
Bismillahirrahmanirrahim...
Alam Nasrah Laka Sadrak
Wawadakna Anka Wizrak
Alladzi Angqada Zahrak
Wa Rafa'na Laka Zikra
Fainna ma'al usrii Yusra
Innama'al Usri Yusra...
Air mataku tak sanggup lagi untuk terbendung ketika ayat suci itu kubaca.
Semua tumpah ruah mengalir begitu deras.
Aku percaya bahwa setiap Kesulitan yang kuhadapi pasti selalu ada sebuah Kemudahan dibaliknya. Ini tentang Hidupku beberapa Tahun Silam.
Usiaku kini merambat 25 Tahun. Namun Pahit Manis Asam Asin Dunia begitu banyak sudah tertelan olehku. Kadang Ku berpikir Apakah Sang Pencipta sengaja menciptakan Dunia Beserta Isinya tak lebih hanya Untuk Bermain-main semata. Ataukah Ada rahasia Besar dibalik ini semua. Saat itu, ya saat itu aku tak pernah menyadari Bahwa Tuhan itu Benar-benar Kaya akan Rahasia.
Hingga suatu hari aku mendapatkan semua pelajaran hidup yang amat berguna. Bahkan Kisah ini berasal dari diriku sendiri. Diri yang terlena akan indahnya Dunia Cinta 5 Tahun silam.
__ADS_1
"Sayang. Kamu Dimana?"
Lamunanku Buyar seketika.
" Sayang!"
"Ya Mas Aku Disini" jawabku.
Panggilan Cinta dari Pria yang telah berstatus menjadi Suamiku ini tak boleh dihiraukan. Sebab Ia Paling tidak suka diabaikan.
"Mas, kamu sudah pulang" Kusalami tangannya serta mengambil Tas kerjanya.
"Ya, Aku akan mandi lalu kita akan makan bersama, Sabar ya Cinta". ucapnya sambil mencium keningku. Kebiasaan rutin hariannya setelah kami Sah menikah 1 Bulan lalu. Ya sebab 5 Tahun lalu entah pernikahan jenis apa yang kami lakoni. Kehidupan yang sangat menyebalkan untuk diingat sebab semua penuh dera kesakitan.
"Mas kamu apaan sih, Ayo buruan Makan lalu malam ini jangan lupa selesai Isya ada kegiatan pengajian di Rumah Pak RT". Kataku mengelak agar rasa kagetku tak diketahui suamiku.
"Oh iya Sayang, Mas lupa. Segan dong kalau kita tidak pergi. Sebagai Orang baru di Komplek sini kita harus ramah tamah dong".
jawabnya
" Ya Mas kali yang lupa" Ucapku sambari senyum pasrah. Kami pun menyelesaikan makan lalu bersiap-siap untuk menghadiri acara tersebut. Namun baru melangkahkan kaki 1 meter Hujan turun amat deras.
" Yah hujan Yang. Gimana dong?". Kata Suamiku
__ADS_1
"Ya andai saja kita masih punya Mobil mas?" jawabku lesu.
"Hei tidak boleh berandai-andai, kamu seharusnya lebih tau soal itu". Gertak Suamiku mengingatkan.
"Astagfirullah iya Mas, maafin Adek ya". jawabku resah karena merasa bersalah.
" Yauda gini aja, kita tidak jadi pergi saja, berhubung malam Jumat. Gimana kalo kita lanjut tidur saja yuk sekalian menambah anggota keluarga" kata usil dari suamiku membuat pipi ini nyaris merona.
" Mas Yakin ini acara Pak RT loh" jawabku bimbang.
" Mas yakin Pak RT pasti juga Paham, Kita kan pengantin baru" ucapnya semangat sembari menarik diriku masuk dan mengunci pintu.
Ya benar saja malam itu Aku menunaikan kewajibanku sebagai Istri. Berharap Allah segera mengamanahkan kami kembali seorang anak agar keluarga ini bisa menjadi semakin sempurna.
" Sayang, Terimakasih untuk tetap bertahan dan memilihku" Ucapnya parau setelah kelelahan dan menahan kantuk.
" Aku mencintaimu, Alesha Anastasia" Tambahnya sembari menciumku lalu memeluk erat tubuh ini.
" Aku juga Mencintaimu Mas, Muhammad Davin Syailendra" ucapku sambil mengecup pipinya dan menutup mata. Malam itu telah kulupakan semua hal menyakitkan yang pernah Ia berikan. Aku percaya Cintanya.
Hai Guysss. Semoga Kalian Semua Diberikan Kesehatan Oleh Sang Khalik.
Ini Novel Perdana Aku. Ya latihan Nambah Literasi daripada Gak punya kerjaan Scroll FB sampe abis terus ghibahin orang. Bagus dimanfaatin ya Waktunya. Semoga kalian Suka. Kalau setuju Follow ya😘
__ADS_1
Like & Comment.