Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Bab 89 : Steve Lin? Dokter Senior?


__ADS_3

Keesokan paginya.


Henny Bai sekeluarga bangun pagi-pagi sekali. Setelah Yeri Shen membuatkan sarapan pagi, mereka sambil makan sambil menonton televisi.



Di televisi sedang menayangkan siaran langsung dari kompetisi kedokteran barat dan timur.



Di layar, entah Luis Gao atau Mike, mereka sudah siap siaga.



Di antaranya, pasien dari pihak kedokteran barat tepat adalah Kakek Bai.



Sementara di pihak kedokteran timur, adalah seorang pasien tua dengan penyakit yang sama dengan Kakek Bai.



Jika dibandingkan,



Sepertinya gejala pasien tua ini jauh lebih parah.



Wajahnya penuh dengan bintik-bintik usia, dan menyiratkan aura kematian, kelihatan lemah seperti akan mati kapan saja.



Di sampingnya, napas Kakek Bai stabil dan kuat.



“Huh! Tadi Abang Besar menelepon, tidak membolehkan kita pergi ke rumah sakit!” Di depan meja makan, Eric Bai menghela napas panjang.



Dalam mata semua orang keluarga Bai, Kakek Bai jatuh sakit dan masuk rumah sakit sepenuhnya adalah karena dibuat kesal oleh mereka sekeluarga.



Mereka pun menjadi musuh dalam mata semua orang keluarga Bai.



Kali ini, mereka bahkan dilarang oleh orang keluarga Bai untuk menengok Kakek Bai yang menjalani operasi.



“Tidak boleh pergi ya sudah!” Yeri Shen tidak mengambil hati dan langsung berkata.


__ADS_1


“Lagipula kita bisa melihat kondisi Kakek Bai dari siaran langsung. Kita pergi setelah operasinya berhasil juga tidak terlambat.”



Mendengarnya, Eric Bai hanya bisa mengangguk tak berdaya.



Namun saat ini,



Henny Bai mengernyit sambil melihat tampilan siaran langsung, dia bertanya dengan heran.



“Aneh sekali, semua orang sudah siap, kenapa tidak melihat Dokter Dewa Lin itu?”



Hhmm?



Perkataan Henny Bai menyadarkan Eric Bai dan Yeri Shen.



Mereka juga mencari-cari di dalam layar, tetapi tidak menemukan ada orang yang unik di pihak kedokteran timur.




Tidak hanya dia saja.



Saat ini, bahkan Henny Bai dan Yeri Shen juga berpikir demikian.



Karena di acara wawancara kemarin, Dokter Dewa Lin tidak menampakkan muka.



Namun sekarang, kompetisi akan segera dimulai dan semua orang pun sudah siap, tetapi Dokter Dewa Lin masih tak kunjung terlihat. Bagaimana bisa tidak membuat orang curiga?



Hal ini jelas juga disadari oleh pihak kedokteran barat dan timur.



Seketika, ada wartawan yang bertanya kepada Luis Gao.


__ADS_1


“Permisi Tuan Luis, di mana Tuan Lin? Sekarang masih ada setengah jam sebelum kompetisi dimulai, mengapa kontestannya masih belum terlihat?”



Mendengar nada pertanyaan itu, ekspresi Tuan Luis sedikit canggung, lalu dia menguatkan diri untuk menjawab.



“Semuanya tenang saja, kompetisi akan berlangsung semestinya, dan Dokter Dewa Lin juga pasti akan datang!”



Namun, baru saja Tuan Luis selesai berbicara,



Dokter Mike di samping langsung mencibir.



“Cih! Takutnya yang bermarga Lin itu tidak berani datang kan? Sudah menjadi kura-kura di balik tempurung!”



Apa?



Perkataan itu membuat semua orang berubah wajahnya.



Ekspresi para ahli dan praktisi medis dari pihak kedokteran timur sangat tidak enak dipandang. Di sisi lain, Johan Bai mereka yang mendukung pihak kedokteran barat pun terus menyindir.



“Hng! Sudah kami selidiki, sama sekali tidak ada yang bermarga Lin dalam kedokteran timur Kota Jiang!” Sindiran di sudut bibir Dokter Mike semakin pekat.



“Menurutku, kompetisi kali ini takutnya kalian para penipu dari kedokteran timur entah mencari dukun dari mana. Orang itu bahkan tidak berani menampakkan muka, sudah kabur!”



Wah!



Ekspresi semua ahli kedokteran timur menjadi sangat suram.



Tidak hanya begitu saja.



Dokter Mike melanjutkan.

__ADS_1



“Semuanya tenang saja, meski penipu yang bermarga Lin itu tidak berani muncul, kompetisi hari ini juga akan berlangsung semestinya. Aku Dokter Mike menjunjung tinggi etika kedokteran, pasti akan menyembuhkan Kakek Bai sampai tuntas!”


__ADS_2