
Di malam harinya terlihat Ratna yang tengah cemas menunggu kepulangan Erlin, Ratna sedari tadi berjalan bolak-balik ke luar rumah.
Angga berserta Budi ayahnya pun sedang mencari Erlin di tempat yang biasanya Erlin datangi.
Tidak lama terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah Budi keluar dari dalam mobilnya berjalan masuk ke dalam rumahnya
Ratna yang sedang berada di ruang tamu menanti kedatangan mereka pun menghampiri mereka berdua.
“Bagaimana mas sudah menemukan Erlin?” Tanya Ratna yang berharap.
“Aku belum menemukan Erlin, Ratna,” ujar Budi seraya merasakan kekhawatiran kepada Erlin anak perempuan satu-satunya.
Tidak berselang lama terdengar suara motor Angga di depan halaman, Angga yang memarkirkan motornya berjalan masuk ke dalam rumah.
Ratna yang melihat Angga pulang mulai menaruh harapan besar kepadanya.
“Bagaimana Angga kamu sudah menemukan adikmu?” tanya Ratna.
“Belum Bu, Angga sudah cari Erlin ke tempat-tempat yang biasanya dia datangi, tapi belum menemukan Erlin,” ujar Angga yang memberitahukan ibunya.
“Erlin di mana kamu Nak?” ucap Ratna seraya meneteskan air matanya tidak dapat menahan ke khawatirannya kepada anak bungsunya.
Budi mencoba memeluk Ratna dan mengelus-elus pundak Ratna mencoba menenangkan sang Istri.
“Sudah Ratna, sekarang kita berdoa saja semoga Erlin kembali tidak ada hal buruk yang terjadi kepadanya,” ujar Budi mencoba menenangkan sang Istri.
“Bagaimana jika sampai besok Erlin tidak pulang Mas?”
“Aku akan melapor ke polisi atas kasus anak hilang,” ucap Budi.
“Sebaiknya kita istirahat saja malam sudah semakin larut ini sudah Jam 12 malam,” ujar Budi.
“Iya Mah, sebaiknya mamah istirahat Angga lihat sedari pagi mamah tidak ada istirahat entar malah mamah sakit,” celetuk Angga yang memberi perhatian kepada ibunya.
Mereka semua pun mulai kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Sementara di sisi lain Dara yang sedang tertidur dengan pulas di datangi sosok yang mirip sekali dengan Erlin.
Saat itu Dara mendengar ada yang mengetok jendela kamarnya.
Dara pun terbangun dari tidurnya melihat jam yang berada di atas mejanya.
Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
‘Siapa sih yang mengganggu malam-malam seperti ini’ Dara yang bermonolog.
__ADS_1
Dara yang penasaran pun berjalan mendekati jendela kamarnya dan membuka korden yang menutup kaca Jendelanya.
Saat Dara membuka korden kamarnya ia pun melihat Erlin yang tengah berdiri di luar dengan memakai baju tidur. Tampak seluruh tubuh Erlin terlihat basah di sertai wajah yang pucat.
‘Erlin, mengapa malam-malam seperti ini ke rumahku dan seluruh tubuhnya basah dari mana dia,' batin Dara yang bertanya-tanya.
“Tolong aku Dara aku kedinginan, “ ucap Erlin merintih kedinginan.
“Tunggu sebentar aku akan membukan pintu untukmu Erlin,” ujar Dara yang bergegas keluar dari kamarnya.
Dara yang telah keluar dari kamarnya berjalan menuju pintu utama, setelah berdiri di pintu utama Dara mulai membuka pintu tersebut lalu berlari menghampiri Erlin.
Akan tetapi setelah Dara berada di luar ia tidak melihat Erlin sama sekali di sana, Dara mencoba mencarinya sembari memanggil-manggil nama Erlin.
“Erlin! Kamu di mana?” pekik Dara mencari keberadaan Erlin.
Ibunya yang mendengar Dara berteriak-teriak memanggil nama temannya itu pun pergi keluar rumah untuk menghampiri Dara.
“Dara sedang apa kamu Nak di luar rumah jam segini?” tanya Ibunya
“Tadi Dara melihat Erlin teman Dara Bu, berdiri di depan jendela kamar Dara, pakainya basah Bu, Erlin meminta tolong Dara bahwa dirinya kedinginan,” tutur Dara menjelaskan kepada sang ibu.
Ibunya pun memperhatikan di sekitar luar rumahnya namun tidak melihat satu orang pun di saja.
“Iya waktu Dara membuka pintu Erlin tiba-tiba menghilang jadi Dara memanggil-manggil namanya.”
“Apa kamu tidak salah lihat Nak?” tanya ibunya.
“Tidak Bu, Dara yakin itu Erlin Bu. Dan Erlin memang haru ini tidak masuk sekolah Bu,” Dara mencoba meyakinkan ibunya.
“Tapi di luar tidak ada orang sama sekali,” kata Ibunya seraya kembali memperhatikan di sekeliling rumahnya.
Dara terdiam mendengar ucapan ibunya, ia mulai berfikir apa yang ia lihat itu adalah sosok arwah Julia yang menyamar menjadi Erlin atau kah sebaliknya itu arwah Erlin.
“Dara sebaiknya kamu kembali ke kamarmu, ibu sudah memperhatikan di luar rumah tidak ada apa-apa,” ujar ibunya.
“Iya Bu,” ucap Dara yang kembali ke kamarnya.
Sesampainya di kamarnya Dara merebahkan tubuhnya kembali di kasurnya, namun Dara tidak dapat tidur di saat itu ia memikirkan siapa yang sebenarnya yang ia lihat itu.
‘Apakah yang aku lihat tadi benar Erlin?’ batin Dara.
‘Jika iya mengapa di saat aku menghampirinya Erlin tidak ada?’ sambung kembali batin Dara.
Waktu berjalan begitu cepat namun mata Dara masih saja terjaga jam pun sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi.
__ADS_1
Dara yang melihat jam di atas mejanya pun terkejut.
“Sudah jam tiga pagi aku harus tidur, besok akan aku ceritakan kepada Toni serta Mia,” ucap Dara seraya mencoba memejamkan matanya.
Tidak berselang lama Dara pun mulai tertidur dengan lelapnya.
Keesokan paginya kedua orang tua Erlin melaporkan kasus hilangnya Erlin ke polisi.
“Terakhir bapak dan ibu liat anak ibu yang Erlin berada di mana?” tanya Polisi.
“Saya berserta istri saya melihat anak kami itu tidur di rumah Pak, akan tetapi di pagi harinya Erlin anak kami telah hilang, jendela kamarnya terbuka dan pintu rumah kami pun terbuka,” ujar Budi yang memberikan keterangan kepada pak polisi.
“Baiklah kasus hilangnya putri bapak dan ibu akan segera kami usut bapak dan ibu tunggu saja kabar dari kami,” sahut pak Polisi.
“Baik pak, kami serahkan kepada pihak berwajib untuk segera dapat menemukan anak kami,” Budi yang berharap kepada pihak berwajib.
“Terima kasih pak atas kerja samanya untuk dapat segera menemukan anak kami,” tutur Ratih.
“Baik ibu Ratih dan pak Budi serahkan saja kepada kami, kami akan secepatnya menemukan anak bapak,” sahut polisi tersebut.
Setelah selesai melaporkan hilangnya Erlin ke pihak berwajib mereka berdua pun segera pulang menanti kabar Erin dari polisi.
Tidak hanya itu saja kabar hilangnya Erlin pun terdengar sampai di sekolahnya, di saat jam istirahat Dara yang sedang duduk di bangkunya serta sedang mengobrol kepada Toni serta Mia.
Dara menceritakan kejadian malam itu dirinya bertemu dengan Erlin.
“Ah apa kamu tidak salah liat Dara, apa jangan-jangan arwah Julia menyamar menjadi Erlin lalu menakut-nakutimu,” ucap Mia.
“Tidak mungkin Mia, jika memang arwah Julia ingin menakut-nakutiku mengapa Julia tidak memakai wajah yang seram saja, dan aku melihat sekujur tubuh Erlin itu basah dan Erlin merintih kedinginan,” Jelaskan Dara kepada mereka berdua.
“Iya juga ya, aneh sekali,” sahut Mia.
“Apa jangan-jangan yang kamu lihat tadi malam itu adalah arwah Erlin yang sebenarnya,” Toni yang menyampaikan hasil pemikirannya kepada Dara.
“Entahlah Toni, tapi belakangan ini setelah kasus kematian mang Ujang aku tidak pernah bermimpi aneh kembali.”
“Ya semoga saja yang kamu lihat itu buka arwah dari Erli, jika memang ia berarti telah meninggal,” celetuk Mia.
“Ssttt, jangan ngomong yang tidak-tidak,” tegur Dara kepada Mia.
“Iya maaf Dara, aku hanya menyampaikan hasil pemikiranku saja,” sahut Mia.
Misteri hilangnya Erlin membuat mereka semua bertanya-tanya ke manakah Erlin pergi sebenarnya dan apakah Erlin masih hidup.
__ADS_1