Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Dia Adalah Bagian Keluargaku


__ADS_3

“Oh iya! Kamu kan orang yang tidak berguna, dia juga seorang pengemis, pantas saja kalian bisa bersama disini.”


Setelah mengatakannya, Irene Wen dan si Gendut tertawa terbahak-bahak.



Dalam tawanya mengandung sebuah sindiran, penghinaan yang sudah keterlaluan.



Baru saja mereka tertawa bahagia, kemudian ….



Plak!



Tiba-tiba, sebuah suara tamparan menggantikan suara tawa mereka.



Semua orang sekitar menyaksikan raut wajah dan tawa Irene Wen seketika itu juga berubah dengan bekas tamparan.



Dan orang yang melakukannya adalah … Yeri Shen!



“Tan… Tante, Tante ….” Irene Wen terkejut.



Dia juga ternyata tidak menyangka bahwa Ibu Henny Bai, Yeri Shen, berani menampar dirinya.



Tidak sampai disitu saja, tiba-tiba suatu kejadian yang diluar dugaan kembali terjadi.



Yeri Shen seperti seorang singa yang baru bangun dari tidurnya, membuat semua bulu kuduk merinding.



Dia berdiri tepat melindungi di hadapan Steve Lin, amarahnya memuncak dengan menunjuk-nunjukan telunjuk di hadapannya, membentak : “Irene Wen, orang macam apa kamu, hampir saja kamu menabrakku dan gadis ini, dan kamu masih berani untuk tertawa terbahak-bahak disini!”



“Dan lagi, bagaimanapun Steve Lin, dia adalah menantuku! Aku boleh saja menamparnya, boleh memarahinya, karena dia adalah menantuku, dia bagian dari keluargaku.”



“Sementara kamu, berani sekali lagi menghinanya, akan aku sobek mulutmu!”



Bodoh ….

__ADS_1



Irene Wen terlihat tidak berdaya menerima sentakan dan tamparan dari Yeri Shen.



Dia ingat betul.



Dulu, sikap Yeri Shen terhadap Steve Lin terbilang sangat menyebalkan, tapi hari ini, bagaimana mungkin dia justru melindungi sampah seperti dia ini.



“Tante, Steve Lin kan memang sampah, dia sama sekali tidak cocok dengan Hen …..” Irene melanjutkan perkataannya.



Tapi, saat dia mengatakan hal tersebut …



Plak!



Yeri Shen kembali menamparnya, kali ini benar-benar membuat Irene Wen tidak berdaya dan tidak bisa berbicara apapun lagi.



“Kurang ajar, berani-beraninya kamu memukul pacar ku! Dasar tua renta ….”




Saat ini dia memaki sekaligus mendekati Yeri Shen berniat untuk menghajarnya.



Tapi, belum sempat dia puas memaki, sosok pria seakan seperti pahlawan yang melindungi Yeri muncul tepat di hadapannya, sekaligus menampar dirinya agar menghentikan makian itu.



Plak!



Tamparan ini, sungguh sangat memalukan.



Siapa yang menyangka, seorang pria gendut dengan berat hampir 100 kilo itu, tertampar hingga tersungkur di lantai.



Darah segar mengucur sedikit demi sedikit dari mulut si gendut.


__ADS_1


Beberapa giginya juga patah.



Dia tertegun tidak percaya.



Bukan hanya dia, orang di sekitar yang menyaksikannya pun tidak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya.



Sebuah tamparan Steve Lin, ternyata bisa melumpuhkan seorang pria yang beratnya hampir mendekati 100 kilo ini, bagaimana mungkin!



“Heh, pemuda! Berani-beraninya kamu menghajarku?”



“Apa kamu tidak tahu siapa aku? Diluar dari sikap kalian kepada pacarku barusan, menabrak kalian sampai mati itu seharusnya memang terjadi.”



Etika si gendut itu tetap tidak mau kalah, arogan dan sombong.



Dalam pemikirannya, nyawa seseorang seperti tidak berharga dan sama saja dengan nyawa seekor semut, mudah untuk dibunuh.



“Lagian, apa kalian tidak punya mata ya, berani-beraninya kamu mencoba bersandiwara sebagai tabrak lari, tunggu saja kalian. Akan aku tabrak mati kalian semua!”



Wush!



Kalimat si gendut sungguh mematikan.



Ternyata dia masih merencanakan untuk menabrak mereka hingga tewas.



Begitu mereka mendengar ancaman ini, Steve Lin tidak tinggal diam, dia membantah , “sandiwara tabrak lari? Ok! Kalau memang begitu anggapanmu, akan aku perlihatkan kepadamu, apa yang dimaksud sandiwara tabrak lari itu!”



Steve Lin menunjuk semua orang yang ada di sekitar.



Ngeng ngeng ngeng!


__ADS_1


Sebuah mobil sedan seketika itu juga melaju kencang dari arah timur dan menabrak mobil BMW itu.


__ADS_2