
“Steve Lin kurang ajar!” Kebencian Lea semakin memuncak.
Diikuti dengan kemarahan Poppy : “Brengsek! Tidak bisa! Urusan ini tidak bisa dibiarkan! Kalian ikut aku ke rumah Keluarga Shen, aku akan menuntut keadilan, akan aku pastikan Ayah bisa mengusir Steve Lin tanpa ampun.”
Poppy tidak mempedulikan apapun, tidak bertanya kejelasannya lagi, dia segera menarik Lea dan Sega pergi meninggalkan ruangan itu!
Mereka akan mengadu!
Jika menggunakan kekuasaan Keluarga Shen, Steve Lin tidak akan bisa tidur nyenyak, dia akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Sementara Steve Lin sama sekali tidak peduli dengan Sega Zhou.
Baginya, ini hanya sebuah kebetulan.
Tepat di saat itu juga! Kepala Rumah Sakit, Mike, juga yang lainnya mengantar Steve Lin dan Luis Gao meninggalkan Rumah Sakit Pengobatan Timur dan Barat Ivan.
Steve Lin merasa tenang jika Yeri Shen dibawah pengawasan Mike. Justru saat ini, dia penasaran dengan maksud Luis Gao :
“Luis, sebenarnya kita mau menemui siapa?”
Barusan, Luis Gao mencarinya diam-diam, dia mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin menemui dirinya. Tapi, dia tidak memberitahu identitasnya.
“Tuan Lin, beliau bukan orang biasa, terlebih lagi, sebenarnya Anda memiliki hutang budi kepadanya!”
“Sebenarnya, dia sendiri yang ingin menemui Anda, tapi karena kesibukannya, akhirnya meminta untuk pergi bersamaku.”
Tatapan Luis misterius.
Steve Lin tidak meneruskan pertanyaannya, dia langsung duduk di bagian mobil belakang.
Tidak lama kemudian!
__ADS_1
Mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan rumah mewah di kawasan West Lake Kota Jiang.
Tempat tinggal itu adalah sebuah Villa, yang memiliki halaman luas, hiasan pegunungan, dan sebuah taman.
Untuk menuju ke tempat kediaman tersebut, membutuhkan jarak sekitar 10 kilo, jika diperkirakan, harga bangun pelataran seperti ini di kota kecil seperti Kota Jiang, bisa terhitung sekitar ratusan juta.
Terlebih lagi salah satu dekorasi rumah yang memiliki ciri khas.
Terlihat jelas bahwa itu adalah ciri khas taman Cina dengan pemandangan yang antik namun mampu memberikan rasa tenang dan terkesan mewah.
Saat Luis Gao dan Steve Lin berjalan melewati pelataran itu, mereka melihat seorang paruh baya yang sedang melatih tinju kepada seorang gadis.
Huhhuhhuh!
Gadis itu terlihat masih berusia 18-19 tahunan, wajahnya yang anggun dengan gelombang poni pada wajahnya.
Terlebih lagi, gerakan tubuhnya terlihat sangat lincah.
Meskipun pukulan itu terlihat lemah gemulai, tapi cukup tegas. Teknik pukulan itu mengejutkan Steve Lin :
“Pukulan klasik Bajiquan!”
Steve Lin sangat familiar dengan gerakan klasik seperti itu, gerakan klasik Bajiquan memang gerakan pukulan kombinasi antara kelembutan dan kekuatan, yang biasanya dapat melatih kekuatan otot.
Saat itu, dia adalah salah satu anggota Prison Blood, gerakan dasar yang dipelajari adalah gerakan pukulan klasik Bajiquan.
Bisa dibilang, Steve Lin sangat menguasai gerakan itu.
Hanya saja, kali ini!
__ADS_1
Hmm?
Steve Lin mengernyitkan alisnya, dia menyadari bahwa gerakan pukulan klasik Bajiquan yang gadis ini lakukan sedikit memberontak!
Jika dia terus melanjutkan latihannya seperti ini, khawatir akan mengalami cedera yang cukup serius.
Huh!
Tepat saat itu juga, gadis itu menyelesaikan gerakan pukulannya, menghela napas panjangnya dan membuka kepalan tangannya.
Terlihat sangat berbeda.
Melihat gerakan itu, pria paruh baya berbaju abu-abu itu tertawa :
“Hahaha … gerakan Bajiquan-mu berkembang pesat, aku yakin tidak lama kemudian, kemampuanmu akan menyeimbangi senior-mu. ”
Mendengar pujian dari gurunya, gadis itu kemudian tersipu malu :
“Semua berkat guru yang mengajariku dengan baik!”
Mengajari dengan baik?
Sepertinya kalimat ini sangat cocok untuk pria paruh baya itu.
Kemudian, saat dia kembali ingin mengucapkan sesuatu, tiba-tiba ada suara lain yang mendahuluinya :
“Mengajarinya cukup baik! Hingga bisa saja segera mengancam nyawa!”
Apa!
Begitu terdengar suara itu, mereka berdua langsung menoleh ke arah suara, dan menyadari ada dua orang yang sedang memperhatikannya.
__ADS_1