Haunted School

Haunted School
Mimpi buruk Dara


__ADS_3

Di malam harinya Dara yang sedang belajar mendapat video call dari sang ayah.


Ayah dara yang bekerja sebagai TNI sering menghabiskan waktunya di luar kota sehingga untuk melepas rindu kepada keluarga ia menelepon atau video call kepada anak serta istrinya.


Dara yang mendapati panggilan video call dari ayahnya segera mengangkatnya.


“Kamu sedang apa sayang.”


“Dara sedang belajar Yah,” ucap dara seraya menatap layar ponselnya yang terlihat sang ayah sedang duduk di kamar.


“Oh iya tadi ayah menelepon ibu terus ibu menceritakan katanya di sekolahmu ada siswa yang bunuh diri.”


“Iya Yah, namanya Kevin teman sekelas Dara.”


“Kasihan dia, bagaimana sekolahmu di sana sudah mempunyai teman?”


“Sudah Yah, teman-teman Dara semua baik.”


“Oh iya kamu sedang belajar kelompok Ya?”


“Enggak Yah Dara sendirian di kamar.”


“Ah masa orang itu di belakangmu ada temanmu kok masih memakai seragam sekolah, nanti bilang sama temanmu suruh pulang dulu ganti baju dan ijin sama orang tuanya.”


“Yah Dara sendiri di kamar loh,” sahut Dara yang menoleh ke belakang namun tidak ada siapa-siapa.


“Aduh dara masa ayah bohong bentar ayah fotokan dulu nanti ayah kirim, ya sudah sayang sudah malam selamat istirahat.”


“Iya Yah, ayah baik-baik di sana,” sahut Dara mematikan panggilan Video dari ayahnya.


Tidak berselang lama ponsel Dara berbunyi ternyata dari sang ayah yang mengirikan foto melalui pesan chat.


Dara yang sangat antusias ingin melihat gambar yang di kirim ayahnya dan saat Dara membukanya ia pun terkejut saat melihat arwah Julia yang sedang berdiri dengan wajah yang pucat di belakangnya.


Dara pun langsung mengambil ponselnya dan menelepon Mia.


“Hallo, Mia ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu?” 


“Apa sih Dara serius banget.”


“Tunggu aku ngirim foto ke tempatmu coba kamu buka!”


“Iya tunggu jangan di tutup dulu teleponnya,” ujar Mia di telepon seraya membuka foto yang di kirimkan oleh Dara.


“Astagfirullah Dara kamu apaan sih mengirim foto ini malam-malam ini di belakangmu arwah Julia, aku tidak mau bahas hal ini malam-malam Dara kamu mengerti,” ucap Mia di telepon dengan nada yang kesal.


“Bukannya nakut-nakutin kamu Mia, tapi tadi ayahku Video call dan melihat Julia di belakangku setelah itu ayah memfotonya,” Dara yang menjelaskan melalui telepon.

__ADS_1


“Sudah ah, besok siang saja kita bahasnya aku takut nanti aku tidak dapat tidur,” ucap Mia sembari mematikan ponselnya.


“Mia, Mia tunggu.”


Tut ... Tut ...


Suara panggilan terputus.


    Mia yang ketakutan pun segera menutup ponselnya tanpa mendengarkan penjelasan Dara mengenai foto Julia yang berdiri di belakangnya.


Malam mulai semakin larut sesekali terlihat Dara yang mulai menguap menahan kantuk.


‘Sebaiknya aku tidur saja,” gumam Dara yang beranjak dari meja belajarnya menuju tempat tidurnya.


Dara mulai merebahkan dirinya di kasurnya yang empuk dengan mata yang tampak sayup-sayup.


Tidak berselang lama Dara mulai tertidur di dalam tidurnya ia bermimpi suatu kejadian lagi.


Di mana Dara yang sedang berada di sekolah melihat seseorang peria dari tampak belakang sedang berlari ketakutan.


Dara  yang sangat penasaran dengan seseorang pria itu pun mengikutinya.


Pria itu menaiki tangga yang menuju ke balkon atas gedung sekolah.


Saat ingin membuka pintu balkon Dara mengalami kesusahan pintu menuju balkon seakan-akan terkunci.


“Tolong! Tolong! “ pekik pria itu meminta tolong.


Dara berlari dan melihat pria itu dari atas balkon dengan kondisi yang sangat memperhatikan.


Lalu terlihat arwah Julia di pojok dengan memperlihatkan senyum penuh misterinya.


  Dara pun tiba-tiba terbangun dari tidurnya melihat jam yang berada di atas meja kamarnya, jam pun menunjukkan pukul 02.00 dini hari.


 ‘Aku bermimpi kejadian aneh kembali? Akan ada apa ini, dan anehnya lagi kenapa saat aku bermimpi wajah merek tidak terlihat,' Dara yang bermonolog.


Dara pun tidak mau ambil pusing mengenai mimpi itu ia memilih untuk melanjutkan tidurnya kembali.


Beberapa jam kemudian, jam yang berada di meja kamarnya berbunyi Dara yang mendengar alarm jamnya berbunyi kembali bangun dari tempat tidurnya.


Dara bergegas menuju kamar mandi, setelah beberapa menit Dara telah selesai mandi ia pun kembali mengenakan seragam sekolahnya lalu keluar dari kamar untuk menikmati sarapan yang telah di siapkan oleh ibunya.


Dara menikmati sarapan pagi dengan sang ibu, sembari mengobrol santai.


Dara bercerita kepada ibunya tentang sebuah kejadian yang menimpa sekolah itu sebelum dirinya pindah dari sekolah itu.


“Oh iya Bu, di sekolah Dara sekarang ada kasus serupa juga loh Bu, seorang siswi yang bernama Julia melakukan bunuh diri kamar ganti dengan cara menyayat tangannya,” Dara yang bercerita kepada ibunya.

__ADS_1


“Astagfirullah, ada apa sampai siswi itu melakukan hal seperti itu?” tanya Dara.


“Dara tidak tahu tapi kata teman-teman Dara, siswi itu siswi yang berprestasi di sekolah dan kejadiannya belum sampai sebulan,” Dara kembali menceritakan kepada sang ibu.


“Kasihan sekali siswi itu, sudah jangan di bicarakan lagi kasihan siswi itu,” tegur ibunya Dara.


Mereka berdua pun mencari topik obrolan lain sampai jam telah menunjukkan pukul 07.00 pagi.


Dara mulai bergegas berangkat ke sekolah dan tidak lupa berpamitan kepada sang ibu.


“Dara berangkat sekolah dulu Bu,” ujar Dara mencium kedua pipi ibunya serta punggung tangan sang ibu.


Sang ibu pun mengantarkan Dara sampai depan pintu rumahnya.


“Hati-hati ya Dara, sekolahnya yang fokus,” nasehat dari ibunya.


 “Iya Bu,” ucap Dara seraya berjalan keluar dari rumahnya menuju sekolah.


Setibanya di dalam kelas Dara kembali menceritakan mimpinya kepada sahabatnya Toni serta Mia.


“Mia, Toni sini,” seru Dara memanggil Mia.


Mereka berdua yang melihat Dara memanggilnya pun segera menghampiri Dara.


“Ada apa Dara?” tanya Mia.


“Aku tadi bermimpi aneh kembali?” ucap Dara.


“Mimpi apa memangnya?” tanya Toni.


“Aku bermimpi akan ada peristiwa buruk di sekolah ini,” ujar Dara.


“Ah yang benar Dara memangnya aku bermimpi apa,” kata Toni yang sangat penasaran.


“Aku bermimpi ada seseorang pria yang berlari-lari ketakutan di sekolah ini dan pria itu berada di atas balkon sekolah, dan yang paling mengerikannya lagi pria itu terjatuh dari atas balkon sekolah,” Dara yang berserta kepada kedua temannya perihal mimpinya tadi malam.


“Ih mengerikan sekali, kita harus mencegah kejadian itu Dara, kamu tahu siapa pria di mimpi mu itu?” tanya Toni.


“Tidak, aku hanya melihat pria itu dari belakang dan tidak melihat wajahnya,” sahut Dara.


“Lalu bagaimana kita mencari tahu tentang mimpi mu itu,” tanya Mia.


“Entahlah aku juga bingung, tapi aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan Julia, soalnya di mimpi aku melihat arwah Julia tersenyum penuh misteri ketika pria itu terjatuh dari atas balkon sekolah,” Dara yang kembali menjelaskan kepada kedua sahabatnya.


   


 

__ADS_1


 


   


__ADS_2