Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Bab 51 : Selidiki Sampai 18 Generasi Nenek Moyangnya


__ADS_3

Apa?


Jenderal Dong berseru marah.



Semua orang di sekitar pun terbengong.



Terutama Yosua Niu. Dia merasa bagai tersambar oleh petir, kepalanya pusing dan hampir saja dia jatuh duduk di lantai.



“Ti… tidak! Saya sama sekali tidak pernah memberi perintah untuk menangkap Tuan Lin! Saya bahkan tidak tahu siapa itu Tuan Lin!”



Saat ini Yosua Niu hampir menangis.



Sialan….



Tadi dia menepuk dada dan berjanji, namun detik berikutnya ditampar oleh kenyataan, ini sunguh membuat Yosua Niu frustasi.



Di samping, ekspresi Zacky Liu mereka juga sangat suram.



“Jenderal Dong, ada apa ini?”



“Barusan mendapat kabar, tiga orang petugas polisi pergi ke Perusahaan Bai untuk menangkap Tuan Lin! Dan sekarang, Tuan Lin bahkan sudah dimasukkan ke dalam penjara kota Jiang!” Jenderal Dong merasa kepalanya kesemutan.



“Yang menurunkan perintah ini, tepat adalah Komandan Regu Polres Kota Jiang, Benni Zhong!”



Huua!



Perkataan ini membuat wajah Zacky Liu mereka menjadi pucat.



“Ayo! Cepat pergi ke penjara Kota Jiang! Cepat!” Zacky Liu langsung melambaikan tangan dan berseru pada semua orang, lalu dia berjalan menuju kendaraan.



Tidak hanya begitu!



“Selidiki! Selidiki yang bermarga Zhong itu dengan saksama! Selidiki sampai 18 generasi nenek moyangnya!”



Satu perkataan dari Zacky Liu ini telah menetapkan nasib Benni Zhong.



….



Namun pada saat ini, Benni Zhong sama sekali tidak mengetahui semua yang akan terjadi itu.



Dia sedang duduk dengan melipat kaki di dalam kantor, sambil melakukan panggilan video dengan abang iparnya yang bernama Koramen Huang.

__ADS_1



“Benni Zhong, apakah bocah itu sudah ditaklukkan?” Di layar panggilan video, kegairahan di wajah Koramen Huang tidak dapat disembunyikan.



Tidak hanya dia!



Di layar, Efendi dan Maya Xu juga muncul dan bertanya dengan tidak sabar.



“Paman, apakah pakaian itu sudah didapatkan? Apakah keparat itu sudah mati?”



“Paman, Paman pasti harus membunuh keparat itu! Lalu resep obatnya, itu adalah harta berharga, pasti harus didapatkan!”



Tiga orang keluarga Huang itu sangat bergairah dalam hati.



Karena,



Pakaian Royal dan resep obat melambangkan harta besar yang tak dapat dibayangkan.



Melihat tampang tiga orang keluarga Huang ini, dalam hati Benni Zhong semakin merasa puas. Lalu dia berkata dengan gagah.



“Tenang saja! Bukankah dia hanya sekedar suami matrilineal? Paman bisa membuatnya mati dalam hitungan menit!”




Benni Zhong bertanya dengan sombong.



“Apakah kalian tahu, siapa yang aku cari untuk melawan orang ini?”



Hhmm?



Mendengarnya, Koramen Huang mereka bertiga menggelengkan kepala.



“Hehehe… Bos Kris!”



Apa?



Mendengar nama Bos Kris, Koramen Huang mereka bertiga pun terkejut.



Tak terpikirkan oleh mereka bahwa Benni Zhong dapat menggerakkan tokoh besar seperti Bos Kris, untuk turun tangan beraksi.



Ini seperti membunuh ayam dengan pisau sembelih sapi.


__ADS_1


Habislah Steve Lin.



“Hahaha… Paman, Paman hebat sekali! Sekarang aku sangat mengagumi Paman!” Badan Efendi gemetaran saking bergairahnya, seolah-olah sudah melihat adegan Steve Lin yang disiksa oleh Bos Kris dengan sadis.



Maya Xu juga tersenyum dengan bengis.



“Hahaha… sekarang aku justru ingin melihat akan seperti apa ekspresi Henny Bai setelah mengetahui suami sampahnya itu mati! Sungguh menyenangkan!”



Efendi dan Maya Xu sangat bergairah.



Namun Koramen Huang lebih peduli dengan pakaian Royal dan resep obat yang dia inginkan.



“Benni Zhong, aku tidak peduli bagaimana bocah itu mati! Aku ingin melihat pakaian Royal dan resep obatnya!”



“Tenang saja, Abang ipar!” Benni Zhong tersenyum, lalu melihat jam tangan.



“Jam ini, Bos Kris mereka juga sudah hampir selesai! Aku akan segera pergi mengambil Pakaian Royal dan resep obatnya!”



Selesai berbicara,



Benni Zhong hendak bangkit berdiri.



Tepat pada saat itu,



Phuum!



Pintu kantor mengeluarkan bunyi keras, ditendang terbuka oleh seseorang



Phuum!



Suara tendangan pintu yang keras ini seketika mengagetkan Benni Zhong dan Koramen Huang mereka yang di layar panggilan video.



Tak terpikirkan oleh mereka bahwa ada orang yang berani menendang pintu kantor Kapolres.



“Sialan! Keparat mana….”



Benni Zhong marah besar, dia menolehkan kepala dan berteriak marah.



Namun baru terucap setengah, dia menelan kembali perkataannya.


__ADS_1


Karena dia melihat, orang yang menendang pintu dan masuk ke dalam ternyata adalah Kapolres, Yosua Niu.


__ADS_2