
"Hai Vin selamat pagi". Sapanya kembali sambil tersenyum setelah menghampiriku. Aku hanya terbelenggu menatapnya sembari memastikan benarkah ia sudah hadir kembali. Benarkah ini nyata bukan ilusiku semata.
"Vin, Vinooo, Hello Vinooo, Vin". Ia terus memanggilku dan mengayun-ayunkan tangannya dihadapan wajahku. Aku tentu masih asyik dalam khayalanku, Aku takut kalau saja ini hanya imajinasi.
"Vinoooo!!!". Baiklah kali ini Ia menjerit cukup nyaring. Dia asli, dia telah kembali, dia di hadapanku kini.
"Hai Sha, lo uda sehat?". Sapa ku secepat mungkin sembari memegang kedua bahunya. Ya dia Sasha, wanita yang 50 jam sebelumnya selalu menghantui pikiranku.
"Loh lo kok nanya gitu?". Tanya Sahsa.
"Lah elo kan sakit Sha". Tuturku.
"Iya maksudnya kok kamu tau, atau jangan-jangan...". Ucap Sasha menyelidikku.
"Apa Sha?, Eh bener nih kamu uda sehat, kalau belum kenapa mesti sekolah". Ucapku khawatir sekaligus mengelak pada tatapan penuh curiganya yang tak kuketahui apa itu.
__ADS_1
"Gue uda sehatlah makanya gue sekolah. Lo tau gak Vin, semalam ada anak yang jenguk gue, katanya dia teman sekolah gue. Tapi bibi dirumah gue lupa namanya". Ucap Sasha sembari berjalan, Aku pun mengikutinya dan tertarik akan ceritanya.
"Emang kenapa Sha?". Tanyaku khawatir dan berpikir apakah pembantu semalam membuat cerita yang tidak-tidak tentangku.
"Ya lo kan tau guw anak baru Vin, teman-teman gue juga belum banyak, bahkan teman dekat juga belom punya". Ucap Sasha menatapku, Aku sedikit grogi dibuatnya.
"Terus kenapa?". Tanyaku lagi penasaran.
"Ya gue penasaranlah siapa yang datang". Kata Sahsa lesu, Ahh pembantu itu benar-benar kacau padahal Aku sudah memperkenalkan diri semalam. Kalo begini Aku kan jadi malu sama Sasha. Lebih baik gak ngaku aja deh.
"Ya mana gue tau Vin. Gue mala curiga elu lagi yang datang". Tebak Sasha membuatku panik.
"Lah kenapa gue?" Tanyaku menunjuk diriku.
"Ya kan cuma lo yang tau gue tinggal dimana dan lo darimana gue sakit?". Ucap Sasha.
__ADS_1
"Apaan sih. Heh Sha zaman sekarang mbah gugel tau segalanya dibanding dukun. Masak berita lo sakit aja karna gue tau lo nuduh gue yang datang. Lagian kan lo lagi viral disekolah, banyak mata-matalah kemungkinan kan". Ucapku asal menutupi rasa khawatirku.
"Yaaaa bukannya gitu sih Vin, tapi gue segan aja karena gak bisa jumpain dia balik. Tapi yauda deh gak usah dibahas". Kata Sasha mengakhiri pembahasan ini.
"Ya ya ya". Ucapku pasrah dan lega.
"Oke deh Vin, gue ke kelas dulu ya. Byee!". Kata Sasha, melambaikan tangan. Ah aku tak menyangka sesingkat ini kebersamaanku dengannya pagi ini.
"Oke Sha, entar istirahat lo bareng gue. Gue jemput ke kelas lo". Ucapku amat riang sambil menuju tangga untuk ke lantai selanjutnya. Aku tak ingin mendengar penolakan dari Sasha. Kulihat Ia hanya tersenyum dan berlalu.
Siang itu dikantin kami banyak menghabiskan waktu bersama beberapa temanku dan warga sekolah lainnya. Mereka bilang makan-makan bersama menyambut kedatangan Sasha kembali. Ada-ada saja pikirku, tapi tak mengapa yang penting Aku duduk disebelah Sasha. Setelah hari ini kedekatan kami untuk hari-hari selanjutnya tentu saja bertambah akrab. Aku bahkan sering mengantarnya pulang, walau pernah sekali seorang laki-laki tiba-tiba duduk bersama kami sewaktu makan siang diluar. Ternyata laki-laki itu Ayahnya Sahsa, kami berkenalan lalu Ia memintaku menjaga Sahsa baik-baik. Ah hati ini sepertinya bagaikan salju di musim kemarau. Tak karuan rasanya. Aku bahkan menargetkan di ulangtahun Sahsa tahun ini, Aku akan membuat suprise dan menyatakan perasaanku padanyaKarena sungguh aku sangat menyukai dirimu sejak pandangan pertama menemukan dirinya dijalanan. Tunggu saat itu terjadi Sha. Aku akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.
***Vino POV End
Hai Apa kabar? Semoga sehat selalu. Like ya***
__ADS_1