
Selesai bicara,
Bos Kris menghantamkan tongkat bisbol dengan kuat ke badan Jeffry.
Apa?
Saat ini, tidak hanya Jeffry yang terbengong, bahkan Henny Bai sekeluarga juga tidak berani mempercayai telinga mereka sendiri.
Pukul tiran seperti kamu ini?
Ini sungguh….
Sudut bibir Henny Bai sekeluarga bertiga berkedut, mereka tahu pun tahu, tiran terbesar itu tepat adalah Bos Kris.
Kenapa bisa Bos Kris begitu berprikeadilan?
Sungguh aneh bin ajaib.
Akan tetapi, adegan berikutnya semakin membuat mereka tercengang.
Setelah menggebuki Jeffry, Bos Kris membuang tongkat bisbol yang berlumuran darah itu dengan jengkel.
Lalu aura ganas di wajahnya hilang seketika, digantikan oleh senyuman menyanjung yang pekat.
Bos Kris berlari kecil ke depan Steve Lin dengan sikap merendah, lalu dia membungkuk.
“Kris hormat pada Tuan Lin!”
Mendengar perkataan Bos Kris, semua suara lainnya lenyap seketika.
Erangan di sekeliling juga berhenti.
Kepanikan Henny Bai sekeluarga pun menghilang.
Semua orang membelalak kaget melihat adegan ini, rasanya seperti sedang bermimpi.
Kris?
Membungkuk?
__ADS_1
Huum!
Semua orang seolah-olah tersambar petir di kepala, sangat terguncang.
“Tidak, tidak mungkin!” Jeffry merebah di tanah sambil terengah-engah.
Dia paling memahami Bos Kris. Bos Kris adalah orang kejam yang membunuh tanpa rasa ragu. Pada biasanya, bahkan tokoh besar seperti Harry Xu juga tidak dipandang ke dalam mata oleh Bos Kris. Namun sekarang, kenapa bisa Bos Kris begitu bersikap merendah terhadap suami matrilineal dari keluarga Bai?
Ini sungguh melampaui lingkup pemahamannya.
Henny Bai mereka lebih kaget lagi.
Mereka mengira gawatlah Steve Lin, tetapi mimpi pun tak terpikirkan oleh mereka akan terjadi adegan seperti ini.
“St, Steve kenal dengan Bos Kris?”
Eric Bai tiba-tiba merasa hendak sesak napas, dia mendekap dadanya sambil menarik napas.
Henny Bai menyadari bahwa suaminya terasa menjadi asing.
Steve Lin dapat melawan dua puluh orang dengan sendirian, serta dapat membuat tiran seperti Bos Kris tunduk padanya. Ini sungguh sulit dipercaya.
Namun saat ini, mereka tidak tahu.
Tik-tak!
Tik-tak!
Butiran keringat dingin bercucuran di dahi Bos Kris, dan terus mengalir turun.
Hatinya gelisah, dan kedua kakinya lemas.
Hanya dia yang pernah melihat betapa sadisnya Steve Lin, dan yang lebih mengerikan lagi, adalah identitas Steve Lin.
Ini adalah tokoh besar yang membuat Zacky Liu mereka membungkuk hormat padanya.
__ADS_1
“Kamu masih kenal aku?”
Tepat ketika itu, Steve Lin menatap Bos Kris dengan senyum bermakna dan berkata.
“Ke, kenal!”
Bos Kris menelan ludah, saat ini dia bahkan tidak memiliki keberanian untuk bertatapan dengan Steve Lin. Dia menundukkan kepala, lalu menguatkan diri dan berkata terbata-bata.
“Hari itu di Penjara S, ajaran Tuan Lin selamanya tidak akan Kris lupakan!”
“Kali ini, saudara saya telah menyinggung Tuan Lin, entah dipukul atau dimarahi, Kris serahkan semuanya pada Tuan Lin!”
Apa?
Mendengar perkataan Bos Kris yang terbata-bata, serta wajahnya yang terus berkeringat, Jeffry pun terbengong.
Apakah bertemu dengan papan keras?
Dalam matanya, Steve Lin bukanlah papan keras, melainkan batu meteor.
Orang yang begitu ditakuti oleh Bos Kris, dia malah mencari masalah dengannya, bukankah ini cari mati?
Berpikir demikian,
Jeffry bergidik. Dia bergegas merangkak ke arah Steve Lin.
“Tu, Tuan Lin, saya salah, saya tidak tahu Anda kenal dengan abang besar saya. Saya mohon, maafkanlah saya kali ini, mulai hari ini saya akan mengabdi pada Anda!”
Jeffry tidaklah bodoh.
Sebaliknya, dia sangat pintar. Dia tahu bahwa dia bertemu dengan tokoh besar yang sesungguhnya, maka memohon ampun adalah tindakan penyelamatan diri yang benar.
Tidak hanya dia saja.
Para pria lain yang dilumpuhkan juga merangkak ke depan Steve Lin dan memohon ampun.
Adegan ini sungguh mencengangkan.
__ADS_1
Sekelompok orang yang sebelumnya sangat ganas, saat ini semuanya bersujud di bawah kaki Steve Lin dan memohon ampun. Ini semakin sulit dipercaya bagi Henny Bai sekelaurga.