Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Apakah Kamu Pangeran Langit?


__ADS_3

Mobil BMW ini sama sekali tidak berniat untuk mengurangi kecepatan laju, sebaliknya, laju kecepatan di jalanan sempit seperti ini mencapai 120km/h, terlihat seperti seekor kuda liar yang sedang berlari kencang, hanya dengan kedipan mata, mendekat tepat di hadapan Yeri Shen dan pengemis itu.


Tamat sudah!



Saat ini, Yeri Shen dan pengemis itu terlihat jelas begitu bodoh.



Sebuah perasaan putus asa terpancar dari dalam hatinya.



Mereka berdua seperti sudah mengetahui bahwa akan tamatlah riwayatnya kini.



Tidak hanya mereka!



Termasuk para pedagang asongan, pengguna jalan, satu per satu merasa dikejutkan dengan situasi ini.



Mereka ingin berteriak saling menolong satu sama lain, tetapi sudah tidak sempat.



Wuusshh!



Seketika itu juga, mobil BMW tersebut berjalan kencang ke arah dimana Yeri Shen dan pengemis itu berdiri, citcitcit, disusul dengan bunyi dan bekas rem ban mobil.



Sudah matikah?



Beberapa orang di sekitar yang melihat kejadian ini, juga merasa tegang.



Seharusnya, ditabrak langsung tanpa ampun oleh sebuah mobil BMW yang melintas kencang, kecil kemungkinan untuk bisa selamat.



Terlebih lagi, ini menyangkut nyawa seseorang.



Hanya saja!



Semua orang sekitar kemudian baru menyadari tidak ada darah sedikitpun yang bercucuran di lantai dan di mobil tersebut.


__ADS_1


Hah?



Mereka tercengang, serasa tidak percaya dengan kenyataan yang dilihatnya saat ini.



Karena semua ini diluar logika, kecepatan mobil lebih dari 120km/h yang menabrak mereka, bagaimana bisa mereka masih hidup!



Tapi akhirnya mereka mengetahui.



Ada seorang pemuda yang tidak diketahui sejak kapan munculnya, yang menyelamatkan dan mendorong Yeri Shen juga pengemis itu hingga tersungkur ke lantai tanpa mengenai mobil tersebut.



Buukk …



Kejadian ini sungguh mengejutkan orang sekitar.



Terutama!



Yang membuat mereka sangat heran adalah, jelas-jelas tadi jarak pemuda itu masih beberapa meter dari mereka berdua ketika mobil BMW menyerbu.




Ini … bagaimana bisa terjadi.



Semua orang tercengang.



Bukan hanya mereka!



“Aku … apakah aku sudah mati?”



Yeri Shen menutup rapat matanya.



Tapi, entah gimana, dia masih merasakan rasa dinginnya lantai dan tidak merasakan rasa sakit di tubuhnya.


__ADS_1


Apa yang telah terjadi?



Yeri Shen dan pengemis itu membuka mata bersamaan.



Tiba-tiba, mereka berdua melihat Steve Lin berada di hadapannya.



“Bu! Gadis cilik! Kalian tidak apa-apa?”



Raut wajah Steve Lin pucat.



Kalau saja dia tidak segera bergegas, meskipun telat setengah detik saja, kemungkinan besar, apa yang mereka lihat di lantai saat ini hanyalah mayat Yeri Shen dan pengemis itu.



“Ste .. Steve, apakah kamu yang menolongku?”



Suara Yeri Shen terdengar gemetar.



Baru saja dia mengira dirinya sudah mati, tapi sekarang …. bagaimana mungkin ini bisa terjadi.



Tidak cuma dia!



Pengemis itu pun tercengang, menatap Steve Lin dengan tatapan kosong, seperti melihat seorang pangeran.



Tidak mempedulikan seberapa kotor tangannya, dia meraih tangan Steve Lin, bertanya dengan penuh rasa kagum :



“Kaa .. Kakak, apakah kamu adalah pangeran dari langit?”



Mendengar kalimat ini, Steve Lin tersenyum, mengelus ramah kepala pengemis itu : “Kakak adalah orang biasa, bukan seorang pangeran, apalagi pangeran dari langit!”



Begitu mengatakannya, tatapan Steve Lin berpindah haluan :



“Sayangnya, ada sebagian orang yang tidak bersikap layaknya manusia.”

__ADS_1



Perkataan itu tertuju kepada seseorang yang baru saja mengendarai mobil BMW tadi, Steve Lin memberi senyuman sinis.


__ADS_2