
Buuuu!
Semua orang terkejut melihat serombongan orang tak diundang yang menerobos masuk.
Terutama ketika melihat pria berkepala botak di depan yang tampak ganas, wajah semua orang pun berubah.
“Itu… Bos Kris!”
Minki Li mereka tercengang.
Mereka tahu, Bos Kris merupakan tiran di Kota Bei di Kota Jiang.
Tiada orang yang berani menyinggungnya.
Sangat ganas.
Namun, kenapa orang kejam ini datang, serta membawa belasan orang datang dengan aura ganas seolah-olah ingin menuntut pembalasan?
Mampus!
Saat ini, Minki Li mereka menatap Steve Lin sekeluarga dengan iba. Dalam mata mereka, Bos Kris datang kemari, sasaran balas dendamnya pasti adalah Steve Lin sekeluarga.
“Bos… Bos Kris?”
Tidak hanya Minki Li mereka yang tercengang, bahkan Andre Bai dan Johan Bai juga terbengong. (typo orang dari penulis)
Ketika mereka sadar kembali, mereka sangat amat girang.
Sebelumnya, mereka pernah mencari Jeffry yang adalah anak buah Bos Kris untuk mematahkan satu kaki Steve Lin.
Namun tidak ada kabar setelahnya, bahkan Johan Bai menelepon Jeffry, juga tidak dapat dihubungi.
Awalnya Johan Bai masih bertanya-tanya mengapa Jeffry mereka masih belum beraksi.
__ADS_1
Sekarang… Datanglah dia!
Namun lebih mengerikan lagi, Bos Kris sendiri yang membawa pasukan kemari. Tamatlah Steve Lin.
“Hahaha… Steve Lin, dasar kamu mulut busuk, benar-benar karma ini!”
“Kamu lihat, ada orang yang datang menuntut pembalasan padamu!”
“Dan itu adalah Bos Kris! Hahaha…”
Johan Bai tertawa dengan sangat sombong, seolah-olah sudah melihat Steve Lin dikuliti hidup-hidup oleh Bos Kris.
Selesai bicara,
Johan Bai langsung berjalan ke arah Bos Kris mereka.
Begitu mendekat, Johan Bai berkata dengan ekspresi girang.
Sambil berkata, Johan Bai menunjuk Steve Lin.
“Bos Kris, itu dia Steve Lin. Kak Jef dari dulu ingin mematahkan kakinya, hari ini Bos Kris sudah datang, jangan sungkan, pukul saja sampai mati! Biar dia tahu kehebatan Bos Kris! Hehehe….”
Perkataan Johan Bai kejam sekali.
Dalam hatinya sangat membenci Steve Lin, ingin sekali langsung melihat Steve Lin mereka dipatahkan tangan dan kakinya oleh Bos Kris.
Minki Li dan seluruh anggota inti keluarga Bai pun terkejut.
Mereka baru tahu, sasaran balas dendam Bos Kris ternyata adalah… Steve Lin!
“Mulut busuk sialan ini, akhirnya sudah mendapat karma?”
__ADS_1
Minki Li mereka bergeleng dan mendesah.
Akan tetapi, baru saja pikiran mereka ini muncul,
Plak!
Terdengar sebuah tamparan yang nyaring.
Semua orang melihat dengan kaget, Johan Bai ditampar sampai jatuh ke lantai. Orang yang menamparnya adalah seorang… korban luka yang tangan dan kakinya terbalut perban.
Itu adalah… Jeffry!
“Kak… Kak Jef! Kak Jef juga datang ya, kenapa Kak Jef tampar aku? Kak Jef terluka?”
Johan Bai terbengong. Senyuman di wajah Andre Bai mereka juga lenyap seketika.
Semua orang baru menyadari bahwa selain Jeffry, masih ada dua puluhan korban luka di bagian belakang kerumunan.
Setiap korban luka diperban satu tangan dan satu kaki, seolah-olah dipatahkan oleh orang.
“Dasar kamu sialan masih berani tanya aku? Aku menjadi begini, semuanya karena kamu si bajingan ini!”
Jeffry menatap erat pada Johan Bai, tatapannya seolah-olah hendak menyemburkan api.
Apa?
Perkataan ini hampir membuat Johan Bai kencing di celana.
Karena dia?
Sialan, aku membayarmu untuk melakukan tugas, mencelakaimu bagaimana?
Johan Bai terbengong.
__ADS_1