
“Ka… Kapolres!”
Benni Zhong menyusutkan leher, ekspresinya berubah dari marah menjadi menyanjung.
“Kenapa Anda datang kemari?”
“Silahkan duduk! Kapolres, mari duduk.”
Benni Zhong bergegas memindahkan kursi ke depan Kapolres Yosua Niu.
Namun baru saja Benni Zhong mendekat,
Plak!
Tamparan yang keras mendarat di wajahnya.
Seketika Benni Zhong jatuh ke lantai dan menabrak jatuh kursi.
Dia pun terbengong.
Saat ini, tidak hanya Benni Zhong yang terbengong, bahkan Koramen Huang mereka bertiga yang masih melakukan panggilan video juga melihat adegan ini. Wajah mereka penuh dengan kekagetan.
“Ini… ada apa ini?”
Koramen Huang tahu, biasanya Benni Zhong sangat handal dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Terutama terhadap Yosua Niu sang atasannya, kesan yang diberikan oleh Benni Zhonghai sangat baik, bahkan layaknya seorang saudara.
Mimpi pun tak terpikirkan oleh mereka bahwa hari ini Yosua Niu akan begitu marah, sampai menendang pintu, dan menampar orang. Ini….
“Kapolres, kenapa Anda memukul saya? Saya… saya melakukan kesalahan apa?” Benni Zhong mendekap sebelah pipinya yang terasa panas membara.
Namun entah mengapa, Benni Zhong memiliki suatu firasat buruk.
Mendengar perkataan Benni Zhong,
Yosua Niu menarik napas berat, ekspresinya suram sekali, membawa amarah dan kebencian.
__ADS_1
“Melakukan kesalahan apa?”
“Hng! Benni Zhong, kamu masih masih punya muka untuk tanya padaku, kamu melakukan kesalahan apa?”
Mata Yosua Niu hampir menyemburkan api.
Mimpi pun tak terpikirkan olehnya, bawahannya yang paling dia percayakan ini, ternyata menimbulkan perkara yang amat besar.
Kali ini, hampir saja sampai mencelakai dirinya.
“Benni Zhong, aku tanya kamu, apakah kamu menangkap Tuan Lin?”
Tuan Lin?
Mendengarnya, hati Benni Zhong melonjak, dan wajahnya menjadi pucat.
“Kapolres, apakah Tuan Lin yang Anda maksud adalah Steve Lin?”
“Bocah itu memukul mereka di depan khalayak ramai, saya hanya melaksanakan tugas!”
Koramen Huang mereka bertiga yang ada di layar panggilan video juga terkejut begitu mendengar Yosua Niu menyebutkan nama ‘Tuan Lin’. Dalam hati mereka samar-samar muncul sebuah firasat buruk.
Namun ketika Benni Zhong ingin menjelaskan lagi,
Terdengar sebuah suara yang dingin di luar pintu.
“Melaksanakan tugas?”
“Benarkah?”
Tap, tap, tap!
Beriringan dengan suara yang dingin ini, seorang pria setengah baya yang mengenakan setelan jas berjalan masuk dengan pelan.
__ADS_1
Ketika melihat orang ini, Benni Zhong dan Koramen Huang mereka pun berubah drastis ekspresinya.
“Ke… Ketua!”
Pria setengah baya ini tepat adalah Ketua Umum Kota Jiang, Patrick Zhang.
Benni Zhong dan Koramen Huang sepenuhnya terbengong, tak terpikirkan oleh mereka, Steve Lin yang hanyalah seorang suami matrilineal, bahkan bisa menggerakkan tokoh besar seperti Ketua Patrick Zhang.
Namun, ini hanyalah sebuah permulaan!
“Bagus sekali melaksanakan tugas! Etika kepolisian Kota Jiang sungguh membuka wawasan mataku!”
Terdengar lagi sebuah suara yang dingin.
Di bawah tatapan tidak percaya dari Benni Zhong dan Koramen Huang mereka, ada beberapa sosok yang melangkah masuk.
“Itu… orang terkaya pertama Provinsi Jiangnan, Tuan Yelo Ma!”
“Ini adalah Mayor Jenderal Distrik Militer Provinsi Jiangnan, Juned Dong!”
“….”
Pada saat ini, Benni Zhong dan Koramen Huang mereka merasa detak jantung mereka semakin kencang, hampir melonjak ke pangkal tenggorokan.
Para tokoh besar ini biasanya hanya dapat mereka temui di televisi, namun tak disangka, saat ini benar-benar muncul di hadapan mereka.
Tidak hanya begitu!
Terakhir ketika seorang pria setengah baya yang berekspresi tegas berjalan masuk,
Benni Zhong dan Koramen Huang mereka berseru kaget.
“Ketua Umum Provinsi Jiangnan, Zacky Liu!”
Buum!
__ADS_1
Melihat Zacky Liu muncul di depan mata, Benni Zhong dan Koramen Huang mereka bergidik ketakutan, merasa kepala mereka kesemutan.