
Tokoh besar itu pun datang.
Begitu mendengar seruan ini, seluruh lantai satu menjadi heboh.
Kakek Shen mereka beserta tamu di sekitar langsung berjalan ke tepi jendela, semuanya berekspresi penasaran dan kagum.
Ramai sekali.
Semuanya saling berdesakan, seolah-olah ada sang pemimpin negara yang datang, membuat mereka menantikan dan bergairah.
Melihat adegan ini, Henny Bai sekeluarga bertiga sangat terkejut.
Mereka sama sekali tidak dapat membayangkan orang seperti apa yang dapat menciptakan kehebohan sebesar ini.
“Tokoh besar apa? Apa yang mereka pergi lihat?” tanya Yeri Shen penasaran.
Mendengarnya, Tante Besar yang di samping melirik Yeri Shen dengan remeh. Lalu dia berkata,
“Adik kedua, mungkin kamu belum tahu, hari ini seluruh Hotel Caesar telah dipesan oleh Ketua Umum Provinsi Zacky Liu dan beberapa tokoh besar lainnya, untuk menjamu seorang tokoh besar misterius.”
Apa?
Perkataan ini membuat Yeri Shen sekeluarga bertiga terkejut.
Ketua Umum Provinsi dan tokoh besar lainnya, menunggu di depan pintu selama setengah jam?
Mereka sama sekali tidak dapat membayangkan orang seperti apa yang bisa begitu hebat.
Seketika, Henny Bai sekeluarga bertiga juga berdesakan ke tepi jendela, membelalakkan mata menatap Hotel Caesar di seberang.
Tepat di bawah tatapan semua orang yang penuh kegairahan,
__ADS_1
Buum!
Satu per satu mobil Rolls-Royce melaju kemari dari bagian timur jalan raya.
Totalnya ada sepuluh mobil.
Ert!
Ketika sepuluh mobil Rolls-Royce berhenti di depan pintu Hotel Caesar, masing-masing dari mobil mewah itu turun seorang pria yang berpakaian jas.
Di bagian pinggang mereka menonjol keluar, semuanya membawa pistol.
Setelah turun dari mobil, mereka berkumpul di depan mobil di tengah, dan berbaris menjadi tembok manusia untuk membelah sebuah jalan.
Semua pria berpakaian jas memandang ke sekeliling, mengantisipasi semua kecelakaan.
Begitu pintu mobil dibuka, seorang pemuda yang berpakaian kasual melangkah keluar dari kursi belakang mobil Rolls-Royce Phantom.
Baru saja pemuda itu melangkah keluar dari pintu mobil,
Terjadilah adegan yang mencengangkan semua orang.
Dipimpin oleh Ketua Umum Provinsi Zacky Liu, beserta Mayor Jenderal Juned Dong, Yelo Ma sang orang terkaya Provinsi Jiangnan, juga Ketua Umum Kota Jiang Patrick Zhang, Kapolres Kota Jiang Yosua Niu dan tokoh besar lainnya, mereka serentak membungkuk sembilan puluh derajat kepada pemuda itu.
“Tuan Lin!”
“Tuan Lin!”
“….”
__ADS_1
Di dalam suara itu penuh dengan rasa kagum dan antusias.
Sungguh mencengangkan.
Melihatnya, orang-orang di Restoran Hongbin tercengang sampai kepalanya kesemutan.
Siapa yang pernah melihat Ketua Umum Provinsi membungkuk dan bersikap begitu hormat kepada orang lain?
Ini sungguh adalah hal yang luar biasa.
“Ya Tuhan, benar-benar tidak tahu seberapa mengerikannya identitas Tuan Lin ini, bahkan dapat membuat para tokoh besar begitu hormat padanya.”
“Iya. Tuan Lin ini usianya terlihat tidak besar, seharusnya adalah seorang pemuda. Benar-benar tidak tahu apa latar belakangnya, sampai begitu mencengangkan.”
“….”
Saat ini, semua orang keluarga Shen di sekitar berekspresi takjub sambil berdiskusi.
Terutama Kakek Shen.
Wajahnya yang penuh keriput membawa rasa kecengangan yang pekat. Dalam matanya memancarkan rasa kagum.
“Aduh… keluarga Shen kita tidak berezeki. Jika ada dari kalian yang bisa mengenali tokoh besar seperti ini, apakah masih khawatir keluarga Shen kita tidak berkembang maju?”
Kakek Shen mendesah sedih.
Tuan Lin itu begitu muda, tetapi sudah dapat membuat tokoh besar seperti Zacky Liu membungkuk hormat padanya.
Sedangkan dia yang sudah tua bangka, bahkan tidak memiliki hak untuk menemui tokoh besar seperti itu.
Bagaimana perasaan hatinya tidak terasa kompleks?
__ADS_1