Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Ternyata Kamu Adalah Steve Lin?


__ADS_3

Sunyi....


Begitu suara Henny Bai terdengar dari kotak besi itu, kebisingan yang ada di bawah berubah menjadi sunyi lagi.



Steve Lin?



Jeng jeng jeng!



Tatapan Iron Wolf dan 100 petinju yang ada di sekitarnya tertuju pada Steve Lin.



Mereka baru tersadar bahwa pria di depan mereka bukan hanya orang yang telah melukai Hansen Kang, tetapi juga adalah suami matrilineal, yang menjadi target sang penguasa menghabiskan uang 10 miliar Rupiah demi membunuhnya.



"Ternyata kamu adalah Steve?" di sudut mulut Iron Wolf itu tampak ada keganasan.



Bagus!



Dia masih belum melakukan apa pun pada pria itu, sehingga sungguh tidak disangka dia akan menabrak pintu, dan masuk secara langsung!



Sangat bagus!



Pada saat ini, Iron Wolf itu sungguh murka hingga tertawa dengan kesal.



Dia menatap Steve Lin, seperti sedang menatap mangsanya dengan penuh ejekkan,



"Sungguh tidak disangka bahwa CEO Bai yang begitu cantik itu akan mau bersama orang sepertimu!"



"Terlebih lagi, kamu bahkan tidak sadar bahwa dengan memukul adikku, itu akan membuatku semakin tidak bisa melepaskanmu!"



Usai berkata!



Iron Wolf menunjuk ke arena tinju,



"Apakah kamu ingin menyelamatkan istrimu? Kalau begitu pergilah ke arena tinju!"



"Jika kamu menang, maka kamu bisa pergi dengan istrimu! Jika kamu kalah, maka serahkanlah hidupmu!"



Wah!



Begitu ucapan itu terdengar, si pengemis kecil dan yang lainnya menjadi pucat karena ketakutan.



Mereka tentu mendengar ejekan dalam ucapan Iron Wolf itu.



Dia tidak mengatakan siapa lawannya?



Juga tidak mengatakan berapa banyak lawannya!

__ADS_1



Dia hanya berkata, jika menang maka bisa hidup, lalu jika kalah akan mati!



Dia sungguh bertekad untuk membunuh Steve Lin.



Memikirkan hal ini, sang pengemis kecil dan para pedagang yang di sekitarnya satu per satu ingin menarik lengan baju Steve Lin untuk menyuruhnya pergi.



Tapi pada saat ini!



Duk!



Steve Lin tiba-tiba melangkah maju, perlahan-lahan menghampiri arena tinju ketika semua semua orang sedang menatapnya dengan tidak percaya,



"Karena kalian ingin mati, maka aku ... akan mengabulkan permintaan kalian!"



Apa!



Semua orang yang ada di Markas Iron Wolf menatap Steve Lin dengan penuh ejekan.



Begitu kalimatnya selesai diucapkan!



Wah....




Arogan!



Sombong!



Semuanya tidak mengira bahwa Steve Lin dapat begitu bodoh hingga berani mengucapkan kata-kata arogan seperti itu kepada Iron Wolf di markas tinju yang berisikan hampir 100 orang petinju.



Dalam beberapa saat, para petinju itu menatap Steve Lin dengan dingin.



Ada banyak petinju yang memegang tangan mereka, seolah ingin segera menghancurkan si suami matrilineal yang tidak berguna itu!



"Kakak Tertua...."



Pengemis muda dan yang lainnya dipenuhi rasa kekhawatiran.



Awalnya mereka ingin menghentikan Steve Lin agar tidak terbawa emosi, namun, sekarang sudah terlambat!



Hanya dapat terlihat Steve Lin yang sedang berjalan di dalam kerumunan orang.



Terlebih lagi!


__ADS_1


Kerumunan padat yang berada di dalam Markas Iron Wolf membukakan jalan untuknya.



Ketika Steve Lin melewati banyak orang itu, dia dapat mendengar hinaan dan hujatan yang tertuju padanya.



"Hahaha ... bodoh, memangnya kamu pikir kamu siapa! Kamu bahkan berani bersikap sombong di dalam Markas Iron Wolf. Sebentar lagi dia pasti akan membunuhmu!"



"Suami matrilineal itu pasti dapat dengan mudah kupenggal hanya dengan satu gerakan!"



"Dasar Bodoh! Tidak berguna! Sampah! Tunggulah ajalmu!"



“....”



Pada saat ini!



Baik para petinju, maupun para penonton, mereka semua menatap Steve Lin seolah-olah mereka sedang melihat orang mati.



Disaat semua orang mengejeknya.



Duk!



Steve Lin telah sampai di tengah-tengah Markas Iron Wolf, dia perlahan-lahan menuju arena tinju.



Wah....



Pada saat ini, semua orang tidak menyangka bahwa pria kurus yanng terlihat lemah itu sungguh berani menginjak arena tinju.



Terlebih lagi para petinju itu menunjukkan tatapan ganas mereka, seolah ingin menelan Steven Lin hidup-hidup.



Pada waktu yang bersamaan!



Henny Bai yang sedang berada dalam kotak besi yang tergantung di atas arena tinju itu mendengarnya, jadi dia berteriak tiba-tiba dengan cemas,



"Steve! Apa yang kamu lakukan! Tidakkah kamu mendengarku? Aku menyuruhmu pergi! Pergilah!"



Henny Bai tercengang.



Pada awalnya, dia mendengar suara Steve Lin.



Terutama dalam kegelapan itu, suara Steve Lin terdengar begitu akrab dan hangat.



Namun, dia tidak ingin Steve Lin berada dalam bahaya karena demi dirinya.



Henny Bai tidak ingin Steve Lin kehilangan nyawanya hanya demi dirinya.


__ADS_1


"Steve Lin! Kenapa! Kenapa kamu begitu bodoh! Kamu hanya seorang suami matrilineal. Kamu tidak perlu melakukannya! Itu tidak layak! Hu hu...."


__ADS_2