Haunted School

Haunted School
Akhir kisah


__ADS_3

Satu tahun telah semenjak semua telah terungkap sekolah Tunas Bangsa pun kini tidak pernah mengalami tragedi kematian siswa atau siswi kembali sekolah kini kembali tenang seperti di waktu dulu.


Hari ini pun tepatnya hari kenaikan para murid di sekolah tersebut, di mana Dara mendapatkan peringkat terbaik dari semua murid di kelasnya.


Dara yang akan meninggalkan sekolah pun terlihat sedih.


“Ada apa kamu bersedih bukannya hari ini hari yang sangat membahagiakan,” ujar Roy yang menghampiri Dara sedang duduk di koridor sekolah.


Dara yang belum menceritakan kepada Roy tentang dirinya akan pindah sekolah.


“Emmm, sebenarnya aku akan pindah ke sekolah keluar kota dan tinggal di sana,” ujar Dara yang bersedih.


“Mengapa kamu tidak bilang Ra?”


“Aku tidak mau kamu bersedih Roy,” ucap Dara seraya meneteskan air matanya.


Roy menggenggam tangan Dara dengan erat.


“Ra, aku berjanji akan menghampirimu nanti,” ujar Roy tersenyum kepada Dara.


 “Terima kasih Roy, kamu pria terbaik yang aku kenal,” sahut Dara.


“Bagaimana jika hari ini aku antar pulang kamu, aku ingin jalan-jalan sebentar bersama mu, apa kamu mau Ra.” 


Dara tersenyum menganggukkan kepalanya.


Dara pun pergi berdua dengan Roy menyelusuri jalan dengan menaiki motor sport milik Roy.


 Dara yang berada di belakang pun memeluk Roy dengan erat.


“Ra kamu janji ya di sana jangan membuka hati lagi selain aku,” ucap Roy seraya mengemudikan motornya.


“Apaan sih Roy, aku di sana tuh untuk sekolah, bukan untuk pacaran,” Dara yang menegaskan kepada Roy.


“Kali aja nanti ada cowok yang dekat sama kamu terus kamu lupa sama aku,” celetuk Roy.


“Roy, aku di sana untuk sekolah bukan pacaran!” Dara yang menegaskan kepada Roy.


“Iya-iya canda Ra,” sahut Roy.


Tidak berselang lama mereka berdua sampai di depan rumah Dara.


Dara pun menuruni motor Roy dan masuk berjalan masuk ke rumah.


“Dara tunggu,” ujar Roy yang turun dari motornya menghampiri Dara.


“Iya ada apa Roy?” tanya Dara.


“Kira-kira kapan kamu mau pindah?” tanya Roy.


“Mungkin minggu depan,” sahut Dara.


“Ada apa Roy?” Tanya Dara.


“Emm, tidak apa-apa ya sudah aku pulang dulu ya.”


“Iya Roy hati-hati.


*** 


Seminggu telah berlalu Dara pun pergi ke sekolah untuk berpisah kepada teman-temannya dan Roy.

__ADS_1


Mereka semua memeluk Dara melepas kesedihan.


“Ayo Dara kit berangkat,” tegur ayahnya.


“Dara hati-hati di jalan ya jangan lupakan aku!” pekik Mia.


Dara pun melambaikan tangannya kepada mereka semua.


Beberapa harinya telah berlalu  Dara pun telah masuk ke sekolah barunya  barunya terkadang dirinya terlihat murung di kelas teringat akan  teman lamanya dan juga Roy.


Bel telah berbunyi para siswa pun mulai masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan pelajaran yang akan di berikan oleh guru.


Tidak lama seorang bu guru masuk ke kelas Dara.


“Selamat pagi semuanya, sebelum ibu melanjutkan pelajaran ada murid pindahan dari sekolah lain yang akan memperkenalkan dirinya, silakan masuk Roy!” pekik bu Guru memerintahkan Roy masuk.


Roy pun membuka pintu kelas dan mulai berjalan menuju depan kelas.


“Roy,” celetuk Dara yang terkejut.


“Hai semuanya perkenalkan nama saya Roy Pratama, pindah dari sekolah Tunas Bangsa, senang sekali bisa bertemu kalian,” ucap Roy yang memperkenalkan dirinya.


“Roy kalau begitu kamu duduk dengan Dara kebetulan kursi kosong hanya di tempat Dara,” perintah bu guru.


“Baik bu,” sahut Roy yang berjalan menuju tempat duduknya.


“Hai ketemu lagi ya,” ucap Roy yang menegur Dara dengan tersenyum.


 “Roy kamu pindah ke sini?” tanya Dara yang tidak percaya.


“Iya kan aku sudah bilang aku akan mendatangimu nanti,” ucap Roy.


Dara yang mendengar itu pun sangat senang dan tersenyum kepada Roy, ia tidak menyangka Roy akan senekat itu untuk menghampiri dirinya.


“Di sini ada pamanku untuk sementara aku tinggal dengan pamanku di sini, sekali-kali belajar mandiri,” ujar Roy memberitahukan kepada Dara.


 “Para murid keluarkan buku paket kalian, ibu akan menjelaskan,” perintah bu guru.


“Baik bu,” ucap serentak para Siswa.


Seluruh siswa mulai memperhatikan penjelasan bu guru yang sedang menjelaskan di papan tulis, sementara Roy terkadang memperhatikan wajah Dara hatinya sangat senang karena dapat satu sekolah lagi dengan Dara.


Beberapa jam telah berlalu bel telah berbunyi petanda waktu istirahat telah tiba.


Roy pun mengajak Dara untuk pergi ke kanti bersamanya.


“Kita ke kantin YuK,” ajak Roy seraya menggandeng tangan Dara. 


Sesampainya di kantin Roy memesan makanan untuk Dara.


“Bu mie ayamnya dua sama teh esnya dua,” ucap Roy memesan makanan.  


“Iya nak tunggu ya,” ujar Bu kantin yang membuatkan pesanan Roy.


Roy berserta Dara yang menunggu pesanannya tiba pun mengobrol santai.


“Oh iya bagaimana dengan Mia?” tanya Dara.


“Mia baik-baik saja di sana dan sedang dekat dengan murid baru bernama Tomi, anak baru itu mirip sekali dengan almarhum Toni,” ujar Roy yang bercerita kepada Dara.


“Sukurlah jika Mia telah dapat tersenyum kembali selepas kepergian Toni,” sahut Dara.

__ADS_1


“Oh iya aku ingin bertanya, selama kamu sekolah di sini ada siswa yang mencoba mendekati kamu tidak?” tanya Roy yang memperlihatkan sikap cemburunya.


“Roy, kamu mulai lagi dah, jujur selama aku sekolah di sini aku merasa sepi dan selalu ke pikiran kamu.”


“Apa itu benar Ra, aku kira kamu lupa denganku.”


“Kamu bisa tidak serius kali ini saja.”


“Iya-iya aku hanya bercanda Ra.”


“Oh iya bagaimana nasib pak Ardi sekarang?” tanya Dara.


“Menurut info yang aku dapat pak Ardi di hukum seumur hidup karena kena pasal berlapis.” 


“Itu hukuman yang pantas untuknya dan perbuatannya,” ucap Dara yang teringat ketika Ardi melecehkannya.


 “Apa kamu masih trauma dengan tindakan pak Ardi denganmu Dara?” tanya Roy menatap tajam wajah Dara.


Tidak berselang lama pesanan mereka pun tiba Dara berserta Roy pun menikmati makanannya sambil mengobrol santai.


“Ra kamu belum menjawab pertanyaanku?” 


“Tidak Roy, aku sudah melupakan semuanya dan tidak ingin mengingatnya kembali,” sahut Dara.


Roy yang mendengar ucapan Dara seketika menggenggam tangan Dara.


“Ra aku berjanji akan selalu menjagamu,” ucap Roy dengan wajah serius.


“Terima kasih ya Roy,” sahut Dara yang tersenyum kepadanya.


“Oh iya pulang sekolah nanti aku antar kamu ya Ra.”


Dara menganggukkan kepalanya.


  Beberapa menit kemudian mereka berdua pun telah selesai mengantap makanannya.


“Berapa semuanya Bu?” tanya Roy.


“30 ribu saja sama minumnya Nak,” sahut ibu kantin.


Roy pun merogoh kantongnya mengeluarkan uang kertas 50 ribu.


“Ini bu kembalian untuk ibu saya, ayo Ra kita ke kelas sebentar lagi masuk,” sahut Roy yang menggandeng tangan Dara.  


Selang beberapa lama bel pun berbunyi petanda kegiatan belajar akan di mulai kembali.


Semua siswa duduk di bangkunya masing-masing dan telah siap untuk menerima pelajaran.


Denting bel pun berbunyi, semua murid telah keluar kelas.


Jam pulang sekolah, Dara dan Juga Roy pulang bersama di dalam Mobil Roy kembali mengungkapkan perasaannya dengan Dara, begitu pun Dara yang mengakui perasaannya terhadap Roy.


“Ra jangan tinggalin aku lagi ya,” ucap Roy yang mengemudikan motornya.


“Iya Roy, aku pernah bilang kepadamu, kamu adalah pria yang membuat aku merasa yaman serta bahagia,” ucap Dara yang berada di belakang.


Dara pun kini dapat membuka hatinya kembali saat Roy hadir dalam kehidupannya.


Tamat


Terima kasih kepada para reader HAUNTED SCHOOL jika terjadi penulisan dalam cerita ini mohon maaf ambil sisi positif dari cerita ini dan nantikan cerita author baru lainnya.

__ADS_1


 


__ADS_2