
Saat ini, di depan gedung Perusahaan Bai penuh dengan suasana yang tertekan dan menakutkan.
Wajah dari semua anggota Perusahaan Bai menjadi seputih kertas.
Terutama ketika mereka melihat empat atau lima puluh pria kekar yang memegangi tongkat bisbol turun dari mobil-mobil itu, ketakutan mereka pun memuncak.
“Habislah! Habislah Steve Lin kali ini!”
“Cepat! Menjauh dari pembawa sial itu, hati-hati terkena imbas!”
“Dasar gila! Sudah dibilang, dia seorang suami matrilineal, bagaimana sanggup melawan Perusahaan Shengda? Lihatlah sekarang, bahkan Ulfa Yang pun beraksi!”
Di sekitar penuh dengan suara hiruk-pikuk.
Dalam mata semua karyawan Perusahaan Bai, kali ini Steve Lin pasti akan celaka.
Tidak hanya mereka.
Bahkan Louis Yang dan para petinggi Perusahaan Bai juga bergetar hatinya.
Karena pihak lawan berjumlah puluhan orang, serta membawa senjata, bagaimana bisa mereka tidak takut pada aura yang menakutkan itu?
Seketika…
Para petinggi Perusahaan Bai juga mulai menghindar, khawatir akan terkena imbas karena Steve Lin.
Hanya Louis Yang.
Dalam matanya seolah-olah telah membuat sebuah keputusan, dia menguatkan diri berjalan ke depan Steve Lin.
“Tuan… Tuan Lin, Anda cepatlah kabur! Mereka ini, tidak sanggup kita lawan…” Wajah Louis Yang putih pucat, dia membujuk Steve Lin dengan berat hati.
Tidak hanya dia.
Henny Bai yang di samping juga memegangi ujung baju Steve Lin dengan erat, dalam matanya yang indah penuh dengan rasa permohonan.
“Steve Lin, anggaplah aku mohon padamu, oke? Kamu cepat pergi, ada aku di sini, tenang saja, mereka pasti tidak berani melakukan apa-apa terhadapku.”
__ADS_1
Henny Bai merasa takut.
Dia tidak ingin Steve Lin celaka.
Meski sebelumnya dia pernah melihat Steve Lin melawan dua puluhan orang dengan seorang diri, tetapi musuh yang dihadapi sekarang berjumlah dua kali lipat, yaitu empat puluhan pria kekar yang memegangi tongkat bisbol.
Walau Steve Lin hebat, juga pasti bukan lawan dari orang-orang ini.
Namun mendengarnya,
Steve Lin tersenyum, dia menolehkan kepala dan meremas kepala Henny Bai dengan lembut. Dia tersenyum dan berkata.
“Istri, tenang saja, di dunia ini, orang yang dapat melukaiku, masih belum lahir!”
Apa?
Perkataan Steve Lin mencengangkan Henny Bai beserta orang-orang di sekitar.
Sombong?
Wah!
Seketika, para karyawan Perusahaan Bai di sekitar menjadi heboh.
Mereka tidak dapat membayangkan, menghadapi begitu banyak petarung dari Perusahaan Shengda, Steve Lin bahkan masih berani berkata congkak, benar-benar tidak tahu diri.
Saat ini, Steve Lin sungguh seperti seorang idiot di dalam mata semua orang!
Benar-benar cari mati!
Sementara Michael Yang, saat ini badannya gemetaran saking bergairahnya, dia berteriak dengan menggila kepada Ulfa Yang mereka yang datang dengan aura ganas.
“Ayah! Cepat balas dendam untukku, Steve Lin si keparat itu memukulku, memukulku dari lantai lima belas sampai ke lantai satu! Balas dendam untukku, patahkan dua kakinya!”
__ADS_1
Sambil berteriak,
Michael Yang menoleh pada Steve Lin dan Henny Bai.
“Hahaha… dasar kalian pasangan brengsek, aku akan melihat bagaimana kalian mati! Hahaha…”
Kegirangan dalam suara tawa Michael Yang sudah memuncak, dia seolah-olah sudah melihat adegan di mana Steve Lin dipatahkan tangan dan kakinya oleh orang yang ayahnya bawa kemari, serta berteriak histeris.
Hahaha!
Saat ini…
Ulfa Yang sama sekali tidak melirik Michael Yang, wajahnya suram sekali. Dia membawa empat atau lima puluh pria kekar yang memegangi tongkat bisbol serentak berjalan ke arah Steve Lin!
Auranya sangat mengerikan.
Sepuluh meter!
Lima meter!
Tiga meter!
Satu pihak berjumlah puluhan orang.
Satu pihak hanya berjumlah tiga orang.
Jumlah orang dari kedua belah pihak berselisih sangat jauh, membentuk rangsangan visual yang mencengangkan.
Namun, ketika semua orang mengira Ulfa Yang mereka akan menenggelamkan Steve Lin mereka bertiga dalam waktu sekejap,
Syuut!
Semua orang melihat dengan kaget, Ulfa Yang dan para pria kekar serentak mengayunkan tangan, meletakkan tongkat bisbol ke belakang badan mereka.
Kemudian, puluhan orang serentak membungkuk dalam kepada Steve Lin.
__ADS_1
“Ulfa Yang, datang memohon pengampunan pada Tuan Lin!”
Mohon Maaf Yah Atas Keterlambatan Author Mengupdate Episodenya.. di karenakan Besok Sudah Mulai Berpuasa, Jadi Author Agak Sedikit sibuk untuk menyambut bulan Suci Ramadhan.. Selamat Menjalani Bulan Suci Berpuasa nya Semua 😇🙏