Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Bab 102 : Memohon Kepadaku Untuk Menjenguk?


__ADS_3

Karena Steve Lin benar-benar pergi ke pasar sayur, maka dia pasti bukan Dokter Dewa Lin.


Berpikir sampai di sini.



Perasaan ketiga orang itu tidak tahu apakah senang atau rumit.



Mereka takut jika Steve Lin benar-benar adalah Dokter Dewa. Bagaimanapun, perbedaannya seperti langit dan bumi, ini membuat mereka tidak bisa menerimanya.



Tapi saat memastkan Steve Lin bukanlah Dokter Dewa, mereka juga merasa sedikit kecewa.



Bagaimanapun!



Siapa yang tidak mendambakan suami sendiri adalah orang yang menonjol?



Siapa yang tidak mendambakan menantu sendiri adalah orang yang unggul?



"Baiklah. Aku sudah bilang, kalian ibu dan anak mencurigai orang, bagaimana mungkin Steve Lin adalah Dokter Dewa?"



Keraguan Eric Bai sudah menghilang pada saat ini, kemudian dia berkata kepada Steve Lin,



"Steve, cepat pergi ganti pakaian! Hei, operasi Kakek gagal. Ayo kita sekeluarga menjenguknya sebentar!"



Sambil berbicara.



Wajah Eric Bai tampak sedih,



"Tapi takutnya Kakak Tertuaku tidak akan mengizinkan kita untuk menjenguk!"



Tidak mengizinkan untuk menjenguk?



Mendengar kata-kata sedih Eric Bai, Steve Lin tersenyum sedikit,



"Ayah, tenang saja! Aku menebak bahwa orang-orang Keluarga Bai akan segera meneleponmu dan memohon padamu untuk menjenguk!"



Apa!



Kata-kata Steve Lin ini tidak hanya mengejutkan Eric Bai, tapi juga Henny Bai dan Yeri Shen.


__ADS_1


Memohon untuk menjenguk?



Bagaimana mungkin!



Bagaimanapun, orang-orang Keluarga Bai sudah lama menganggap keluarga mereka sebagai duri di dalam daging.



Tapi pada saat ini!



Tring ring ring!



Ponsel Eric Bai berdering.



Eric Bai melihatnya dan bola matanya hampir meloncat keluar,



"Ini... ini panggilan dari Kakak Tertua?"



Apa!



Pada saat ini, setelah mendengar itu panggilan dari Paman Andre Bai, baik Henny Bai ataupun Yeri Shen terkejut.




Saat ini, Eric Bai buru-buru mengangkat panggilan itu dengan hati-hati,



"Halo, Kakak Tertua!"



Setelah panggilan terhubung, Andre Bai yang berada di sisi lain telepon terdiam dan tidak mengatakan apa-apa untuk beberapa saat, kemudian berkata dengan nada bicara yang rumit,



"Adik ketiga, bawa keluargamu dan datanglah ke rumah sakit!"



Wah!



Mendengar ini, Eric Bai menatap Steve Lin seperti menatap hantu, dia tidak menyangka menantunya benar-benar bisa memprediksi masa depan.



"Kakak... Kakak Tertua, kami..."



Eric Bai ingin langsung menyetujuinya.


__ADS_1


Tapi pada saat ini.



Steve Lin maju selangkah, merebut telepon dengan satu tangan. Lalu menyalakan mode speaker, berkata secara langsung,



"Paman, bukankah Anda melarang kami pergi ke rumah sakit? Kami adalah orang berdosa dan pembunuh yang membuat Kakek sakit!"



"Jadi kami tidak akan pergi! Kami bersiap-siap untuk merenungkan kesalahan di rumah dan berdoa untuk Anda dan Kakek!"



Wah!



Kata-kata Steve Lin membuat Eric Bai dan lainnya sepenuhnya bingung.



Menolak!



Mereka tidak menyangka Steve Lin akan langsung menolak Paman.



Terlebih lagi, merenungkan kesalahan di rumah?



Mengambil keuntungan dari berdoa?



Sial, bocah busuk ini benar-benar sedang berbicara omong kosong dengan serius.



Pada saat ini, Eric Bai sekeluarga saling memandang dan sudut mulut mereka berkedut, semuanya cemberut.



"Steve... Steve Lin!"



Ada suara terengah-engah terdengar dari telepon. Hampir semua orang bisa merasakan kemarahan Paman Andre Bai melalui telepon,



"Nak, binatang macam apa kamu? Kamu berani berbicara denganku, Andre Bai, seperti ini?"



"Aku memberi tahumu, sekarang, saat ini, segera, kalian sekeluarga datang ke rumah sakit, jika tidak..."



Tapi ancaman Andre Bai tidak selesai dikatakan.



"Jika tidak, kamu gigit aku!" Ekspresi wajah Steve Lin penuh dengan penghinaan.



Sebelum Bos Kris dan yang lainnya datang mengepungnya, Steve Lin sudah sejak awal menduga bahwa itu ada hubungannya dengan Andre Bai dan anaknya.

__ADS_1



Dan sekarang, Andre Bai masih berani berbicara kasar padanya. Dia mencari mati!


__ADS_2