
Terutama di Internet.
Postingan mengenai Kota Jiang di internet, berita Kota Jiang dan bahkan di semua forum besar dan kecil di Kota Jiang, hampir semuanya membicarakan 'Dokter Dewa Lin'.
'Mengejutkan! Dokter Dewa Kota Jiang muncul, akupunktur selama lima menit dan menarik pasien kembali dari ambang kematian!'
'Apakah Hua Tuo (ahli bedah legendaris di zaman Dinasti Han) masih hidup? Ataukah Bian Que (seorang dokter terkenal di zaman kuno) terlahir kembali? Dokter Dewa Lin memberi tahu dunia apa itu Pengobatan Timur!'
'Kebanggaan Pengobatan Timur, tulang punggung Huaxia! Dokter Dewa Lin membuat Dokter Pengobatan Barat memujanya dalam lima menit!'
'...'
Serangkaian topik berita utama meledakkan jaringan internet di semua tempat di Kota Jiang.
Dalam waktu sesaat.
Tiga kata 'Dokter Dewa Lin' hampir seperti komet yang gemerlapan di Kota Jiang.
Tapi Steve Lin sama sekali tidak peduli dengan semua ini.
Jika bukan karena dia tidak bisa mentolerir kesombongan Mike, dia juga malas untuk turun tangan.
Pada saat ini, Steve Lin sedang mengendarai sepeda motor listrik, dengan santainya pergi menuju Taman Liyuan.
Tapi saat dia baru saja tiba di pintu rumahnya, tiba-tiba melihat tiga orang, Henny Bai, Eric Bai dan Yeri Shen, yang ternyata sudah menunggu di pintu sejak awal.
Khususnya saat Steve Lin baru saja memasuki rumah.
Sshh!
Tatapan ketiga orang itu datang menyapunya, setiap orang mengawasinya dengan serius.
__ADS_1
“Sayang, apa yang sedang kalian lakukan?” Ekspresi wajah Steve Lin menjadi sedikit kaku, tapi dia tetap tersenyum dan menyapa mereka.
Melihat Steve Lin membawa sebuah keranjang sayuran besar dan sayuran yang penuh di dalamnya.
Sudut mulut Henny Bai sekeluarga berkedut.
Mereka masih tidak bisa mempercayai Steve Lin dan Dokter Dewa yang ada di dalam siarang langsung TV memiliki hubungan.
Bagaimanapun, Steve Lin yang berada di sebelah mereka ahli dalam mencuci baju, memasak, membeli sayuran dan mengepel lantai.
Dan Dokter Dewa Lin dalam siaran langsung.
Membangkitkan orang dari kematian, tidak berperasaan dan penuh percaya diri!
Sama sekali tidak mungkin mereka adalah orang yang sama.
"Steve Lin, aku bertanya padamu. Kamu pergi ke mana tadi?"
"Beli sayur!" Steve Lin tercengang, kemudian menunjuk ke keranjang sayur dan berkata.
"Apa kamu benar-benar pergi belanja sayuran? Atau ada orang yang membantumu membeli sayuran dan kamu malah pergi ke rumah sakit?"
Begitu Henny Bai menyelesaikan pertanyaan ini.
Tatapan ketiga orang yang menatap Steve Lin menjadi semakin rumit dan lebih cermat.
"Pergi ke rumah sakit?"
Steve Lin menggaruk kepalanya dengan wajah polos dan berkata,
"Aku tentu saja pergi ke pasar sayur untuk membeli sayuran. Buat apa pergi ke rumah sakit?"
__ADS_1
Pada saat ini, kemampuan aktingnya benar-benar layak disebut acting level Oscar.
Baik itu garuk-garuk kepala ataupun ekspresi wajah yang polos, semuanya menunjukkan ketidak berdayaan dan kesedihan seorang suami rumah tangga yang membeli sayuran dan memasak.
Adegan ini membuat Henny Bai sekeluarga bahkan merasa sedikit bersalah.
Terhadap anggota keluarga sendiri, bukankah mereka terlalu keras pada Steve Lin? Menyuruh seorang pria dewasa pergi ke pasar sayur setiap hari.
Tapi setelah itu Henny Bai menggeleng-gelengkan kepalanya dan ingin membuka mulutnya untuk lanjut bertanya.
Tapi pada saat ini!
Malah terdengar suara yang datang dari luar pintu,
"Hei, Steve Lin. Aku baru saja melihatmu di pasar sayur, kamu pulangnya cepat sekali!"
Mm?
Henny Bai sekeluarga sedikit tercengang, kemudian melihat Bibi Zhang juga melewati pintu sambil membawa keranjang sayur.
“Bibi Zhang, apa kamu bertemu dengan Steve Lin di pasar sayur?” Henny Bai bertanya dengan ragu-ragu.
“Iya! Henny Bai, suamimu benar-benar pandai memilih sayur. Sayuran yang dia pilih segar dan murah!” Bibi Zhang berkata sambil berseru,
"Orang-orang di seluruh pasar sayur memujinya. Siapa pun yang menikahi pria yang begitu cermat dan sabar seperti ini pasti benar-benar diberkati."
Setelah Bibi Zhang selesai berbicara, dia pun masuk ke rumahnya sendiri.
Fuuh!
Setelah konfirmasi menyeluruh, baik itu Henny Bai, Eric Bai ataupun Yeri Shen, mereka semua menghela napas lega.
__ADS_1