
Hanya mendengar kata-katanya!
Pandangan Luis Gao terlihat begitu aneh.
Dia menatap ke arah Sega Zhou seperti menatap seorang idiot : “Sejujurnya, aku beritahu padamu, yang memberikan perintah larangan padamu itu adalah Ketua Dewan Lin!”
Apa!
Sungguh, pernyataan tersebut mengejutkan sebagian orang. Bukan hanya Sega Zhou, beberapa orang yang berdiri tepat di samping perawat itu pun terkejut.
Mereka semua tahu bahwa Ketua Dewan Lin adalah orang penting, bukan orang biasa. Bahkan hal ini bisa membuat Kepala Rumah Sakit, Mike, dan Wakil Kepala Rumah Sakit, Luis Gao, tunduk dan iri padanya.
Orang hebat seperti dia, secara langsung memberikan larangan ini!
Ini …. sungguh sulit dipercaya.
“Baik, aku …. aku paham.”
Orang seperti Sega Zhou, tentu saja seluruh tubuhnya gemetaran mendengar berita ini, dia sungguh merasa putus asa.
Tentu saja, dibalik rasa putus asa nya itu, ada amarah yang tersimpan :
“Steve Lin kurang ajar, dia bukannya menemui kalian untuk membicarakannya, justru sebaliknya, langsung menemui Ketua Dewan Lin dan membocorkan semua rahasia ini.”
“Orang yang selalu merendahkan orang lain seperti dia, tentu saja menimbulkan perselisihan dengan Sega Zhou.”
Ucapnya!
Sega Zhou menyadari bahwa jika dirinya masih menetap disini, hanya akan menambah bahan lelucon saja.
Bagaimanapun juga, Ketua Dewan Lin tidak mudah untuk dirayu.
Akhirnya, dia memilih untuk pergi.
Yang tidak dia tahu, Luis Gao seperti melihat seseorang yang bodoh begitu melihatnya pergi.
__ADS_1
Pemuda ini sungguh memiliki kemampuan berimajinasi yang tinggi, tapi disayangkan karena kebodohannya itu, dia pasti tidak menyangka bahwa orang yang dibencinya, Steve Lin, adalah orang yang sebenarnya justru mengancam dirinya …. Ketua Dewan Lin!
Di Bangsal VIP!
Ibu mertuanya, Poppy Cui sedang berbincang asyik dengan putrinya.
“Lea, kamu sungguh beruntung mendapatkan Sega! Dia masih muda tapi sudah menjadi Kepala Dokter. Masa depannya pasti cerah!”
“Dan lagi, hari ini bos nya datang menemuinya, kalau Sega mampu menunjukkan sikap yang baik, bisa jadi dia akan segera menjadi salah satu kandidat Kepala Rumah Sakit!”
Poppy Cui membayangkan dengan penuh rasa kebahagiaan.
Terlebih lagi!
Mulutnya mengernyit tersenyum :
“Kalau dipikir-pikir lagi, aku ingin tertawa melihat ekspresi Yeri Shen dan Steve Lin barusan! Sungguh tidak berguna, mereka mengantri panjang, kalau saja ada gunanya, mereka bisa saja langsung masuk! Hahaha … Lagipula itu kesalahan Yeri Shen mendapatkan menantu yang tidak berguna!” Poppy benar-benar sangat merendahkan Steve Lin.
Tidak hanya dia!
Lea Shen yang berada di sampingnya pun turut mencibir :
“Itulah, Steve Lin benar-benar tidak tahu diri, sangat tidak berguna, sedikitpun tidak sebanding dengan Sega Zhou!”
“Huft, dengan terpaksa harus mengakui, memang perbandingan itu harus setimpal, orang yang berguna dibandingkan dengan orang yang bermanfaat! Kakak sepupuku, Henny Bai, terlihat begitu cantik dan menawan, tapi sungguh memalukan dia mendapatkan pasangan yang tidak berguna!”
Kedua Ibu dan anak itu selalu merendahkan Steve Lin dan memuji Sega Zhou, perbincangan yang sangat menarik!
Disaat itu juga, tiba-tiba …
Buukk!
Pintu kamar pasien tersebut terbuka keras dengan sebuah tendangan.
__ADS_1
Hah?
Poppy dan Lea terkejut.
Apalagi ketika melihat Sega Zhou lah yang telah melakukannya.
“Sega, kamu kenapa? Mengapa wajahmu tampak muram?”
“Iya, ada apa? Apa kamu terlalu capek, duduk istirahatlah sejenak!”
Mereka berdua mencoba untuk menghibur Sega yang raut mukanya terlihat sangat kesal.
Tapi, begitu omongan itu terhenti …
Plaakkk!
Sebuah tamparan dari Sega melayang tepat di wajah Lea.
Dia seperti orang kesurupan, matanya memerah, kemudian membentak : “Semua ini karena Keluarga kalian! Gara-gara Steve Lin yang tidak berguna itu, aku kehilangan pekerjaan, kehilangan masa depanku, dan ini semua langsung dari Ketua Lin yang memecatku!”
Apa!
Semua pernyataan itu membuat Poppy dan Lea seperti tersambar petir.
Lea sembari memegang bagian pipi di wajahnya, dia justru tetap memikirkannya, tidak ada rasa marah sedikitpun :
“Sega, apa kamu bilang? Kamu adalah Kepala Dokter di Rumah Sakit ini, selain itu, kamu paling muda jika dibandingkan dengan mereka. Bagaimana bisa Ketua Lin memecatmu?”
Begitu mendengarnya, Sega terdiam.
Dia duduk dengan lesu di pinggir tempat tidur, mencengkram keras kepalanya, penuh dengan kebencian :
“Siapa lagi kalau bukan Steve Lin yang melakukannya! Dia menemui Ketua Lin, dan Ketua Lin memperingatkanku, kemudian memecatku!”
Keterangan itu membuat Poppy dan Lea semakin marah, secepat itu juga mereka bersiap untuk memberi pelajaran untuknya.
__ADS_1