Haunted School

Haunted School
Masa lalu Julia


__ADS_3

Agustus, 2022 sebelum kematian Julia.


Di minggu pagi yang cerah Julia sedang berolah raga mengayuh sepedanya menuju ke taman kota tempat favoritnya melepas kesedihan. 


Sesampainya di taman Julia memarkirkan sepedanya, dan menuju tempat duduk kosong di taman.


Julia pun duduk di sana, Julia yang sendirian di sana teringat akan kisah-kisahnya yang kelam tidak terasa air matanya pun menetes mengingat perilaku teman serta penjaga sekolah.


Secara Julia tidak sadari seseorang pria menghampirinya.


“Ini untukmu,” ucap pria itu memberikan tisu untuk Julia.


“Pak Ardi?” ujar Julia yang kaget bertemu dengan guru kima di taman.


“Kebetulan saya suka joging di taman ini, dari kejauhan melihat kamu, boleh saya duduk di sini?” ujar Pak Ardi.


“Bo-boleh pak,” sahut Julia seraya menggeser duduknya.


Ardi pun duduk di samping Julia.


“Ada apa kamu menangis?” ucap Ardi seraya menatap Julia.


“Emm, tidak apa-apa pak?” sahut Julia yang menundukkan wajahnya.


Julia malu jika gurunya mengetahui dirinya menangis.


“Setiap manusia mempunya masalah dan beban masing-masing tergantung kepada manusia itu sendiri,” ujar Ardi yang mencoba menenangkan Julia.


 “Pak ada tidak orang baik di dunia ini?” 


“Tergantung manusia itu sendiri Julia, jika mereka sudah tidak dapat mengendalikan ego dan sikap buruknya, maka dominan sikap buruk yang akan keluar, namun jika dia dapat mengendalikan penyakit hatinya maka dominan sikap baik yang akan muncul.”


Ardi pun mencoba menghibur Julia, semenjak pertemuan di taman itu membuat Julia serta Ardi menjadi dekat bahkan sangat dekat.


Sesekali Ardi yang tinggal sendiri di rumahnya membawa Julia ke rumahnya, Julia pun mulai merasa nyaman dengan Ardi tidak hanya baik sikap dewasa Ardi dan perhatiannya kepada Julia membuat dirinya muncul rasa cinta.


Di sore itu di saat semua murid telah pulang sekolah Julia menunggu Ardi di jalan tempatnya sering bertemu mereka berdua pun sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka sehingga untuk bertemu Julia harus secara diam-diam tanpa ketahuan temannya yang lain. 


“Maaf ya lama nunggunya,” ucap Ardi yang turun dari mobilnya.


“Iya tidak apa-apa Pak,” sahut Julia masuk ke dalam mobil Ardi.


Ardi pun menjalankan kembali mobilnya menuju rumahnya.


Di dalam perjalanan mereka berdua pun saling mengobrol satu sama lain.


“Bagaimana jika hari ini kita bikin kue di rumah saya,” ujar Ardi.


“Mmm, ide yang bagus pak,” sahut Julia dengan senyumnya.


“Baik kalau begitu kebetulan saya sudah membelikan bahan-bahannya.”

__ADS_1


“Iya pak,”


“Mmm, panggil Ardi saja ketika sedang berdua?” 


“Iya pak, eh Ardi.”


“Belum terbiasa ya,” ujar Adri yang tersenyum ke arah Julia.


Julia pun mengangguk kepalanya.


Tidak berselang lama mereka telah sampai di rumah Ardi.


“Ayo masuk,” ajak Ardi.


Julia pun masuk dan duduk di ruang tamu.


“Tunggu sebentar saya bikin kan minum dulu.”


“Tidak usah repot-repot pak, eh Ardi,” celetuk Julia secara spontan.


“Sudah panggil yang menurutmu nyaman saja Julia, saya tinggal ke dapur dulu.”


Ardi pun meninggalkan Julia ke dapur untuk membuatkan minuman kepada Julia.


Ardi mengambil sesuatu dari kantong celananya memasukkan obat tidur ke minuman Julia.


Setelah obat tidur itu masuk ke minuman Julia Ardi mengaduknya dan membawakan kepada Julia.


“Ayo di minum dulu,” ujar Ardi seraya menatap Julia.


Julia yang tidak merasakan curiga sama sekali kepada Ardi pun akhirnya meminumnya.


Beberapa menit setelah Julia meminumnya matanya terasa berat Julia mulai menguap beberapa kali dan merasakan kantuk yang sangat hebat.


Sampai akhirnya Julia tidak dapat menahan rasa kantuknya dan tertidur di sofa ruang tamu.


“Ardi yang melihat itu Julia telah tertidur pun mengendongnya menuju kamarnya.”


Aksi bejat mulai di lakukan Ardi kepada Julia.


Ardi mulai melepas kancing baju seragam Julia satu persatu, sampai tidak dan satu kain pun yang menutupi tubuh Julia.


Setelah itu Ardi pun mulai kembali mengauli Julia hingga dirinya merasa puas.


Tidak hanya itu saja setelah menjalankan aksi bejatnya Ardi mengambil ponselnya dan memfoto Julia yang tanpa busana.


Malam mulai tiba Julia pun mulai tersadar, saat dirinya tersadar Julia kaget melihat dirinya yang terbalut kain selimut tanpa menggunakan busana dan terlihat Ardi yang sedang tertidur di sampingnya tanpa memakai baju.


“Pak! Apa yang bapak lalukan?” ujar Julia yang mulai menangis.


“Maafkan saya Julia saya hilaf tapi, saya berjanji jika terjadi sesuatu dengan mu, saya akan tanggung jawab,” ujar Ardi meyakinkan Julia.

__ADS_1


 “Saya ingin pulang Pak,”


“Maafkan saya Julia, saya akan mengantarkan mu pulang,” ujar Ardi.


Julia memasang kembali bajunya yang telah lepas dari tubuhnya setelah selesai Ardi pun mengantarkan Julia pulang.


Di dalam mobil menuju rumah Julia, Ardi menggenggam tangan Julia serta meyakinkan Julia jika dirinya akan bertanggung jawab atas perbuatannya.


  “Julia aku berjanji jika terjadi sesuatu kepadamu, aku akan bertanggung jawab,” sahut Ardi meyakinkan Julia.


Tidak lama kemudian Adri pun sampai di depan rumah Julia, Ardi yang pandai berbicara dengan kedua orang tua Julian membuat kedua orang tuanya tidak merasakan curiga.


Ardi yang dapat membuat Julia yakin akhirnya hubungan terlarang itu terjadi tidak hanya satu kali.   


*** 


Tiga bulan telah berlalu Julia pun merasakan keanehan pada dirinya, ia sering merasakan pusing dan mual terkadang ia pun sampai tidak masuk sekolah.


Julia yang merasakan sesuatu yang tidak beres kepada dirinya pun memberanikan diri untuk membeli tespek di saat pelajaran tengah berlangsung Julia meminta ijin untuk pergi ke toilet.


Sesampainya di sana Julia mulai mengeluarkan alat pengetes kehamilan dan ternyata hasilnya positif Julia pun sangat bingung saat melihat hasilnya apa yang harus ia lakukan.


Selepas pulang sekolah Julia menunggu Ardi di tempat bisanya.


Ardi pun datang dengan mobilnya, setelah itu Julia pun masuk ke mobil Ardi.


“Pak ada yang mau Julia sampaikan kepada Bapak,” ujar Julia.


“Ya Julia ada apa, seperti serius sekali,” sahut Ardi.


“Julia hamil pak!” ucap Julia.


“Tidak mungkin! Itu tidak mungkin Julia, apa kamu tidak salah, apa jangan-jangan kamu hamil dengan yang lain,” ujar Ardi yang menuduh Julia.


“Pak ini, anak yang Julia kandung akan bapak, Julia tidak pernah melalukannya kepada siapa pun kecuali dengan bapak.”


“Tidak Julia tidak mungkin aku menikahimu, apa yang akan di katakan guru lain jika aku menikahimu,” sahut Ardi yang tidak mau mempertanggung jawab kan perbuatannya.


“Mana janji bapak yang akan menikahi Juli, Julia hanya minta pertanggung jawaban bapak jika bapak tidak mau Julia akan menceritakan ini kepada bu Yasmin,” ancam Julia.


“Oh sudah berani mengancam rupanya, silakan ceritakan kepada orang lain jika foto mu tidak ingin aku sebar luaskan dan aku akan bilang ke semua orang jika kamu yang menggodaku,”   ujar Ardi.


Ardi pun menghentikan mobilnya.


“Sebaiknya kamu turun dari mobilku!” ujar Ardi membentak Julia.


Julia pun dengan berat hati turun dari mobil pak Ardi sembari meneteskan air matanya.


 Hingga keesokan harinya selepas pulang sekolah Julia menuju ruang ganti, pikiran yang kalut serta beberapa kejadian yang membuatnya depresi di tambah lagi dirinya yang sedang hamil akibat perbuatan Ardi yang tidak mau bertanggung jawab membuat Julia nekat melalukan bun*uh diri.


“Bu, Ayah maafkan Julia. Julia tidak bisa membuat kalian bangga,” ucap Julia sembari menyayat nadi di pergelangan tangannya.

__ADS_1


Darah segar keluar dari pergelangan tangan Julia, di tambah rasa sakit yang Julia rasakan dirinya hanya mampu menangis dan menahan rasa sakit tersebut.   


__ADS_2