Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Ini... Tidak Mungkin!


__ADS_3

“Bajingan ini ingin menabrakku, aku akan membunuhmu! Aku harus membunuhmu! "


Sambil mengatakan itu, Saudara Ketiga menekan pelatuk sekali lagi ke arah Santana.



Satu tembakan!



Satu tembakan lagi!



...



Namun, di bawah tembakan tanpa henti, jarak Santana malah semakin dekat.



Dua ratus meter!



Seratus meter!



Lima puluh meter!



...



Klik klik klik...



Sampai Saudara Ketiga menembakkan seluruh peluru di pistol, Santana sudah seperti binatang buas yang mengamuk dan mendatanginya.



"Tidak……"



Serangkaian seruan yang baru saja diucapkan, Saudara Ketiga bahkan tidak sempat menghindar, sehingga kakinya ditabrak sedan Santana.



BANG!



Dibawah tekanan tabrakan yang kuat, kedua kakinya tersentak seketika, seperti layang-layang yang benangnya putus, ditabrak dengan kecang dan terbang.



Pada waktu yang bersamaan!



Di dalam mobil sport tidak jauh di depan, Holden Tian sedang duduk dengan tenang di kursi pengemudi sambil merokok.

__ADS_1



Dia bahkan tidak menoleh ke belakang lagi.



Saat suara tembakan terdengar, senyum di sudut mulut Holden Tian menjadi semakin dalam.



Dia tampaknya sangat percaya diri dengan Saudara Ketiga. Selama suara tembakan terdengar, itu berarti si menantu kecil itu benar-benar berakhir.



Tapi saat dia belum selesai merokok!



Dia mendengar suara rangkaian tembakan, seperti rintik hujan, terus-menerus bergema.



Kemudian terdengar suara tabrakan yang sangat kencang.



Plop!



Holden Tian hanya melihat satu sosok dari udara kosong di samping mobil sport, terjatuh dengan kencang dan menghantam tanah.



Mm?




Dan setelah dia melihat sosok yang ditabrak dan jatuh ke tanah, ada ketakutan dan ketidak percayaan muncul di wajahnya.



"Saudara... Saudara Ketiga?"



"Ini… Bagaimana mungkin!"



Holden Tian tercengang. Dia sangat percaya dengan keterampilan menembak Saudara Ketiga. Di matanya, Saudara Ketiga pasti bisa meledakkan kepala si menantu kecil itu dengan satu tembakan.



Tapi dia bahkan tidak bisa membayangkan bahwa Saudara Ketiga dengan keahlian menembak yang tepat sasaran itu akan ditabrak hidup-hidup dan jatuh ke samping mobil sportnya.



"Bajingan!"



Pada saat ini, ekspresi wajah Holden Tian berubah drastis, dia dengan cepat membuka pintu mobil dan berjalan ke sana.


__ADS_1


Hingga saat ini.



Barulah dia menyadari bahwa kedua kaki Saudara Ketiga sudah berdarah dan terlihat tulang putih yang patah.



Darah merah merendam hampir seluruh pakaian si Saudara Ketiga, membuatnya terlihat seperti pria berdarah.



Sangat menyedihkan.



"Ahhhhh... kakiku! Kak Holden, bajingan itu menabrak kakiku! Tidak..."



Saudara Ketiga melihat kakinya dan berteriak menyedihkan.



Terutama!



Tatapan matanya yang melihat ke depan seolah-olah dia melihat hantu, matanya dipenuhi dengan ketakutan dan kepanikan yang tak terbatas.



Ciiiittt!



Pada saat ini, suara rem terdengar.



Holden Tian hanya melihat seorang Santana diparkir tidak jauh di belakang.



Mobil Santana penuh dengan lubang peluru, tetapi pria dan wanita yang keluar dari mobil malah sama sekali tidak terluka.



"Itu... Yolanda Zhang?"



Setelah melihat Yolanda Zhang, tubuh Holden Tian menjadi kaku, dia hampir tidak bisa mempercayai mata kepalanya sendiri.



Bahkan Saudara Ketiga, suara teriakan menyedihkannya juga berhenti sesaat, dia benar-benar terpana.



"Yolanda...Yolanda Zhang ada di dalam mobil itu? Wanita yang ingin aku tembak dengan tembakan pertama tadi ternyata Primadora Nasional? Aku..."



Saudara Ketiga tercengang.


__ADS_1


Dia tidak bisa membayangkan bahwa target yang akan dia tembak dengan tembakan pertama adalah Primadona Asia, primadona di hati semua orang. Ini membuatnya tidak bisa mempercayai mata kepalanya sendiri.


__ADS_2