Haunted School

Haunted School
Pencarian Dara


__ADS_3

Malam harinya, Dara tengah sibuk mengerjakan PR di dalam kamarnya, dari rumah sederhana itu  terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok! Terdengar suara ketukan pintu.


Ibu Dar yang saat itu berada di ruang tamu itu pun membuka pintu, namun ia terlihat kebingungan karena tidak ada siapa pun di depan pintu.


Namun ia menemukan sebuah kotak yang di letakkan di depan pintu.


Saat ia membuka kotak itu ia langsung terkejut hingga berteriak, Dara yang saat itu berada di kamar pun langsung berlari menghampiri ibunya.


“Ibu kenapa?” tanya Dara.


Saat melihat sebuah kotak dengan penuh darah itu ia langsung berteriak.


Seekor tikus dengan keadaan kepalanya hancur serta penuh darah itu membuat Dara begitu takut serta terkejut. 


Ibu Dara langsung mengambil ponsel lalu menghubungi suaminya untuk memberitahukan apa yang terjadi.


Dengan cepat Dara mengambil gambar  kotak itu lalu membuang kotak berisi tikus tersebut.


Dara dan ibunya merasa sangat ketakutan, dengan cepat mereka mengunci semu pintu serta jendela.


Mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing, dalam kamar Dara mengirimkan sebuah foto kepada Roy.


“Apaan ini Ra?” tanya Roy dalam pesan.


“Ada yang kirim ini Roy ke rumahku,” balas Dara.


“Kamu harus hati-hati Ra, ini seperti peringatan dari seseorang,” balas Roy.


Dara tidak ingin memikirkan hal itu berlarut-latur ia lebih memilih untuk menyelesaikan PR dan tidur.


*** 


Pagi harinya, Dara telah melupakan permasalahan tadi malam. Ia berangkat sekolah seperti biasa.


Di tempat lain, Roy juga siap untuk menjemput Dara dengan mobilnya yang baru saja selesai di perbaiki.


“Ini Tuan kuncinya,” ucap Mang Surya.


“Petugas bengkel bilang apa Mag?” tanya Roy.


“Mereka bilang tapi rem mobil Tuan putus. Lebih tepatnya di potong,” sahut Mang Surya.


“Hah? Maksudnya gimana? Sengaja di potong?” tanya Roy.


“Iya Tuan, Mamang Liat sendiri tali rem itu terpotong sangat rapi,” sahut Mang Surya.


“Sialan siapa yang berani-beraninya mencoba mencelakakan aku!” ucap Roy geram.


Roy pun tidak jadi memakai mobil, ia memilih untuk mengendarai motor untuk menjemput Dara.


Roy pun melaju menuju rumah Dara, sementara Dara telah berdiri di pinggir jalan.


Tiba-tiba sebuah mobil menepi, seseorang berpakaian sebagai hitam serta mengenakan penutup wajah keluar dari mobil.


Dara pun terkejut dan mundur seketika, orang itu bergegas mendekat ke arah Dara dan langsung menarik tangannya.


“Aaaaa! Siapa kamu lepasin!” ucao Dara berontak.


Orang itu membekap mulut Dara dengan tangannya, sehingga Dara tidak dapat berteriak.


Denga kuatnya orang itu mengangkat tubuh Dara dan memasukkannya ke dalam mobil.


Dengan cepat orang itu masuk ke dalam mobil dan membawa Dara, dalam mobil Dara terus berontak  orang itu pun memukul wajah Dara hingga membuat Dara tak sadarkan diri.


Mobil itu melaju menuju sebuah kawasan yang jauh dari kota serta tidak ada penduduk di lokasi itu.


Mobil itu berhenti di sebuah rumah terbengkalai, dengan penuh semak serta akar pohon yang menghiasi dinding rumah tersebut.

__ADS_1


Dara yang sedari pingsan itu pun di ikat kedua tangan kakinya serta mulut ya di tutupi lakban.


‘Tidak akan aku biarkan siapa pun yang mengetahui kejadian itu!’ orang itu bermonolog.


Di tempat lain Roy sudah tiba di depan rumah Dara lalu mengetuk pintu rumah Dara.


“Permisi,” ucap Roy sembari mengetuk pintu.


“Iya sebentar,” terdengar suara dari dalam.


“Permisi Tante, saya mau jemput Dara,” ucap Roy.


“Loh Dara sudah berangkat dari tadi,” sahut ibu Dara.


“Dara kirim chat ke saya kalau dia nunggu di depan tapi saat saya sampai Dara gak ada, saya kira balik lagi ke rumah,” ucap Roy.


“Mungkin dia sudah berangkat naik ojol,” pikir ibu Dara.


“Ya sudah kali begitu Terima kasih ya Tante saya pamit dulu.”


Roy pun akhirnya berangkat pergi menuju sekolahnya, sesampainya di sekolah Roy bergegas masuk ke dalam kelas.


Saat itu yang ia lihat hanya Mia yang tengah duduk memainkan ponselnya.


“Dara mana?” tanya Roy.


“Loh bukannya biasa bareng kamu Roy?” tanya Mia.


“Hah? Jadi Dara belum datang? Tadi saat di jalan Dara chat aku dia bilang nunggu di depan jalan, tapi pas aku sampai Dara gak ada terus aku samperin ke rumahnya kata mamanya udah berangkat,” sahut Roy.


“Coba aku telepon Dara dulu,” ucap Mia sambil mencari nomor kontak Dara.


Mia pun mencoba menghubungi Dara namun secara tiba-tiba ponsel Dara sudah tidak aktif.


“Gak aktif, padahal 10 menit lalu aku masih chat sama dia,” ucap Mia.


“Roy! Roy!” panggil Mia.


“Kok melamun sih?”


“Aku baru ingat, tadi malam Dara mengirimkan ini ke aku,” ucap Roy sambil memberikan sebuah foto pada Mia.


“Iiihh! Ini apaan?” pekik Mia.


“Dara bilang ada seseorang yang meninggalkan kotak di depan rumahnya tadi malam, dan saat di buka isinya begitu.”


“Astaga Roy, bukannya ini seperti semacam peringatan,” ucap Mia.


“Makanya aku khawatir sama Dara,” ucap  Roy.


Karena sudah berada di sekolah mau tidak mau Roy harus mengikuti pelajaran sampai selesai, sepanjang pelajaran Roy terus memikirkan Dara, beberapa kali Roy mencoba menghubungi Dara namun ponsel Dara tidak kunjung aktif.


Hingga pulang sekolah Roy kembali ke rumah Dara untuk menanyakan keberadaan Dara kepada ibunya.


“Permisi!” ucap Roy.


“Eh kamu lagi,” ucap Ibu Dara.


“Tante Dara udah pulang?” tanya Roy.


“Belum tuh, kenapa memangnya?”


“Dara gak masuk sekolah tante, makanya saya ke sini lagi,” ucap Roy.


“Apa? Bukannya tadi pagi Dara berangkat ke sekolah?” tanya ibu Dara.


“tapi Dara gak ada di sekolah Tante,” sahut Roy.


Ibu Dara mulai terlihat panik, ia mengambil ponsel dan menghubungi beberapa saudaranya untuk menanyakan apakah Dara ada di rumah mereka, semua menjawab tidak ada.

__ADS_1


Ibu Dara semakin panik, hingga langit telah berubah gelap, Roy pun berinisiatif untuk mencari Dara dengan berkeliling kota.


“Tante kalau sampai besok Dara gak ada kabar mending tante lapor polisi aja, saya takut terjadi apa-apa terhadap Dara,” ucap Roy.


“Ya sudah nak Roy, kamu hati-hati di jalan ya.”


Roy pun menyalakan motornya dan melaju menyusuri jalan kota, ia bahkan menyusuri jalan-jalan  sepi dan gang sempit untuk menemukan Dara.


Pencarian Roy pun sia-sia, bahkan sampai larut malam. Hingga akhirnya Roy menyerah karena kelelahan dan pulang ke rumahnya.


Keesokan harinya Roy berjalan menuju kelas, tanpa sengaja ia menabrak pak Ardi yang tengah membawa tumpukan buku.


“Ma-maaf Pak saya tidak sengaja,” ucap Roy sembari membantu membenahi buku-buku yang terjatuh.


Disaat itu Roy melihat ada sesuatu di tangan pak Ardi, “Loh tangan bapak kenapa?” tanya Roy penasaran.


“Oh ini, dulu rumah orang tua bapak terjadi musibah kebakaran dan runtuhan bangunan yang terbakar itu mengenai tangan Bapak sampai seperti ini,” sahut pak Ardi.


“Wah serem juga ya,” sahut Roy.


Pak Ardi pun melangkah pergi, sedangkan Roy masuk ke dalam kelas dan menghampiri Mia.


“Mia. Aku ada satu permintaan,” ucap Roy menghampiri Mia.


“Apaan? Kok tiba-tiba,” 


“Ingat nanti kalau aku ada mengirim lokasi ke kamu lewat chat kamu kasih lokasi itu ke mamanya Dara,” ucap Roy.


 “Maksud kamu apa sih Roy?”


“Aku yakin Dara di culik dan aku tahu siapa penculiknya,” sahut Roy.


“Ya udah aku pergi dulu, ingat pesan aku Mia dan jangan beri tahu siapa pun dulu tentang masalah ini,” pinta Roy.


“Lah kamu balik?” tanya Mia.


“Iya aku pergi dulu!”


Roy pun berlari keluar gerbang sekolah dan pulang ke rumahnya untuk menyiapkan segala sesuatu yang ia butuhkan. Bahkan ia membawa ponsel cadangan yang dia selipkan di dalam jaketnya.


Dengan mengendarai motor, Roy menuju sekolahnya dan memantau dari jauh.


Hingga jam pulang sekolah pun tiba, semua murid telah keluar dari sekolah. Kondisi saat itu masih ramai ada banyak murid membeli makanan yang di jual para penjual di depa  sekolah.


Cukup lama Roy menunggu dan tiba saatnya orang yang ia tunggu muncul, orang itu adalah pak Ardi guru Kimia yang terkenal berparas tampan serta baik hati itu.


Terlihat pak Ardi berjalan menuju parkiran mobil yang terletak di luar sekolah itu, mobil itu pun melaju perlahan hingga sedikit jauh dari sekolah.


Roy mulai menyalakan mesin motornya dan membuntuti pak Ardi dari kejauhan.


Mobil terus melaju menuju sebuah perumahan yang cukup ramai hingga mobil itu berhenti di sebuah rumah yang ukurannya tidak terlalu besar itu.


Pak Ardi keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah itu. Roy pun mau tidak mau harus menunggu dari kejauhan.


Beberapa jam berlalu, terlihat sebuah mobil dengan jenis yang berbeda keluar dari halaman ruang itu, Roy pun bersiap untuk mengikuti mobil tersebut.


Roy cukup tertinggal jauh karena mobil itu melaju cukup cepat, di tambah lagi ada banyak pengendara di jalanan karena saat itu tepat jam pulang kerja.


Walau pun kesulitan akhirnya Roy bisa menyusul mobil tersebu, mobil itu melaju menuju arah luar kota.


Roy tanpa henti terus mengikuti mobil itu hingga sampai di sebuah kawasan sepi penduduk.


Roy mematikan motornya agar suara dari motornya itu tidak membuat pak Ardi curiga.


Roy menuntun motornya hingga sedikit dekat dengan lokasi rumah itu, Roy mengeluarkan ponselnya dan mengirim titik koordinat dimana ia berada kepada Mia.


“Mia ingat! Kalau aku sampai besok gak bisa di hubungi kamu telpon polisi dan kasih lokasi ini ke mereka,” tulis Roy di pesan.


Roy pun mengubah mode ponselnya menjadi mode senyap lalu meredupkan layar ponselnya untuk menghemat batrai.

__ADS_1


__ADS_2