
Keesokan harinya di saat di saat pelajaran akan di mulai bu Yasmin memasuki kelas untuk memberikan informasi.
“Selamat pagi, sebelum pelajaran di mulai ibu ingin memberitahukan informasi kepada kalian semua dan juga menanyakan sesuatu hal. Toni sudah satu hari ini tidak pulang menurut orang tuanya tadi malam Toni keluar dari rumah dan sampai detik ini belum pulang ponselnya di hubungi juga tidak aktif jika kalian mengetahui keberadaan Toni ibu harap beritahu Toni bahwa kedua orang tuanya mencarinya,” bu Yasmi yang berkata kepada semua.
“Dara!” seru Mia dengan nada pelan.
“Iya Mia, Toni pergi ke mana ya?”
“Iya aku jadi khawatir kepadanya selama aku kenal Toni dia tidak bisa seperti ini, apa jangan-jangan Toni di culik.”
“Jangan berfikir yang tidak-tidak semoga saja Toni baik-baik saja,” sahut Dara.
Mereka berdua pun menghentikan percakapan mereka mendengarkan materi dari bu Yasmin.
“Bagaimana kalian sudah mengerti yang ibu jelaskan jika sudah buka buku paket kalian kerjakan halaman 7, satu sampai sepuluh ibu mau ke kantor sebentar nanti kalau kalian sudah selesai tolong kumpul, Dara nanti jika ibu belum masuk kamu bawa buku ke meja ibu ya,” perintah bu Yasmin.
“Baik Bu,” sahut Dara.
“Ibu tinggal dulu jangan membuat kegaduhan, kerjakan tugas yang ibu beri sampai selesai.”
“Baik bu,” sahut serentak semua murid.
Semua murid pun mulia sibuk mengerjakan soal yang di tugaskan oleh bu Yasmin, ada yang mengerjakan sendiri ada pula yang mencontek satu sama lain.
30 menit telah berlalu mereka semua masih sibuk mengerjakan tugas kecuali Dara.
“Akhirnya selesai juga,” ujar Dara yang menutup bukunya.
“Dara!” seru Mia
“Iya Mia ada apa?”
“Soal nomor tujuh aku tidak bisa mengerjakannya aku boleh melihat punyamu,” ujar Mia yang ingin meniru hasil jawaban Dara.
“Iya nih, aku mau ke toilet dahulu kebelet nih, nanti kalau sudah taruh aja bukunya di atas mejaku,” ujar Dara memberikan bukunya kepada Mia sembari berjalan menuju toilet.
Mia pun langsung membuka buku Dara menyalin jawaban Dara yang ia tidak bisa kerjakan.
Sementara itu Dara telah selesai membuang hajat kecilnya ia pun menuju washtafel untuk mencuci tangan.
Saat Dara berada di washtafel ia sangat terkejut dengan tulisan yang berada di cermin yang berada di atas washtafel.
Tulisan yang di tulis dengan darah bertulisan “Hati-hati”
Setelah itu Dara melihat arwah Julia di cermin yang sedang berdiri di belakang dirinya.
Dara pun membalikkan badannya dan mencoba berinteraksi kepada Juli.
“Kenapa kamu masih berada di sini Julia? Bukannya semua telah berakhir?” ucap Dara bertanya kepada Julia.
Julia hanya terdiam saja, dan menyampaikan dua buah kata yang membuat Dara bingung.
__ADS_1
“Berhati-hatilah,” ucap Julia lalu menghilang.
“Julia! Julia! Apa maksudnya!” pekik Dara memanggil-manggil Julia untuk meminta penjelasan kepadanya.
Namun Julia pun tidak kunjung muncul.
‘Ada apa lagi sebenarnya apakah misteri ini belum selesai,' batin Dara yang bertanya-tanya.
Dara pun keluar dari toilet untuk kembali ke kelasnya di, saat ingin menuju ke kelasnya lagi-lagi Dara melihat Toni yang sedang berjalan, di saat itu tidak ada siswa lain yang keluar selain dirinya karena semua siswa sedang menerima pelajaran di kelas masing-masing.
Dara yang melihat Toni berjalan pun memanggilnya.
“Toni! Toni tunggu!” Seru Dara memanggil Toni.
Namun Toni tidak memedulikan panggilan Dara Toni tetap berjalan dengan padangan lurus ke depan.
Dara yang sangat penasaran pun mencoba mengikuti Toni, ingin menanyakan kepadanya mengapa dua hari ini dia menghilang tidak ada kabar.
Dara terus mengikuti Toni sampai menuju belakang sekolah Toni berhenti namun tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya Dara yang terkejut pun menoleh.
“Sedang apa kamu di sini?” ujar Roy bertanya kepada Dara.
“Aku melihat Toni itu dia di sa–,” ucap Dara yang terhenti melihat tidak ada siapa-siapa di belakang sekolah hanya semak-semak belukar dan dirinya saja.
“Kamu melihat siapa Toni? Mana Toni?” tanya Roy yang bingung.
“Tadi aku melihatnya di sana, tapi kok tidak ada,” sahut Dara yang mengaruk kepalanya namun tidak gatal.
“Iya Roy, oh iya kamu kok bisa tahu aku berada di sini?” tanya Dara.
“Aku mencarimu karena sebentar lagi pelajaran akan berakhir di saat aku ke luar kelar untuk mencarimu aku melihat kamu keluar dari toilet dan berjalan menuju belakang sekolah lalu aku ikutin saja,” sahut Roy.
Mereka berdua pun berjalan menuju kelas sesampainya di kelas Dara pun membawa semua buku tugas ke meja bu Yasmin.
“Permisi Bu,” ucap Dara.
“Ya Dara masuk, letakkan bukunya di meja ibu.”
“Baik bu,” sahut Dara.
Dara membuka semua buku ke meja bu Yasmin setelah selesai Dara pun kembali ke kelas.
Sesampainya di kelas tidak lama kemudian bel pun berbunyi dua kali petanda waktu istirahat telah tiba.
“Ke kantin Yuk Dara?” ajak Roy.
“Aku bawa bekal, aku tidak ke kantin,” sahut Dara menolak ajakan Roy secara halus.
“Ya sudah aku di kelas saja menemanimu makan,” sahut Roy yang duduk di samping Dara.
Terlihat Dara yang malu di lihat Roy dan tidak menghabiskan bekalnya.
__ADS_1
“Kenapa tidak habis bekalnya?” tanya Roy.
“Kenyang di liatin kamu terus,” sahut Dara yang tersipu malu.
Mia pun datang untuk meledak mereka berdua.
“Cie, cie yang lagi pacaran so sweet banget makan saja di tungguin,” ledek Mia.
“Nih mengganggu saja,” celetuk Roy.
Tiba-tiba Dara teringat akan pesan Julia dan juga melihat Toni. Dara memberitahukan kepada Mia serta Roy.
“Oh Iya sewaktu aku di kamar mandi tadi aku melihat tulisan yang tertulis dari darah di cermin tulisannya hati-hati, setelah itu tidak lama kemudian Julia muncul dan berkata sesuatu.”
“Apa Dara, Julia bilang apa kepadamu?” tanya Mia yang sangat antusias.
“Julia berpesan berhati-hatilah aku bingung mengapa dia muncul kembali.”
Roy yang mendengar penjelasan Dara pun terkejut sampai detik ini Dara belum pernah cerita kepada Roy hanya kepada Mia dan Toni saja jika dirinya dapat melihat Julia.
“Apa kamu bisa melihat Julia? Kenapa kamu tidak pernah bercerita kepadaku.”
“Mmmm, maaf aku tidak bermaksud merahasiakan ini kepadamu hanya saja aku takut kamu tidak percaya.”
“Kamu ingat di kala aku membantumu mencari Erlin yang hilang awalnya aku tidak percaya tapi setelah aku apa yang kamu bicarakan itu benar barulah aku benar-benar percaya dengan hal semacam itu, lalu apa maksud Julia berkata seperti itu kepadamu?” tanya Roy dengan antusias.
“Entahlah saat aku minta penjelasan kepada Julia dia pun menghilang, tapi menurutku Julia memberikan isyarat kepada kita agar berhati-hati,” ucap Dara kepada mereka berdua.
“Lalu tadi yang kamu melihat Toni apakah benar?” tanya Roy kembali.
“Kamu melihat Toni di mana Dara?” tanya Mia yang sangat penasaran.
Dara pun menceritakan kepada Mia saat dirinya melihat Toni.
“Aneh sekali masa Toni kamu panggil-panggil tidak menyahut,” ujar Mia yang merasa ada yang aneh.
“Entahlah aku pun bingung dengan semua ini apa lagi setiap malam aku bermimpi pria yang mempunya tanda luka bakar di pergelangan tangannya melecehkan Julia, aku bingung ada apa ini semua misteri apa sebenarnya di sekolah ini,” ucap Dara yang merasa kesal dengan semu teka-teki yang haru dia pecahkan.
“Kamu tidak sendiri Dara, ada aku ada Mia, yang akan memecahkan misteri ini tapi sebaiknya kita cari keberadaan Toni dahulu setelah pulang sekolah, bagaimana apa kalian setuju,” tanya Roy.
“Iya aku setuju dengan Roy,” ujar Mia.
“Kamu bagaimana Dara?” tanya Roy.
“Iya aku setuju Roy,” sahut Dara.
“Baiklah setelah pulang sekolah kalian ikut aku saja pakai mobilku kebetulan hari ini aku membawa mobil, kita cari Toni bersama-sama,” ucap Roy.
Mereka bertiga pun berinisiatif mencari keberadaan Toni selepas pulang sekolah, karena rasa setia kawan mereka bertiga kepada Toni cukup besar sehingga mereka ingin mencari keberadaan Toni.
Tidak lama bel pun berbunyi pertanda pelajaran akan segera di mulai, semua siswa serta siswi yang sedang berada di luar kelas pun mulai masuk ke kelas masing-masing untuk menerima pelajaran.
__ADS_1
Begitu pun Dara berserta yang lain yang tengah duduk di bangku mereka masing-masing.