
Ini …
Benar-benar tidak disangka!
Entah itu Tuan Fei, Luis atau gadis muda itu, mereka semua tercengang bengong.
Mereka tahu, permasalahan ini tidak bisa diindahkan.
Hanya ada satu cara, yaitu mencoba melawan dan mengalahkan Steve Lin.
Tidak ada cara lain.
“Hahaha...” Konglao tertawa kesal.
Lagi-lagi, sebuah awan putih keluar dari sekujur tubuhnya, seperti membuat suasana menjadi dingin.
Dia kemudian menantang Steve Lin :
“Baiklah pemuda yang sombong! Kalau memang begitu, akan aku ingat baik-baik perkataanmu! Begini saja, jika aku kalah darimu, maka aku rela menjadi muridmu!”
“Tapi jika aku yang menang, bukan hanya ingin memintamu untuk mengembalikan semua kata-katamu, tapi kamu juga harus bersiap menerima jurus pukulan dariku!”
Hah?
Steve Lin tidak bergeming sedikitpun. Dia bukannya takut, melainkan menggelengkan kepala sebagai responnya dan tertawa sembari berkata :
“Maaf, sekalipun aku yang menang, aku juga tidak akan menerimamu sebagai muridku.”
“Karena, kamu tidak memenuhi kualifikasi.”
Waahh …
Ini …
Tuan Fei, Luis, dan gadis muda itu kembali tercengang.
Mereka sekalipun tidak pernah melihat kejadian seperti ini, mempermalukan seorang guru beladiri ternama di Provinsi Jiangnan.
Orang seperti dia tidak memenuhi syarat untuk menjadi muridmu?
Sungguh, sulit dipercaya.
Mereka bertiga menatap ke arah Steve Lin.
Sayangnya mereka tidak tahu, bahwa semua yang dikatakan Steve Lin adalah kenyataan.
Beberapa tahun yang lalu, entah saat dia di Kota Karibia berlatih dengan tiga ribu tentara prison blood, atau saat di hutan Amazon diajarkan mengenai lima ribu grup kegelapan, mengutus salah satu diantaranya, pasti bisa mengalahkan Konglao.
Jadi, bagaimana mungkin dia menganggapnya sebagai saingan berat.
“Sombong sekali!”
“Baiklah, pemuda. Kalau begitu …. matilah kau!”
Konglao sudah kehilangan kesabarannya.
Sekujur tubuhnya bergejolak, tangannya mulai mengepal, dengan cepat segera menyerang tepat di hadapan Steve Lin.
Kejam!
Pukulan itu terlihat sepenuh tenaga!
Betul, Pukulan klasik Bajiquan!
__ADS_1
“Hati-hati, Dokter Dewa Lin.”
Dengan spontan Tuan Fei, Luis dan gadis muda itu memberi aba-aba.
Tidak lama kemudian, sesuatu yang mengejutkan mereka terjadi.
Steve Lin tidak menghindar, bahkan bergerak sedikitpun juga tidak. Justru sebaliknya, terlihat seperti orang yang bodoh.
Tidak hanya itu!
Mereka bertiga justru melihat Steve Lin membungkukkan badannya untuk memetik sebuah daun.
Dia hanya melambaikan daunnya ke arah serangan itu mendekat!
Apa?
Kejadian ini nyaris membuat bola mata mereka semua copot, sulit dipercaya.
Apa-apaan ini?
Serangan pukulan itu hampir mengenai dirinya, dia justru masih sempat melemparkan selembar daun?
Apakah dia sudah bosan hidup?
Saat itu, mereka bertiga beranggapan bahwa Steve Lin akan terpukul dengan sadis.
Tapi saat itu juga, lagi-lagi mereka terkejut melihatnya.
Mereka menyadari bahwa daun yang dilempar oleh Steve Lin, justru terbang lurus seperti sebilah petir yang menyambar!
Huft!
Mereka seperti melihat sebuah penampilan beladiri. Daun tadi itu melewati bagian leher Konglao menancap di salah satu pohon.
Tidak hanya mereka!
Konglao pun tercengang. Dia melotot, tidak percaya.
Tiktak!
Tiktak!
Hembusan dingin merasuk dari arah lehernya, diikuti dengan darah merah yang menetes perlahan.
Ini … Bagaimana bisa ini terjadi!
Suasana di pelataran saat ini berubah menegangkan. Degup jantung yang semakin berdetak kencang, seperti mau copot. Semua tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat, terlebih lagi Konglao.
Nyaris saja!
Dia bisa memastikan, kalau saja Steven Lin mengarahkan lemparan daun itu sedikit agak ke dalam, kulit lehernya pasti akan terluka parah, bahkan bisa jadi … lehernya!
“Petikan daun mematikan! Kamu … Kamu adalah grandmaster beladiri?”
Wuussh!
Baru saja berusaha menyadarkan dirinya, Konglao tiba-tiba merasa ingin buang air kecil.
Sebagai salah satu penggiat beladiri, dia pasti pernah mengetahui tentang Petikan Daun Mematikan, jurus ini hanya bisa dilakukan oleh seseorang berkelas grandmaster, dan itu tentu saja mematikan.
Hanya saja, selama hidupnya, dia belum pernah bertemu langsung dengan grandmaster siapapun, tapi sekarang …..
__ADS_1
Steve Lin yang terlihat begitu muda, bagaimana bisa menjadi seorang grandmaster?
Kemudian,
Steve Lin menggelengkan kepalanya :
“Aku bukan grandmaster!”
Apa!
Bukan grandmaster, lalu bagaimana bisa melakukan jurus Petikan Daun Mematikan?
Ini … sungguh sulit dipercaya.
Yang tidak Konglao tahu adalah, ketika seorang grandmaster mengeluarkan jurus Petikan Daun Mematikan, mereka membutuhkan pengorbanan yang besar. Seorang grandmaster, setelah melakukan jurus Petikan Daun Mematikan, maka dia akan kehilangan semua jurus dan kekuatannya.
Tapi tidak bagi Steve Lin.
Baginya, Petikan Daun Mematikan adalah level bawah yang sedikit berkelas, sekedar itu.
Buukk!
Tidak lama berselang, disaat Tuan Fei dan lainnya masih fokus memandang kejadian tadi, mereka melihat Konglao yang tanpa ragu berlutut di hadapan Steve Lin :
“Siapapun Tuan Muda, grandmaster atau bukan, sungguh sangat jauh melampaui hamba!”
“Sikap dan tutur kata yang barusan, mohon Tuan Muda bisa memafkannya! Terima kasih bersedia memberikan kesempatan hidup.”
Konglao tidak bodoh.
Karena orang yang bisa melakukan jurus Petikan Daun Mematikan ini, bukanlah orang biasa.
Kalau memang dia berniat membunuh dirinya, barusan pasti sudah dilakukan, dan dia sekarang pasti sudah menjadi mayat.
Bukan hanya Konglao, Tuan Fei dan mereka bertiga lainnya segera tersadar dari lamunannya!
“Ya .. Ya Tuhan … Dokter Dewa Lin! Ternyata kamu penggiat beladiri? Pantas saja bisa menilai rendah Bajiquan!”
“Benar, Tuan Lin. Aku, Aku sungguh baru mengetahuinya, pertama kali melihat sebuah daun bisa menusuk pohon! Sungguh sulit dipercaya!”
“Kakak muda, ini jurus kungfu apa? Bolehkah mengajarkanku? Terlihat sangat cool!”
Mereka bertiga satu per satu menyampaikan pendapatnya.
Mereka terpana melihat Steve Lin. Dan Konglao, masih merasa tidak tenang : “Tuan muda, Bajiquan yang kulakukan barusan apakah sungguh bermasalah?”
Bajiquan!
Kali ini, tidak ada seorang pun yang meragukan kemampuan Steve Lin.
Karena bagaimanapun juga, kejadian barusan cukup membuktikannya.
“Benar!”
Steve Lin mengangguk, kemudian menjelaskan :
“Aku tidak tahu siapa sebenarnya yang mengajarkanmu gerakan Bajiquan seperti ini! Yang aku tahu, gerakan ini sangat membahayakan, bahkan bisa membuat salah urat, jika terus dilakukan, maka akan menyebabkan kerusakan permanen pada pembuluh darahmu!”
“Jika tebakanku benar, kamu selama tiga tahun latihan, setiap hari saat akan tidur, seluruh tubuhmu terasa sakit, terutama pada titik bagian dada.”
Wow!
__ADS_1
Tebakan Steve Lin kembali membuat Konglao tercengang.