Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa

Identitas Rahasia Menantu Yang Luar Biasa
Bab 86 : Hormat Kepada Tuan Lin!


__ADS_3

“Sudahlah!”


“Ingat, tidak ada lain kali!”



Steve Lin malas untuk mempermasalahkannya dengan mereka, juga malas untuk peduliS siapa dalang di balik layar.



Dia tahu, asalkan Bos Kris tidak bodoh, Bos Kris akan tahu harus berbuat bagaimana.



Huh!



Perkataan Steve Lin membuat Bos Kris mereka menghela napas panjang, mereka merasa seolah-olah sudah berjalan di ambang pintu maut.



Terutama saat Bos Kris melihat Steve Lin berjalan ke arah mobil sedan Mercedes Benz, dia bergegas memerintahkan pengawalnya.



“Sandi, Efan! Cepat, pindahkan mobil di depan, beri jalan untuk Tuan Lin!”



“Baik!”



Seketika, dua orang pengawal bergegas memindahkan dua buah mobil Toyota Prado yang menghalangi jalan.



Hingga saat ini,



Barulah Steve Lin berjalan ke samping Henny Bai sekeluarga bertiga, dia tersenyum dan berkata.



“Istri, ayo kita pergi!”



Senyuman Steve Lin lembut sekali, bagai angin di musim semi.



Dari awal hingga akhir, tidak ada setetes pun noda darah di badannya.



Ini membuat Henny Bai memiliki sebuah ilus, apakah Steve Lin yang di depannya ini sama dengan orang yang sadis dan ganas, serta melawan dua puluh orang dengan sendirian itu tadi?



Mereka sekeluarga berempat pun naik ke dalam mobil Mercedes-Benz.



Mobil perlahan-lahan melaju pergi.



Di belakang mereka,



Bos Kris dan Jeffry mereka yang berjumlah dua puluh tiga orang, semuanya menopang diri untuk berdiri dan membungkuk ke arah mobil Mercedes-Benz.


__ADS_1


“Hormat pada Tuan Lin!”



“Hormat pada Tuan Lin!”



“….”



Adegan ini sungguh menakjubkan.



Jika dilihat oleh warga biasa dari Kota Jiang, pasti akan kencing ketakutan.



Siapa yang menyangka, Bos Kris dan Jeffry yang tidak berani disinggung oleh orang di Kota Bei di Kota Jiang, akan membungkuk hormat pada sebuah mobil. Ini sungguh sulit dipercaya.



Hingga mobil Mercedes-Benz di depan sana menghilang dari pandangan,



Bos Kris mereka baru perlahan-lahan menegakkan badan.



“Huh! Nyaris sekali, kita selamat!”



Di wajah Bos Kris masih tersisa rasa takut yang pekat. Begitu menyeka keringat dingin di dahinya, barulah dia sadar bahwa punggungnya juga basah karena keringat.



“Abang Besar, sebenarnya siapa Tuan Lin ini? Bukankah dia itu suami matrilineal?” Jeffry bertanya pada Bos Kris dengan hati gentar.




Plak!



Sebuah tamparan keras langsung mendarat di wajahnya.



Bos Kris benar-benar gusar sekali.



“Suami matrilineal? Apakah kamu idiot? Suami matrilineal dari keluarga mana yang bisa melawan dua puluh orang dengan sendirian?”



“Suami matrilineal dari keluarga mana yang bisa membuat tokoh besar seperti Zacky Liu mereka membungkuk hormpat padanya, serta pergi ke penjara untuk mempersilahkannya keluar?



Apa?



Perkataan Bos Kris bagaikan petir yang menyambar Jeffry mereka.



Membuat tokoh besar seperti Zacky Liu mereka pergi ke penjara untuk mempersilahkannya, serta membungkuk hormat padanya?


__ADS_1


Ini….



Jeffry tercengang.



Hingga saat ini, barulah dia paham mengapa Bos Kris si abang besarnya begitu bersikap hormat dan menjilat pada Steve Lin.



“Selain itu, Jeffry, kali ini siapa yang ingin menyerang Tuan Lin?”



Bos Kris tidaklah bodoh.



Steve Lin tidak menanyakan siapa dalang di balik layar itu, adalah memberinya kesempatan.



Jika dia tidak dapat mengurus masalah ini dengan baik, maka sungguh sia-sia perjuangannya sampai ke hari ini.



“Johan Bai dari Keluarga Bai!”



Jeffry menuturkan nama Johan Bai sambil menggertakkan gigi.



Semuanya karena bajingan itu. Jelas-jelas mengatakan bahwa Steve Lin hanyalah suami matrilineal yang tidak berguna, tetapi malah membuat dia beserta dua puluhan saudaranya patah kaki dan tangan.



Bahkan hampir kehilangan nyawa.



Sungguh sialan.



Yang paling patut dibenci adalah,



Si idiot itu bahkan tidak tahu orang seperti apa yang dia singgungi, benar-benar bodoh sekali.



“Hng! Keluarga Bai benar-benar sekelompok sampah tak berguna, bahkan tidak bisa mengenali Tuan Lin sang tokoh besar ini!”



Bos Kris juga mencibir di dalam hati.



Bos Kris melihat kondisi luka Jeffry mereka lalu berkata.



“Hari ini, kalian pergi obati dulu. Lain hari baru kumpulkan saudara-saudara, pergi menuntut Johan Bai!”



“Kali ini, harus dilaksanakan dengan bagus!”



Kemudian, Bos Kris menatap dalam ke arah perginya mobil Mercedes-Benz, lalu dia berkata lagi.

__ADS_1



“Selain itu, beritahukan pada semua saudara, masalah terkait pelanggaran hukum, semuanya harus lebih berhati-hati. Jika ada lagi yang tidak punya mata sampai bermasalah dengan Tuan Lin, aku akan menguliti dia!”


__ADS_2