Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Bab 61 : Apa Yang Dia Katakan Adalah Apa Yang Aku Katakan


__ADS_3

Begitu mendengar pernyataan tersebut, Kakek Bai tersenyum canggung dan menatap fokus ke arah pada Henny Bai : “Henny, mulai sekarang, kamu adalah penguasa Perusahaan Huang yang seutuhnya!”


“Perkataan mereka tempo hari yang memintamu untuk tidak usah lagi mengurus Perusahaan Bai, itu hanya sebuah lelucon!”


Penjelasan Kakek Bai seketika menyadarkan Keluarga Bai lainnya.


Betul!


Sekarang, Henny Bai adalah satu-satunya orang yang sangat penting.


Karena, dialah yang menguasai seluruh aset Koramen Huang, ini artinya adalah Henny Bai telah menjadi pemasok bahan mentah obat terbesar di Kota Jiang.


Perusahaan Bai tidak bisa terlepas dari Henny Bai jika ingin berada di posisi aman.


“Betul! Barusan kami hanya bercanda, tidak perlu dimasukkan ke hati ya, Henny Bai!” Senyuman Andre Bai terlihat tidak tulus untuk mencari pengamanan.


Sementara Johan Bai, hanya bisa tersenyum kaku dan membujuk :


“Henny Bai, barusan kakak iparmu ini tidak bermaksud apa-apa, kamu jangan marah padaku ya!”


Tidak lama kemudian.


Suasana di dalam Aula utama berubah drastis.


Seluruh keluarga Bai kembali tersenyum kepada Henny Bai.


Melihat senyuman mereka, hati Henny Bai luluh dan terasa sangat bimbang.


Apakah ini yang disebut dengan hubungan keluarga?


Baru saja mereka yang memintaku untuk resign, bahkan juga akan menelantarkan Steve Lin, tapi tiba-tiba semua berubah merajuk begitu cepat.


Sungguh terlihat ketidak tulusan mereka, membuat kami merasa muak.

__ADS_1


“Apakah kalian pikir dengan begini, semua akan selesai begitu saja?”


Apa!


Pernyataan tegas Steve Lin membuat senyuman manis Kakek Bai dan yang lainnya terasa sia-sia, mereka seakan terlihat bodoh.


“Steve Lin, apalagi yang kamu inginkan? Keluarga Kevin Bai sudah tertangkap dan belum ditentukan waktu bebasnya, Apa lagi yang akan kamu lakukan!” Wajah Kakek Bai berubah tegang seketika itu juga.


Tidak hanya dia, senyuman orang yang di sekitarnya pun mendadak sirna.


Mereka seperti memiliki firasat buruk.


Sepertinya menantu nya ini akan melakukan hal yang kurang wajar kembali.


“Sudah ku peringatkan, tidak ada yang boleh menyakiti istriku! siapapun itu!” Raut wajah Steve Lin kaku.


Begitu ucapan itu terlontar jelas, bola mata Steve Lin menatap tajam ke arah Andre Bai dan Johan Bai, ujung bibirnya melayangkan senyum sindiran :


“Barusan, kalian berdualah yang terus menerus menekan Henny Bai.”


Apa!


Mendengar permintaan tersebut, Keluarga Bai terkejut.


Kurang ajar, orang yang tidak tahu diri ini baru saja dua hari yang lalu mengusir keluarga Kakak kedua Kevin Bai, sekarang akan mengusir keluarga Andre Bai?


Satu per satu mengucapkan kata-kata umpatan.


Terlebih lagi kakak tertua Andre Bai dan Johan Bai, wajah mereka terlihat sangat kehilangan harga diri.


“Henny Bai, apakah kamu yakin tetap membiarkan suamimu berbicara sembarangan seperti ini? Apakah kamu masih seorang cucu dari Keluarga Bai?”


Kakek Bai sangat marah kepada Henny Bai.

__ADS_1


Hanya saja, langkah Henny Bai justru berjalan ke samping Steve Lin, dengan tegas menyampaikan kepada Kakek Bai :


“Steve Lin adalah suamiku, apa yang dia katakan, maka aku juga pasti menyetujuinya!”


BOOM!


Pernyataan Henny Bai sungguh tidak dapat dipercaya, Kakek Bai dan semua keluarga tercengang.


Tidak hanya itu saja.


Henny Bai masih melanjutkan :


“Kalau kalian tidak mengikuti permintaan Steve Lin, maka mulai saat ini aku akan keluar dari Direktur Perusahaan Bai, memutus semua pemasokan bahan dasar obat-obatan Perusahaan Huang untuk Keluarga Bai!”


“Selain itu, kembalikan semua resep obat dan racikan obat kami!”


Kalimat terakhir itu sangat mengejutkan Keluarga Bai.


Sungguh tidak dapat dipercaya, Henny Bai yang sehari-harinya adalah orang yang penurut, justru menjadi lebih kejam.


Ini sungguh pilihan mematikan untuk Perusahaan Bai.


Terlebih lagi untuk Kakek Bai.


Saat itu, tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi, raut mukanya terkadang datang, namun juga terlihat tegang, melihat keseriusan Henny Bai, dia seperti sudah mengeluarkan seluruh amarahnya :


“Baiklah!”


“Mulai saat ini, keluarga kakak pertama tercoret dari Keluarga Bai!”


Kalimat persetujuan itu, membuat Andre Bai dan Johan Bai terdiam.


Tamat sudah.

__ADS_1


Tamat sudah hidup mereka!


__ADS_2