Haunted School

Haunted School
Berkunjung ke makam Toni


__ADS_3

Sementara itu pak Ardi yang tergeletak di lantai dengan kaki dan tangan yang di ikat itu, akhirnya di borgol dan di bawa ke mobil polisi tanpa pintu itu.


Pak Ardi langsung di gelandang ke kantor polisi untuk di proses lebih lanjut.


Sementara itu, Ibu Sarah yang mengetahui bahwa Pak Ardi merupakan pelaku penculikan serta pembunuhan terhadap muridnya itu sangat marah. Ia menyatakan akan melakukan segala cara untuk memastikan pak Ardi mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.


Ibu Sarah yang merupakan seorang wali kelas itu, berjanji untuk memperjuangkan keadilan bagi anak didiknya dan orang lain yang pernah menjadi korban penculikan. Dia berkomitmen untuk membantu melawan tindakan kejahatan seperti penculikan dan melindungi hak-hak mereka.


Sementara itu di kantor polisi para wartawan sudah berdatangan untuk meliput, para kepolisian mengadakan pertemuan dan akan mengumumkan satu persatu apa yang telah ia perbuat.


Di depan sorotan kamera, seorang polisi bintang tiga iti berbicara di hadapan para mencari berita.


“Pak apa profesi pelaku pak?” tanya salah satu wartawan.


“Pelaku adalah guru di SMA tersebut lebih tepatnya guru Kimia,” ucap polisi tersebut.


“Apa saja yang telah pelaku perbuat? Katanya ada unsur pelecehan juga apa benar itu pak?”


“Benar, ada dua orang korban yang pertama korbannya sudah meninggal bunuh diri dan yang ke dua masih di rumah sakit. Jadi pelaku bisa dapat pasal berlapis. Pembunuhan, pelecehan, penganiayaan serta penculikan.”


Dari balik TV yang ada di rumah sakit Dara menonton berita tersebut, terlihat pak Ardi tengah berdiri tertunduk lesu mengenakan seragam orange dengan wajah yang di tutup.


Ia sangat lega karena pelaku pembunuhan Toni sudah di tangkap.


Namun Dara masih trauma dengan pelecehan yang pak Ardi lakukan.


Sementara itu Roy terbaring lemas dengan sebuah kantung darah di samping kantung ingusnya.


Roy masih belum sadar karena terlalu banyak kehilangan darah, luka yang di alami Roy rupanya bukan hanya luka tusukan tapi juga terdapat sobekan di pelipis  dan memar di seluruh tubuhnnya.


Sementara itu Mia berlari menuju ruang rawat tempat Dara di rawat.


“Dara!” ucap Mia yang langsung memeluk Dara dengan erat.


“Aku kira aku gak akan bisa melihat kalian lagi sama seperti Toni,” ucap Mia sambil menangis.


“Aku nggak nyangka pak guru yang selama ini aku sanjung adalah pembunuh semua siswi pada heboh dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.”

__ADS_1


“Sebenarnya aku sudah mencurigai pak Ardi tapi saat itu aku masih ragu,” sahut Dara.


“Kenapa kamu bisa tahu?”


“Aku melihat arwah Julia sering mengikutinya,” sahut Dara.


*** 


Beberapa hari berlalu, Dara masih terus mengikuti perkembangan proses hukuman yang akan di jalani oleh pak Ardi. 


Tak ada lagi rasa iba atau pun kasihan terhadap pak Ardi bahkan rasa benci yang muncul ketika ia teringat akan kejadian tersebut.


“Gimana Roy?” tanya Dara.


“Masih sakit sih tapi gak terlalu,” sahut Roy.


“Makasih ya Roy, kalau bukan karena kamu aku pasti gak ada di depan kamu sekarang,” ucap Dara.


“Sama-samabRa, lagian aku nggak akan mungkin membiarkan orang yang aku sayangi terluka,” sahut Roy.


“Oh iya, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku nada di situ?” tanya Dara.


“Akhirnya aku berpikiran untuk mengikuti kemana  pun pak Ardi pergi hingga aku sampai di tempat itu,” sambung Roy.


Luka yang di alami Roy pun berangsur sembuh dan akhirnya di perbolehkan untuk pulang.


*** 


“Ra kita ke makan Toni yuk,” ajak Mia.


“Boleh, gimana menurut kamu Roy?” tanya Dara.


“kalau aku sih ayo aja,” sahut Roy.


“Gimana kalu besok pagi, besok kan minggu,” usul Mia.


“Ya udah kalau begitu besok pagi aku jemput ya,” ucap Roy.

__ADS_1


Pagi harinya Roy pun menjemput Mia dan Dara, mereka bertiga berangkat menuju kompleks pemakaman umum tempat Toni di makamkan.


“Ton, maaf ya kami baru datang. Pembunuhmu sudah di tangkap sekarang kamu bisa beristirahat dengan  tenang Ton,” ucao Mia.


“Kami akan selalu mengingat kamu Toni sebagai kawan terbaik,” ucap Dara.


Saat itu Dara melihat ada bayangan putih tengah berdiri di hadapan mereka dan itu adalah Toni. 


Toni menatap mereka dengan wajah yang tesenyum dan bercahaya.


“Semoga kamu tenang ya Toni, dan mendapatkan tempat terbaik,” ucap Roy.


Usai berdoa dan menabur bunga mereka bertiga pun pulang ke rumah masing-masing.


Meski situasi sedang tidak menyenangkan, Dara, Roy, dan Mia tetap memegang keyakinan bahwa sekolah adalah tempat mereka untuk belajar dan berkembang. Mereka menyadari bahwa kejadian yang terjadi tidak bisa menghambat mereka untuk meraih prestasi dan memperoleh pendidikan yang baik.


Mereka datang ke sekolah dengan semangat yang sama seperti biasanya, walau pun sekolah mereka kini memiliki reputasi buruk akibat kasus penemuan mayat Toni dan penculikan yang pak Ardi lakukan.


Namun, mereka yakin bahwa sekolah akan menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk belajar.


Dalam setiap pelajaran, Dara, Roy, dan Mia menunjukkan kinerja yang baik. Mereka fokus pada pembelajaran dan mengerjakan tugas mereka dengan sungguh-sungguh. Meski terkadang ada pikiran tentang kejadian buruk yang terjadi, mereka terus berusaha untuk tidak terganggu dan tetap fokus pada pendidikan.


Saat jeda istirahat atau pembatalan kelas, mereka pun bergabung dalam berbagai kegiatan sosial dan ekstrakurikuler. Mereka berpartisipasi dalam diskusi, klub sastra, dan kegiatan olahraga, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, mengekspresikan diri dan bergaul dengan teman sebaya.


Dara, Roy, dan Mia juga membentuk kelompok  secara tersediri untuk berdebat tentang banyak hal, mereka membicarakan tentang materi pelajaran dan mengajarkan satu sama lain hal yang mereka ketahui, menjadikan mereka lebih dekat satu sama lain dan menjalin hubungan persahabatan yang saling mendukung.


Meskipun situasi mereka tidak sepenuhnya ideal, Dara, Roy, dan Mia tetap menunjukkan bahwa keberanian dan semangat belajar akan membawa mereka ke arah yang benar. Mereka yakin bahwa mereka dapat mencapai impian mereka jika tetap bersemangat dan berusaha keras.


Khusunya Mia yang bercita-cita ingin menjadi pengacara setelah apa yang terjadi pada Toni yang membuatnya sangat sedih dan kehilangan.


Karena sebenarnya Mia bukan melihat Toni hanya sebagai teman se kelas melainkan seseorang yang membuatnya tertarik, itu sebabnya Mia adalah orang yang paling terpukul atas kematian Toni.


Sementara itu Dara kembali bertemu dengan  arwah Julia.


“Terima kasih,” ucap Julia.


“Sama-sama, sekarang kamu bisa tenang di alami,” ucap Dara.

__ADS_1


Julia pun mengangguk dan tersenyum ke arah Dara, tubuhnya yang transparan iti perlahan memudar dan menghilang begitu saja.


‘Tenanglah kamu di sana Julia, semua sudah berakhir,’ Dara bermonolog.


__ADS_2