Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
111 : Ini Sungguh Menjengkelkan


__ADS_3

Andre Bai lebih lagi seperti disambar petir, wajahnya langsung putih pucat.


“Tidak… tidak mungkin! Bagaimana bisa setiap tebakan bajingan ini begitu akurat?”



Andre Bai tercengang.



Tentu tak terpikirkan olehnya bahwa ada kaitan antara Steve Lin dan Dokter Dewa Lin, karena yang satu adalah suami matrilineal yang terkenal atas sampah tak berguna, sedangkan satunya lagi adalah ahli kedokteran timur yang hebat.



Sungguh seperti langit dan bumi.



Namun yang membuatnya kaget adalah, mulut busuk Steve Lin sungguh sakti.



Syuut!



Saat ini, tatapan dari semua orang tertuju pada Andre Bai, badannya bergidik karena itu.



“Tuan Bai, kali ini kamu turuti saja, tolong kamu lakukan sesuai arahan Dokter Dewa Lin.” Saat ini, Mike si dokter barat gila sedang tersenyum dingin.



Ketika Andre Bai menghina Steve Lin, Mike sudah yakin dengan akhiran orang ini.



Sekarang… Benar saja!



Tidak hanya Mike, Minki Li mereka juga menoleh pada Andre Bai.



“Tuan Andre, apakah kamu ingin membangkang perkataan Dokter Dewa Lin? Nyawa Kakek Bai masih berada dalam tanganmu!”



“Iya, Paman Besar, Anda turuti saja, dengarkan perkataan Dokter Dewa Lin!”



“…”



Saat ini, di bawah bujukan dari anggota inti keluarga Bai serta para ahli kedokteran timur,



Ekspresi Andre Bai sangat tidak enak dipandang, tetapi dia hanya bisa mengangguk.



“Baik! Aku… turuti!”



Andre Bai mengucapkannya sambil menggertak gigi.



Dia tidak membenci Dokter Dewa Lin, sebaliknya dia semakin membenci Steve Lin.



Dasar mulut busuk!


__ADS_1


Sialan!



Setelah memelototi Steve Lin dengan kesal, Andre Bai melangkah keluar dari ruangan dan langsung berlutut di lantai.



Dia membungkukkan badan dan menempelkan kepalanya di lantai, lalu mengetukkan kepala.



Dup!



“Satu!”



Dup!



“Dua!”





Saat ini yang membuat semua orang terdiam adalah, Steve Lin sama sekali tidak menyadari mulut busuknya sendiri. Setelah menghitung untuk Johan Bai, dia menghitung lagi untuk ayahnya Johan Bai.



Adegan ini membuat sudut mulut Henny Bai sekeluarga terus berkedut.



Entah mengapa melihat tampang Steve Lin yang preman itu, mereka ingin sekali menaboki orang ini.




Dup!



Ketukan kepala masih berlanjut. Segera, muncul bercak darah di dahi Andre Bai.



Perlahan-lahan, darah merembes keluar dari dahinya dan mengalir turun, membuat wajahnya tampak sedikit bengis menakutkan.



“Steve Lin! Steve Lin!”



“Dasar bajingan sialan!”



Andre Bai sangat membenci Steve Lin.



Tidak hanya dia, Johan Bai juga sangat gusar. Tak terpikirkan olehnya, setelah waktu itu ayahnya diusir keluar dari keluarga Bai karena Steve Lin, hari ini ayahnya celaka lagi karena suami matrilineal ini.



Dup!



Setelah mengetukkan kepala untuk terakhir kalinya, Andre Bai langsung terkapar lemas di lantai.


__ADS_1


“Ayah!”



Johan Bai bergegas maju memapah ayahnya.



Melihat dahi ayahnya yang berdarah-darah, dan merasakan keperihan di wajahnya, Johan Bai naik pitam.



“Steve Lin, dasar kamu bajingan, kamu akan mati tragis! Kamu tunggu saja, aku pasti akan mengambil nyawamu!”



Tatapan Johan Bai penuh dengan kebencian.



Namun mendengarnya, Steve Lin tersenyum.



“Kamu yakin ingin mengambil nyawaku?”



Steve Lin menatap lurus pada Johan Bai, seolah-olah sedang melihat sebuah lelucon.



“Kenapa? Takut? Kuberitahu kamu, tamatlah kamu sampah ini, ini kataku Johan Bai!” Wajah Johan Bai bengis sekali, seperti ingin melahap Steve Lin.



Namun mendengarnya,



Senyuman di sudut bibir Steve Lin semakin cerah.



“Maaf, kelihatannya hari ini bukan aku yang akan tamat, tetapi kamu.”



Apa?



Seketika, tatapan Johan Bai mereka pada Steve Lin seperti sedang melihat seorang idiot.



“Hahaha… Dasar mulut busuk, aku tidak percaya kamu akan sesakti itu!” Johan Bai tertawa dengan sombong.



Dia sudah mendapat hukuman.



Ayahnya juga sudah mendapat hukuman, kemarahan Dokter Dewa Lin pasti sudah memudar. Selain beliau, siapa lagi yang ingin mengincarnya?



Tepat ketika Johan Bai ingin lanjut menghina Steve Lin,



Buum!



Terdengar sebuah suara keras, pintu ruangan ditendang terbuka dengan kuat.



Kemudian, seorang pria berkepala botak membawa serombongan orang menerobos masuk.

__ADS_1


__ADS_2