Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
195 : Ungkapan Terimakasih Atas Penyelamatan Dokter Dewa Lin


__ADS_3

Benar!


Setiap malam ketika dia akan tidur, selalu merasakan ada bagian yang sakit. Tapi selama ini, dia selalu merasa karena usianya yang tidak lagi muda, sama sekali tidak berpikir karena gerakan Bajiquan.



Tapi sekarang ….



Keringat dingin Konglao bercucuran, dia memberanikan diri untuk bertanya :



“Dokter Dewa Lin, berapa lama lagi umurku tersisa?”



Pertanyaan ini mengejutkan semua, termasuk Tuan Fei.



Karena bagaimanapun, cucu Tuan Fei juga berlatih gerakan Bajiquan, meskipun dia baru berlatih selama dua tahun.



“Setengah tahun!”



Apa!



Mereka tidak bisa percaya akan pernyataan Steve Lin.



Jika sisa umur Konglao setengah tahun lagi, maka apakah itu berarti sisa umur gadis muda ini adalah satu setengah tahun lagi?



Pantas saja, Steve Lin pernah mengatakan, jika tidak ingin Keluarga Fei kembali berduka, harus menghentikan latihan Bajiquan tersebut.



“Tuan Lin, Anda bukanlah orang biasa. Saya mohon, Anda lakukan sesuatu! Konglao adalah adikku, dan Dilla Fei adalah cucuku satu-satunya. Saya mohon Anda bisa menolong mereka!”



Tuan Fei memohon : “Asalkan Anda bisa menyelamatkannya, apapun yang Ada minta, kami, Keluarga Fei, pasti akan memenuhinya!”



Seluruh pandangan mereka menghadap ke arah Steve Lin, seperti sedang memohon harapan satu-satunya.



Steve Lin tersenyum : “Tidak usah khawatir! Sebenarnya penyembuhannya cukup mudah!”



Hah?



Pernyataan ini mengejutkan mereka, kemudian melanjutkan :



“Gerakan Bajiquan ini merupakan gerakan memberontak! Kamu cukup membalikkan arahnya saja!”



“Tidak hanya mampu menyembuhkan, tapi juga dapat memperkuat tulang secara perlahan serta mampu memperpanjang umurmu!”



Membalikkan!



Cara ini membuat Konglao tersenyum, segera dilakukan olehnya. Tapi, cara ini sungguh benar-benar membalik. Dan saat melakukan gerakan membalik ini, tiba-tiba …



Krraakk!


__ADS_1


Mereka mendengar sesuatu dari arah bagian tubuh Konglao, tidak hanya itu, bahkan sepertinya dari bagian hidung keluar semburan hitam.



“Nyaman … Sangat nyaman! sepertinya tubuhku yang biasanya sakit, semakin berkurang!”



Konglao berbinar-binar.



Tidak hanya itu !



“Aku bahkan seperti sedang merasakan kekuatan yang bertambah, kulit dan tulangku seperti semakin membaik.”



Ucap Konglao tidak percaya.



Bagaimana bisa!



Hanya sebuah dupa mampu memberikan hasil maksimal?



Sungguh, sulit dipercaya.



“Ini semua karena kamu pertama kali melakukan gerakan Bajiquan yang normal! Selanjutnya, hasil ini akan semakin mengembangkan kemampuanmu.”



Steve Lin sama sekali tidak merasa heran.



Bagaimanapun juga, Bajiquan adalah gerakan dasar Prison Blood.




Bagi Steve Lin, semua ini memang hal yang biasa, namun untuk Tuan Fei dan yang lainnya, hal ini sungguh luar biasa.



Saat ini juga!



Mereka kembali memberikan tanda hormat kepada Steve Lin.



“Saya dan lainnya, mengucapkan terima kasih atas pertolongan Dokter Dewa Lin!”


Melihat kejadian ini, Steve Lin tersenyum.


Tapi, begitu saat baru saja dia ingin mengatakan sesuatu, ponsel Luis berdering.



Terlihat ekspresi berubah di wajahnya begitu mendengar suara dari ponselnya.



Saat itu juga, hampir semua orang disana memperhatikannya.



Begitu telepon itu tertutup, Tuan Fei segera bertanya : “Ada apa, Luis?”



Mendengar pertanyaan itu, tatapan Luis justru berbalik ke arah Steve Lin dan memberitahu sesuatu : “Tuan Lin, yang menelepon barusan adalah Henny Bai, dia mencarimu. Dari nada bicaranya, seperti sedang ada sesuatu yang penting. Aku sudah memberitahunya alamat rumah ini, dia akan segera datang menjemputmu!”



Urgent!


__ADS_1


Steve Lin sedikit mengernyitkan kedua alisnya, sepertinya dia sudah bisa menebak ada apa. Kemudian Steve Lin berpamitan kepada Tuan Fei :



“Saya mohon undur diri dulu! Semoga di lain kesempatan kita bisa berjumpa lagi!”



Kemudian Steve Lin segera pergi meninggalkan tempat itu. Mereka juga tidak banyak bertanya dan menahan langkahnya. Namun tetap mengantarnya ke depan.



Begitu sampai di gerbang, bersamaan dengan itu juga mereka melihat Mercedes Benz yang dikendarai Henny Bai melaju ke arah mereka.



Tapi, raut muka Henny Bai terlihat marah. Dia segera menarik tangan Steve Lin dan memintanya segera masuk ke dalam mobil.



Tentu saja hal ini membuat Tuan Fei dan yang lainnya penasaran, tapi mereka tidak banyak berpikir aneh.



“Kakek, Anda juga sepertinya sudah harus mulai siap-siap untuk menghadiri rapat kontrak kerjasama dengan Keluarga Shen!” Dilla Fei mengingatkannya.



Keluarga Shen?



Mendengar nama Keluarga Shen disebut, Luis terdiam dan kemudian bertanya : “Tuan Fei, apakah Keluarga Shen yang dimaksud adalah Ayah dan Anak dari Kakek Shen dan Jordan Shen?”



“Benar!”



Tuan Fei tersenyum menjelaskan : “Keluarga Shen ini merupakan salah satu keluarga yang cukup terkenal di Kota Jiang, dalam urusan bisnis, banyak persamaan dengan kami.”



“Dulu, Keluarga Shen selalu mengajukan kerjasama dengan kami, tapi tidak lulus kualifikasi, sehingga aku menolaknya! Namun kali ini, karena Tuan Lin sudah banyak menolongku, serta berdasarkan hasil pemeriksaan selama ini bahwa Keluarga Shen adalah keluarga dari mertuanya, jadi, aku berencana akan bekerjasama dengan mereka, kontrak seratus juta dollar!”



Ternyata benar!



Luis tersenyum. Mungkin memang Hendy Fei tidak mengetahui satu hal, namun Luis Gao sangat memahaminya. Yaitu, meskipun Keluarga Shen adalah bagian dari keluarga mertuanya, tapi sejatinya mereka sangat merendahkan Steve Lin.



Terlebih lagi, ketika menantu Keluarga Shen, Sega Zhou dipecat, khawatirnya hubungan Keluarga Shen dan Steve Lin semakin memanas.



“Tuan Fei, entah pada pertemuan kali ini, apakah saya boleh mengikutinya.” Tanya Luis Gao.



Tuan Fei tercengang dan tertawa : “ Hahaha, Luis, ikutlah dengan kami!”



Luis Gao tersenyum puas. Tapi dalam hatinya, agar bisa mengetahui jika Keluarga Shen dengan sengaja menyebarkan hal tidak benar tentang Tuan Lin.



Kendaraan Henny Bai sudah mulai menjauh.



Selama di perjalanan, tidak ada sepatah kata apapun yang disampaikan.



Tidak hanya itu, Steve Lin sadar bahwa di tempat duduk belakang, Henny Bai seperti menyiapkan banyak hadiah.



“Istriku, kamu tidak apa-apa kan?” Steve Lin bertanya pelan.



Henny Bai yang sedari tadi berusaha menahan amarahnya, akhirnya membentak : “Tidak apa-apa? Steve Lin, bisakah kamu tidak mencari perkara lagi!”

__ADS_1


__ADS_2