
Tiga hari telah berlalu namun Erlin belum juga di temukan pihak keluarga belum mendapat kabar dari kepolisian jika mereka belum menemukan Erlin.
Rasa cemas, khawatir, serta sedih bercampur itu yang di rasakan oleh pihak keluarga tidak hanya itu para sahabat Erlin pun berupaya mencari keberadaan Erlin namun tetap saja belum membuahkan hasil.
Di saat jam pulang sekolah telah berlangsung Dara yang sedang merapikan bukunya tiba-tiba pandangannya terasa buram di tambah sakit kepala yang muncul tiba-tiba.
Dara pun memegang mejanya dan kembali duduk di bangkunya Mia yang melihat Dara seperti itu pun menanyakannya.
“Dara kamu tidak apa-apa?” tanya Mia.
Dara terdiam tidak menjawab pertanyaan Mia, matanya tertutup menahan sakit kepala yang tiba-tiba muncul.
Melihat kondisi Dara seperti itu Ia pun segera menghampiri Toni sedang menyiapkan peralatan sekolahnya.
“Toni, Dara kenapa?” ucap Mia menghampiri Toni.
“Ada apa dengannya?” tanya Toni.
“Aku pun tidak tahu,” sahut Mia.
Mereka berdua mendatangi Dara di tempat duduknya.
“Dara kamu tidak apa-apa ayo aku antar kamu ke UKS saja,” kata Toni.
Tidak lama Dara membuka matanya rasa sakit kepalanya yang tiba-tiba muncul pun hilang.
“Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi kepadaku, tadi aku merasakan pandanganku kabur di tabah rasa sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba, lalu aku memejamkan mata dan aku melihat Erlin yang sedang berdiri di atas jembatan dan Erlin terjun dari jembatan itu, dan di samping Erlin aku melihat arwah Julia,” ucap Dara menjelaskan apa yang ia lihat di dalam mata batinnya.
Mendengar ucapan Dara, Mia serta Toni pun terkejut.
“Apa Dara berarti yang kamu liat malam Erlin berdiri di depan Jendelamu adalah arwah Erlin,” celetuk Toni.
“Mengapa kamu bisa yakin?” ujar Mia.
“Aku pernah baca di artikel jika seseorang yang mempunyai kemampuan Indigo itu sering mengalami sakit kepala secara tiba-tiba dan saat itu mata batinnya melihat sesuatu kejadian yang telah terjadi ataupun yang belum terjadi, tadi yang kamu alami sekarang adalah kamu sedang meliat hal yang sedang terjadi kepada Erlin,” Toni yang menjelaskan kepada Dara serta Mia.
Dara yang mendengar penjelasan Toni pun terdiam sesaat.
“Dara apa lagi yang di tunggu ayo kita cari Erlin?” ajak Toni.
“Cari di mana Toni, di sini ada beberapa jembatan kita harus mencarinya di mana?” ucap Mia.
“Sudah itu kita pikirkan nanti, yang terpenting kita cari dahulu keberadaan Erlin,” celetuk Toni.
__ADS_1
“Iya benar apa yang di katakan Toni,” celetuk Dara.
Mereka bertiga pun bergegas mencari keberadaan Erlin di setiap jembatan.
Mia yang kala itu pulang ke rumah untuk mengambil kendaraannya sedangkan Dara di bonceng oleh Toni, mereka bertiga mulai mencari Erlin.
Setiap ada jembatan mereka memarkirkannya motornya mencari sesuatu yang bisa mereka jadikan sebuah petunjuk.
Sudah 4 jembatan yang ada di daerah itu mereka cari namun tidak menemukan petunjuk satu pun sampai tiba di jembatan terakhir.
Mereka berdua memarkirkan motor mereka di bawah jembatan setelah itu mereka bertiga mulai menyelusuri di atas jembatan.
Toni berada di sebelah kiri jembatan sedangkan Dara berserta Mia berada di kanan jembatan mereka bertiga berpencar menyelusuri di tas jembatan.
“Dara! Mia, aku menemukan sesuatu” pekik Toni yang memegang sobekan kain berwarna putih di atas besi penghalang.
“Tunggu Toni,” pekik Dara yang sangat antusias.
Saat Dara ingin menyeberang secara tiba-tiba sebuah motor melaju begitu cepat hampir saja menyerempetnya.
Karena kaget Dara pun langsung mundur dan terduduk di aspal.
“Astaga hampir aja!” ucap si pengendara motor.
Rupanya pengendara motor itu adalah Roy yang tidak sengaja melintas di tempat tersebut.
“Kami cari Erlin,” sahut Dara.
Dara bergegas berdiri dan berjalan menghampiri Toni dengan kaki yang pincang.
“Kamu nemuin apa?” tanya Dara.
“Ra kamu gak apa-apa?” tanya Mia.
“Gak, aku gak apa-apa.”
“Tapi kaki kamu.”
“Gak apa-apa Cuma lecet aja,” sahur Dara.
Toni pun mengambil sobekan kain itu dan memberikannya kepada Dara.
“Aku nemuin ini, bukannya bahan kainnya mirip sama seragam sekolah kita?” tanya Toni.
Dara pun memegang kain tersebut, seketika Dara kembali mendapatkan penglihatan.
__ADS_1
Kejadian Erlin, dalam penglihatannya yang tidak terlalu jelas itu hanya menampilkan seperti gambaran-gambaran dimana posisi Erlin.
Dara melihat Erlin hanyut di sebuah sungai dan penglihatan itu kembali menghilang.
Dara pun menyimpan sobekan kain itu dan memasukkan ke dalam sakunya.
“Ini udah sore banget gimana kalau kita lanjutkan besok aja,” ucap Mia.
“Iya aku setuju, kita udah ke beberapa jembatan tapi belum menemukan titik terang, lagi pula kaki kmu terluka Ra,” sahut Toni.
“Ya sudah kita pulang dulu,” sahut Dara.
Mereka pun sepakat untuk pulang ke rumah, sementara itu Roy yang sedari tadi turun dari motornya itu pun menawarkan diri untuk mengantar Dara pulang ke rumahnya.
“Ayo naik, aku antar pulang,” ucap Roy.
“Aku gak apa-apa kok.”
“Gak apa-apa dari mana, kaki aja jalannya pincang. Ayo naik aku antar,” ucap Roy bersikukuh.
Dara pun mau tidak mau naik ke atas motor Roy. Motor pun melaju dengan kecepatan tinggi melintasi kota dan menuju rumah Dara.
Sesampainya di rumah Dara, Dara turun dari motor tersebut, “terima kasih sudah mau antar aku pulang,” ucap Dara.
“Maaf aku gak sengaja tadi,” ucap Roy
“Iya gak apa-apa, aku masuk dulu ya,” sahut Dara.
Dara pun masuk ke dalam rumahnya, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Dara pun berganti pakaian lalu membersihkan luka yang ada dikakinya.
Dalam kamarnya Dara memandang penuh kain berwarna putih itu dan mencoba beberapa kali mencari gambaran yang sempat ia lihat saat berada di jembatan itu.
Sempat terulang lagi penglihatan yang sempat ia lihat sebelumnya, Erlin berjalan dengan tatapan kosong ke sebuah jembatan dan berhenti di atasnya.
Erlin pun terjun lalu hanyut terbawa arus sungai yang saat itu cukup deras, hingga Erlin tidak dapat bertahan dan tenggelam.
Kenudian Dara mendapat penglihtan, tubuh Erlin mengapung di sungai dengan banyak pohon-pohon di samping kanan dan kiri sungai itu dan tubuh Erlin tersangkut di salah satu pohon yang tumbang ke sungai.
Akhirnya Dara bisa menemukan dimana tubuh Erlin berada, lokasinya cukup jauh dari jembatan yang mereka datangi terakhir kali.
Namun sangat tidak mungkin untuk Dara keluar rumah saat malam hari seperti ini, mau tidak mau Dara harus menunggu hingga besok pagi.
Dara pun memberi tahukan kepada Toni dan Mia jika ia tahu dimana tubuh Erlin berada lewat pesan chat.
__ADS_1
Mereka pun sepakat untuk kembali mencari tubuh Erlin lagi besok paginya.