem karena menurutnya pasti bi Inem tidak percaya.
“Tapi kok teriak di kamar mandi, Bibi sampai kaget,” kata bi Inem.
“Itu tadi ada kecoa di kamar mandi,” ucap Kevin yang berbohong.
“Masa laki-laki takut dengan kecoa den,” ledek bi Inem.
“Biarin,” sahut Kevin meninggalkan bi Inem.
Kevin berjalan masuk ke kamarnya setelah itu ia pun memakai seragamnya dan bersiap untuk menyantap sarapan pagi
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, Kevin pergi ke sekolah dengan mengendarai motor besarnya melaju dengan kecepatan rata-rata.
Tidak perlu memerlukan waktu lama untuknya sampai ke sekolah.
Kevin berjalan menuju kelasnya, setibanya di kelas dirinya menghampiri Via serta yang lain yang sedang berkumpul.
“Kevin wajahmu sedikit pucat,” tegur Via.
“Ah masa, aku tidak terlalu bisa tidur tadi malam,” ujar Kevin.
__ADS_1
“Kenapa sayang?” tanya Erin.
“Aku di teror oleh arwah Julia tadi malam,” ucap Kevin.
“Alah paling kamu kebanyakan pakai obat jadi berhalusinasi,” Celetuk Roy yang juga ikut berkumpul.
“Aku udah lama tidak pakai semenjak kepergian Edo,” Kevin yang jelaskan.
“Itu belum lama Kevin paling hanya beberapa hari,” sahut Roy.
“Masa sayang kamu di datangi arwah Julia jangan nakut-nakutin,” kata Erin.
“Udah kalau ada aku semua aman kok sayang,” Kevin yang mulai menggombal.
Sementara Dara bersama Toni serta Mia juga sedang berkumpul membahas Julia.
“Eh Mia, tadi malam aku bermimpi aneh,” ucap Dara.
“Memangnya kamu bermimpi apa?” tanya Mia.
“Entah aku tidak teralu ingat dan jelas tapi di dalam mimpiku aku melihat mayat seorang siswa laki-laki gantung diri,” Dara yang menceritakan mimpinya kepada Mia serta Toni.
“Ah masa sih Ra? mengerikan sekali,” sahut Toni.
“Iya aku tidak berbohong,” Dara yang mencoba meyakinkan mereka berdua.
“Memang kamu melihat siapa siswa laki-laki itu?” tanya Toni.
“Sayangnya tidak, aku hanya melihat sepatunya saja wajahnya aku tidak sempat melihat aku sudah terbangun, ia memakai sepatu berwarna putih,” ujar Dara.
“Tapi di kelas ini tidak ada yang memakai sepatu berwarna putih,” sahut Mia yang sedang melihat di sekitarnya.
“Entahlah, aku harap ini hanya mimpi,” ujar Dara.
Tidak berselang lama bel sekolah mulai berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai mereka yang sedang berkumpul pun kembali ke tempat duduknya masing-masing.
“Kita hari ini ulangan,” celatuk pak Guru.
“Yah Bapak kok mendadak ulangannya,” protes Via.
“Via, Bapakkan sudah menjelaskan materi yang kemarin jadi ulangan hari ini adalah bahasan materi yang kemarin mengenai larutan Asam dan Basa,” tegur
Via pun terdiam, kertas soal ualngan pun dibagikan satu persatu, seketika kelas hening semua siswa fokus membaca dan menjawab soal yang di berikan.
Begitu pula dengan Kevin, namun Kevin bukan sibuk menjawab soal tapi sibuk mencari contekan.
Kevin menunggu beberapa menit dan mulai celingak-celingung.
“Via ... Via!” panggilnya pelan.
“Apaan?”
“Nyontek dong,” pinta Kevin.
“Aku aja dari tadi belum jawab satu pun kamu mau nyontek apaan?” sahut Via.
“Ya elah!” eluh Kevin.
Tiba-tiba Kevin merasakan hal aneh di sekitarnya, suasana di sekitrnya menjadi dingin bahkan rambut halus yang ada di lengannya pun berdiri.
‘Kok aneh, aku merasa merinding ya,' batin Kevin.
Hawa dingin itu bahkan berembus ke tengkuk lehernya membuatnya semakin waswas.
__ADS_1
Hingga tanpa sadar Kevin menoleh ke arah bangku yang pernah di duduki oleh mendiang Julia, di sana terdapat Dara tengah sibuk mengerjakan soal yang di berikan.
Namun ada sedikit keanehan dari Dara, Kevin melihat Dara seperti Julia, dari mulai rambut, serta perawakannya.
Kevin pun mencoba memanggil Dara untuk memastikan.
“Ra, Dara!” panggil Kevin pelan namun Dara tidak menoleh.
“Dih si Dara budek apa gimana sih. Dara ... Dara!”
Dara pun menoleh, tapi di penglihatan Kevi yang menatap ke arahnya bukanlah Dara melainkan Julia.
Wajah Julia terlihat jelas menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam serta wajah yang pucat serta baju seragam bersimbah darah.
Sontak Kevin terkejut dan mengusap-usap kedua mata dengan tangannya lalu kembali melihat ke arah Dara.
“Ada apa Kevin?” tanya Dara.
Sosok Julia itu menghilang, yang ia lihat hanya ada Dara.
Melihat tingkah Kevin yang aneh Dara pun menjadi bingung, wajah Kevin terlihat sangat tegang dengan mata yang melotot melihat ke arahnya.
‘Si Kevin kenapa sih?’ batin Dara bingung.
Seketika Kevin tersadar dan berhenti menatap ke arah Dara.
‘Tadi jelas-jelas aku melihat Julia,' batin Kevin.
Setengah jam berlalu tapi Kevin tidak kunjung menjawab satu soal pun, sedangkan murid yang lain sudah hampir menyelesaikannya.
Kevin larut dalam rasa ketakutannya sendiri hingga tidak memikirkan pelajarannya.
Kevin pun sempat melamun, dalam lamunannya itu Kevin merasakan ada yang menyentuh pundaknya dari belakang.
‘Siapa nih? Tapi kok tangannya dingin banget?’ batin Kevin.
Perlahan Kevin menoleh ke arah belakangnya dan ia sangat terkejut melihat sosok Julia tengah menatapnya dengan mata yang melotot.
“Aaaaaaa!” teriak Kevin hingga terjatuh ke lantai.
Seisi kelas langsung menoleh ke arahnya.
“Ja-jangan ganggu aku!” pekik Kevin.
Guru kimia yang sat itu terkejut dengan teriakan Kevin pun langsung menegur Kevin.
“Ada apa Kevin?” tanya guru itu.
Namun Kevin masih terduduk di lantai dengan wajah ketakutan.
“Kevin!” panggil guru itu.
“Gak ... Aku gak sengaja! Jangan ganggu aku!”
Kevin berdiri dan langsung berlari terbirit-birit keluar kelas, bahkan teriakan dari guru itu tidak dihiraukannya.
“Kevin kamu mau kemana? Kevin!” teriak guru itu di ambang pintu.
Kevin terus berlari sembari berteriak ketakutan, seisi kelas menjadi heboh dengan tingkah laku Kevin.
“Kevin kenapa?” ucap Via.
“Kesambet kali,” olok siswa lain sembari terkekeh tertawa.
__ADS_1
“Huss! Jngan asal bicara kamu!” tegur Via yang melihat sikap Kevin.
Beberapa siswa yang sempat bicara dengannya pun menjadi mempertimbangkan ucapan Kevin tadi pagi yang memberi tahu jika ia tengah di datangi oleh arwah Julia. Demikian pula dengan Dara yang melihat hal itu merasa curiga jika ada sesuatu terjadi pada Kevin.