
"Hah? Apa mungkin Tuan yang Tuan Fei katakan itu si sampah Steve Lin?"
"Tidak mungkin! Steve Lin adalah suami matrilineal, teman saja tidak ada, bagaimana bisa mengenal Tuan Fei?"
"Benar! Si sampah itu berada di paling sudut, Tuan Fei jelas-jelas sedang melihat orang lain!"
"..."
Pada saat ini, Jordan Shen dan lainnya berbicara dengan tenang.
Tapi!
Ketika suara diskusi mereka mencapai telinga Hendy Fei, ekspresi wajahnya langsung berubah.
Sampah Steve Lin?
Suami matrilineal?
Hendy Fei yang sekarang, setelah melihat Keluarga Shen menatap ke arah Steve Lin, mengkritik dan ekspresi meremehkan dan kebencian, dia langsung memahami sesuatu dalam sekejap mata.
Pada saat ini, dia menunjuk ke meja Henny Bai dan bertanya pada Kakek Shen,
"Kakek Shen, nyonya dan pria di meja itu terlihat luar biasa! Apakah orang Keluarga Shen kalian?"
Menguji!
Pada saat ini, Hendy Fei dengan sengaja menguji sikap Keluarga Shen terhadap Steve Lin.
Kemudian dia pun melihat, setelah Kakek Shen menyadari bahwa dia mengacu pada Henny Bai dan Steve Lin, wajahnya tiba-tiba menunjukkan ekspresi meremehkan dan benci yang dalam,
"Tuan Fei, wanita itu adalah cucu perempuanku dan pemuda di sebelahnya adalah suami cucu perempuanku!"
"Ah... sejujurnya, Tuan Fei, suami cucuku itu sangat mengecewakan, tidak memiliki pekerjaan, tidak memiliki kemampuan, sepanjang hari hanya makan dan menunggu mati dan bergantung pada istrinya! Pria macam apa itu!”
Waw!
Begitu kata-kata ini diucapkan, tidak ada seorang pun di Keluarga Shen yang menyadari ekspresi wajah Hendy Fei berubah.
Kelopak matanya melonjak, dia menatap Kakek Shen dan orang-orang dari Keluarga Shen seolah-olah sedang melihat sekelompok idiot.
Terutama!
Tepat saat Kakek Shen terus mengatakan ketidakpuasannya terhadap Steve Lin!
"Huh!"
Hendy Fei mendengus dingin dan dengan tatapan tercengang dari orang-orang Keluarga Shen, dia memimpin Dilla Fei, Konglao dan Luis, langsung melewati kerumunan, menuju tempat Steve Lin berada!
"Tuan...Tuan Fei, Anda..."
Kakek Shen terkejut dengan perubahan sikap Tuan Fei yang tiba-tiba.
Bukan hanya dia!
Orang-orang Keluarga Shen, serta semua tamu, semuanya tercengang.
Apa... apa yang terjadi?
Apa yang telah terjadi?
Jordan Shen dan lainnya, semuanya saling bertatapan, semuanya tercengang.
Terutama saat melihat adegan berikutnya, ini membuat mereka semua lebih sulit mempercayai mata kepala mereka sendiri.
Melihat!
__ADS_1
Hendy Fei memimpin tiga orang di belakangnya, langsung melewati sekelompok tamu, dan kemudian tiba di depan meja Steve Lin dan Henny Bai.
Dengan tatapan ngeri tapi tidak bisa percaya semua orang!
Mereka membungkuk bersama-sama,
"Tuan, kita bertemu lagi!"
Tuan kecil!
Kita bertemu lagi!
Begitu kata-kata Tuan Fei terdengar, semua suara di seluruh ruang perjamuan Keluarga Shen menghilang, hampir semua tamu tidak bisa mempercayai mata kepala mereka pada saat ini.
Ya Tuhan, apa yang mereka lihat!
Hendy Fei yang terkenal, orang terkaya di Kota Yunhai tiba-tiba membawa sekelompok orang untuk membungkuk dan menyapa Steve Lin si suami matrilineal.
Bagaimana mungkin?
Terutama Kakek Shen dan yang lainnya, bola mata mereka hampir jatuh keluar pada saat ini, semuanya seperti melihat hantu!
"Tidak... tidak mungkin, Steve Lin, dia..."
Pada saat ini, Kakek Shen merasa napasnya menjadi cepat dan jantungnya berdebar kencang.
Dan Jordan Shen dan yang lainnya saling berpandangan dengan tidak percayanya.
Bukan hanya mereka!
Bahkan Henny Bai yang berada di sebelah Steve Lin juga tercengang.
“Tuan… Tuan?” Pada saat ini, Henny Bai menatap Hendy Fei dan orang lainnya yang membungkuk menyapa sambil menatap Steve Lin yang berada di sampingnya.
Bukankah Steve Lin hanya bertemu Hendy Fei sekali?
Bagaimana mungkin untuk mendapatkan hormat Hendy Fei, apalagi membuatnya membungkuk untuk menyapa.
Tampaknya Hendy Fei menyadari Henny Bai terheran-heran, dia pun bergegas berkata sambil tersenyum :
“Nyonya Lin, aku dan suamimu pernah berhubungan sebelumnya, jika bukan karena ajaran darinya, maka teknik seni bela diri cucu perempuanku sudah masuk ke dalam jalan buntu!”
Teknik seni bela diri?
Hendy Fei tidak menceritakan persoalan tentang Steve Lin yang telah menyelamatkan nyawanya dan nyawa cucu perempuannya, namun, dia hanya mengatakan persoalan tentang Steve Lin yang memberikan ajaran seni bela diri.
Dan begitu mendengar ucapan ini!
Tidak peduli apakah Henny Bai, maupun kakek Shen dan yang lainnya, mereka baru menghela napas panjang merasa lega.
Ternyata demikian!
Mereka bahkan mengira kalau Steve Lin memiliki identitas yang mengerikan, sehingga membuat Hendy Fei begitu menghormatinya, namun jika dilihat sekarang, itu hanya dikarenakan Steve Lin pernah memberikan bantuan kecil kepada Hendy Fei, hanya itu saja.
Tetapi......
Kenapa Steve Lin bisa mengajar seni bela diri?
Kakek Shen dan orang lainnya satu per satu merasa sangat penasaran di dalam hati, mereka hanya tahu kalau Steve Lin adalah orang yang tidak berguna, tidak ada kemampuan sedikitpun, bahkan mati pun mereka tidak akan percaya jika mengatakan kalau Steve Lin menguasai seni bela diri, bahkan adalah seorang master seni bela diri.
“Ayah, mungkinkah Steve adalah seorang pembohong? Beromong kosong dan membohongi tuan Fei mereka!” Ucap Jordan Shen kepada kakek Shen saat ini dengan hati-hati.
Pembohong!
Dan begitu mendengar perkataan ini, semakin memikirkannya, kakek Shen pun semakin merasa ada kemungkinan yang demikian, dalam sekejap dia berubah menjadi muram :
__ADS_1
“Dasar bedebah kecil itu, jika dia benar-benar telah membohongi tuan Fei, begitu masalah terbocorkan, itu pasti akan melibatkan keluarga Shen kita!”
Berpikir sampai di sini!
Kakek Shen bergegas berlari kecil ke hadapan Hendy Fei dan yang lainnya, lalu berkata dengan cemas :
“Tuan Fei, anda pasti telah salah paham, Steve hanyalah seorang menantu yang tidak berguna saja, bagaimana mungkin dia mengerti seni bela diri?”
“Anda jangan percaya dengan perkataannya, anggap dia hanya beromong kosong saja!”
Sambil berbicara!
Kakek Shen menunjuk-nunjuk ke arah kursi utama di dalam ruangan perjamuan, lalu dia mempersilahkan dengan hormat :
“Tuan Fei, kursi utama telah disiapkan untuk anda! Silahkan......”
Kursi utama?
Hendy Fei tertegun, dia langsung melihat meja dan kursi yang mewah itu untuk sekilas, melihat makanan kecil beserta buah-buahan di atasnya yang begitu menggoda, lalu dia memutar kepalanya melihat meja dan kursi Steve Lin yang tidak rata dan bergoyang-goyang itu, serta tidak ada apapun pada permukaan meja.
Raut wajah Hendy Fei pun langsung berubah menjadi tidak enak dipandang :
“Kakek Shen, tidak perlu repot-repot!”
Selesai berbicara!
Hendy Fei berhadapan dengan Henny Bai, lalu bertanya dengan sopan :
“Nona Henny, tidak tahu apakah kami beberapa orang ini memiliki kehormatan untuk duduk bersama kalian suami istri?”
Apa!
Begitu kalimat tersebut dilontarkan, seluruh orang yang hadir pun ricuh.
Tidak peduli apakah orang dari keluarga Shen, maupun tamu-tamu yang begitu banyak, mereka pun tidak dapat memercayai telinga mereka sendiri.
Perlu diketahui, kursi utama di dalam ruangan perjamuan adalah sebuah posisi yang paling terhormat, dan tempat duduk Steve Lin adalah tempat yang paling hina.
Sekarang, Hendy Fei ternyata menyia-nyiakan posisi yang terbaik itu, dan malah meminta untuk duduk bersama dengan Henny Bai dan Steve Lin, sialan...... bagaimana ini mungkin.
Keterkejutan dan rasa sulit untuk percaya yang kentara juga mengambang pada wajah Henny Bai yang indah.
Dia bergegas bangkit berdiri dan berkata dengan penuh hormat :
“Tuan Fei, silahkan...... silahkan anda beberapa orang untuk duduk!”
Hanya saja!
Ketika Henny Bai menyelesaikan ucapannya, dia pun tertegun mendapati tuan Fei beberapa orang itu masih tidak duduk juga, malahan, dengan sepasang mata demi sepasang mata yang dipenuhi dengan pengharapan, mereka menatap Steve Lin.
Seolah-olah mereka sama sekali tidak berani duduk jika Steve Lin tidak bersuara.
“Ti...... tidak mungkin, aku pasti salah lihat!”
Henny Bai menggosok-gosok matanya sendiri.
Dan tepat pada saat ini!
Steve Lin menganggukkan kepala pelan, tuan Fei dan beberapa orang lainnya baru menghela napas panjang merasa lega, lalu satu per satu duduk ke bawah.
Uhuk......
“Ternyata benar aku yang telah salah lihat!”
Ketika Henny Bai selesai menggosok matanya, setelah dia melihat tuan Fei dan beberapa orang lainnya sudah duduk, dia baru tertawa getir dan bergumam kepada dirinya sendiri.
__ADS_1