
“Luis!”
Pria paruh baya itu tersenyum begitu melihat Luis Gao, sementara saat dia menengok ke arah Steve Lin, alisnya mengernyit merasa heran :
“Nak, apa yang sedang kamu bicarakan?”
Apa ada yang salah?
Steve Lin kemudian tersenyum, pandangannya menyapu seluruh gerak-gerik pria paruh baya tersebut dan bertanya :
“Maaf,sudah berapa tahun berlatih Bajiquan?”
Berapa tahun?
Pria paruh baya itu tercengang.
Bagaimanapun juga, gerakan pukulan klasik ini, dibeli olehnya tiga tahun lalu dari salah seorang ahli yang membuatnya semakin lama semakin hebat.
Tapi, memangnya apa hubungannya dengan Steven Lin!
“Tiga tahun, kenapa memangnya?” Tatapan pria paruh baya itu memandang aneh ke arah Steve Lin.
Mendengar jawabannya, Steve Lin semakin tertawa geli : “Perlu diketahui, Bajiquan, tidak cukup hanya belajar delapan tahun, mengajarkannya pun tidak cukup dalam waktu delapan tahun!”
“Sementara kamu hanya berlatih selama tiga tahun, sudah berani mengajarkan orang, ini sama hal nya dengan menggadaikan nyawa orang!”
Apa!
Perkataan Steve Lin membuat pria paruh baya dan gadis muda itu tercengang.
__ADS_1
Membahayakan nyawa orang lain?
Istilah yang disampaikannya, membuat pria paruh baya itu tidak terima, dengan tegas mengatakan :
“Sembarangan! Tidak pernah saya mendengarkan bahwa Bajiquan tidak cukup hanya belajar delapan tahun, mengajarkannya pun tidak cukup dalam waktu delapan tahun!”
“Nak, aku tidak peduli siapa dirimu. Tapi, kalau niatmu disini hanya mengucapkan hal-hal yang tidak pantas, jangan salahkan saya kalau saya tidak akan segan-segan melakukan sesuatu.”
Tiba-tiba!
Huuss …
Kabut putih tiba-tiba muncul di sekitar tubuh pria paruh baya itu, membuat Luis Gao dan gadis muda tercengang di tempat, suhu yang dirasakan seperti semakin dingin.
Melihat kejadian ini, Luis Gao segera menghadang dan melindungi Steve Lin sembari berusaha menjelaskan :
Hhmm?
Penyelamat?
Penjelasan ini tentu saja membuat pria paruh baya itu tidak percaya. Tapi, dia memang pernah mendengar bahwa ada seorang Dokter Dewa Lin yang telah menyelamatkan Tuan Fei.
Hal ini membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk meluapkan kekesalannya kepada Steve Lin.
“Kakak, benarkah kamu adalah seorang Dokter Dewa Lin yang sudah menyelamatkan kakekku?” Seketika itu juga, gadis muda di sampingnya bertanya heran.
Selama ini, dia mengira bahwa yang menyelamatkan kakeknya adalah Dokter Senior yang sudah berusia 70-80 tahunan. Dia sedikit terkejut tidak percaya ternyata yang penyelamat kakeknya adalah Steve Lin, yang masih muda.
__ADS_1
Tidak menunggu jawaban dari Steve Lin, mereka mendengar suara seseorang yang tiba-tiba muncul dari bilik koridor, sembari tertawa :
“Hahaha … benar! Pemuda inilah yang sering disebut sebagai Dokter Dewa Lin!”
Pandangan mereka tertuju kepada sumber suara tersebut, terlihat seorang kakek tua yang mengenakan pakaian Tang sedang berjalan kemari.
Langkahnya mantap dan tepat. Sekilas, jelas terlihat bahwa dia seorang senior.
Kali ini, Steve Lin yang tercengang.
Karena ternyata orang itu adalah Tuan Fei yang yang terserang penyakit ‘Filinlock’ dan sembuh melalui Teknik Akupuntur Tulang Putih Sanjiu ketika dia melakukan siaran langsung.
“Kamu?”
Kali ini, Steve Lin baru tersadar apa yang Luis Gao dan gadis muda ini maksud bahwa dirinya telah menjadi penyelamat seseorang.
Taktaktak!
Seketika itu, Tuan Fei yang mengenakan pakaian Tang berlari kecil ke hadapan Steve Lin, begitu tiba tepat di hadapan Steve Lin, dia segera tunduk sebagai tanda terima kasih :
“Terimakasih Dokter Dewa Lin telah menjadi penyelamat!”
Hendy Fei!
Entah sejak kapan, Steve Lin seperti merasa familiar dengan nama ini.
Melihat kondisi seperti itu, Luis Gao segera menjelaskan :
“Tuan Lin, Anda mungkin masih belum tahu, bahwa Tuan Fei ini adalah Hendy Fei. Paman tertua Yonas Fei yang memiliki Perusahaan Yongsheng di Kota Jiang. Juga orang terkaya di Kota Yunhai, penguasa terbesar Keluarga Fei.”
__ADS_1