Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
Sasha Meninggal


__ADS_3

Kaki yang luntai ini terus melangkah tanpa arti. Semua terasa berat. Aku tak bisa membangkitkan api semangat dalam diriku lagi. Semuanya lenyap. Di perempatan Gang Rumah Sakit kulihat Pak RT melambai-lambaikan tangannya seolah memanggilku. Aku pun berlari ternyata didepan pintu UGD dimana Sasha berada sudah ada seorang Dokter Laki-laki yang sedang berbicara dengan perawatnya.


"Nak, ini Dokter sudah keluar, ayo cepat kesini". Ucap Pak RT penuh semangat. Aku segera mempercepat jalanku.


"Dokter, Dok, Bagaimana keadaan Istrinya Saya Dok? Dia baik-baik saja kan Dok?". Tanyaku dengan penuh kekhawatiran.


"Hmm maaf Pak. Kami sudah berusaha sebisa mungkin namun Istri Anda tidak dapat kami selamatkan sebab terlalu banyak pendarahan". Ucap dokter penuh penyesalan. Jelas saja pernyataan dokter membuatku hatiku melebur.


"Dok tidak mungkin kan. Dia Istriku, tolong Dok, tolong periksa sekali lagi Dok. Tolonggg". Aku pasrah mengemis pada Dokter tersebut karena masih tidak percaya secepat ini Sasha meninggalkan diriku.


"Maaf Pak. Kami sudah mengusahakan yang terbaik. Sus, tolong urus semuanya". Ucap Dokter tersebut sambil berlalu. Suster tersebut pun segara masuk ke ruangan.


"Dokterr!!". Teriakku namun tak dihiraukannya.


"Nak sudah, ayo kita lihat Istrimu, tolong tabahlah". Ucap Pak RT menguatkan.


Aku pun segera berlari kedalam ruangan. Kulihat suster mencabuti kabel-kabel yang tak kuketahui namanya. Lalu dibaliknya terbaring tubuh Istriku yang terbujur kaku. Kupeluk tubuhnya sembari menahan airmata. Aku tak boleh menangis. Karena ku yakin Sasha belum pergi. Pelan-pelan kubuka kain penutup dari wajahnya yang sangat pucat. Aku pun menjerit histeris.

__ADS_1


"Ya Allah. Ini tidak mungkin. Setelah 5 tahun baru ini kami memulai hidup bahagia. Mengapa Engkau tegaaa. Astaghfirullah Sashaaaaa. Bangun Sayang jangan tinggalkan Mas Sayanggg. Bangunnn". Teriakku frustasi. Aku benar-benar sangat hancur.


"Nak sabar. Jangan menyalahkan takdir dari Yang Maha Kuasa". ucap Pak RT menenangkan. Namun tetap saja tidak kupedulikan. Aku begitu hancur kehilangan wanita yang amat kucintai. Begitu mudahnya Ia menyuruhku untuk bersabar. Dia begitu karena tidak berada diposisiku saat ini. Aku kembali melihat wajah cantiknya namun kini sangat pucat.


"Sha, tidak mungkinkan Sayang. Bangunlah. Kamu sudah berjanji sama Mas Sayang. Ayo Bangun". Ucapku sambil menyentuh pipinya yang sangat dingin. Aku masih terus berharap keajaiban Allah itu hadir lagi. Dalam isak tangiku yang semakin menjadi tiba-tiba seseorang menjerit begitu kuat. Aku pun menoleh terkejut.


"Sashaaaaaa!! Anak Bundaaa!! Bangun Nak. Astagfirullah mengapa bisa begini. Nak Bunda mohon bangunlah." Mamiku terisak dalam tangis pilunya. Ternyata Pak RT yang telah memberi tahu kedua orangtuaku. Ahh penjelesan yang bagaimana akan kuberikan pada mereka. Oh Tuhan Cobaan ini benar-benar membuatku gila. Seketika Aku bingung saat bagaikan kilat Papa menampar dan meninjuku.


Plakkk.. Bughh.. Tamparan serta Pukulan bertubi-tubi ini sangat sakit tapi hatiku telah terlanjur mati bersama Sasha. Aku hanya bisa tertunduk menangisi semuanya.


"Anak kurang ajar, ******** Kamu!. Seharusnya dari dulu Papa tidak membiarkanmu menikahi Sasha. Kurang ajar Kamu". Bughh.. Sekali lagi Papa meninjuku. Aku melayang terhempas ke dinding. Papa diusia 55 Tahunnya masih mempunyai tenaga sekuat ini. Seumur hidup baru ini Ia begitu kepadaku. Tapi ini pantas untukku, sebab kesekian kalinya aku telah gagal menjadi Suami yang baik untuk Sashaku. Aku sekali lagi selalu menghancurkan kembali kepercayaan orangtuaku. Semuanya benar-benar hancur. Kutatap Sasha sembari berbicara dalam hati "Sayang lebih baik aku akan menyusulmu".


"Tolong semuanya harap tenang. Detak jantung Pasien kembali terdeteksi. Tolong keluar, Dokter akan segera datang untuk memeriksanya, Ini sungguh Mukjizat". Ucap Suster dengan panik yang membuat Kami semua kaget mendengar pernyataan dari Suster tersebut.


Aku kaget bukan main. Segera kuhampriri ranjang itu untuk memeluk Istriku. Namun Papa segera menarikku sebab Dokter telah hadir. Mau tak mau Kami semua segera keluar. Tak ada satu kata pun yang terucap dari mulut kami. Semua duduk dan sibuk berdoa. Terutama diriku, Aku benar-benar sangat berharap Istriku kembali hidup. Aku terus berdoa dan menangis. Namun tiba-tiba Mami pingsan dan terkulai ke lantai.


"Mami!!". Teriak Aku dan Papi.

__ADS_1


"Davin ayo bantu Papa. Baringkan Mami ke". Tanpa menunggu perintah Papi selesai Aku sudah duluan mengangkat Mami dan membaringkannya dibarisan kursi Rumah Sakit.


"Astagfirullah apalagi ini. Kepalaku semakin sakit. Istriku didalam bertaruh nyawa. Sekarang Mami mala pingsan. Aku benar-benar gagal menjadi Suami dan Anak yang baik." Ucap Davin dalam hatinya dengan buliran air mata yang terus menetes.


"Saya akan membelikan minuman dan obat. Tolong bersabar ya". Ucap Pak RT berlari kecil.


"Mami, bangun Mii. Pliss dong. Sasha membutuhkan kita Mi. Ayo dong bangun." Lirihku tak berdaya.


"Hahh, Dunia ini benar-benar membuat kepala Papa pusing". Keluh Papa sembari memangku Mami. Tak berapa lama kemudian Pak RT pun muncul kembali membawa beberapa botol minuman dan bungkusan makanan serta Obat-obatan.


"Ayo beri Mamimu minyak angin ini Nak, Pak ini minuman dan makanannya, Dav Kamu harus makan juga Nak. Wajahmu sudah sangat pucat". Kata Pak RT sembari sibuk membuka Minyak angin dan botol minuman.


"Terimakasih banyak Pak." Ucapku sambil menangis. Ya pucat, bagaimana tidak dari siang Aku bahkan belum makan. Aku benar-benar malu karena semua terlalu berat bagiku hari ini.


"Sama-sama Nak, Pak Indra ayo monggo minum dulu". Balas Pak RT sembari memberi Papa air minum sebab wajah Papa kian tampak lelah. Sementara Aku segera memberi Mami Minyak Angin. Tak berapa lama kemudian Mami pun tersadar. Segera Kami beri air minum. Hatiku benar makin kacau sebab Mami tidak mengucapkan sepatah kata pun. Pasti Ia sangat sedih memikirkan Sasha. Oh Tuhan ini benar-benar melelahkan.


"Sasha Tolong bangunlah sayang". Rintihku dalam hati sembari berdoa.

__ADS_1


Davin POV End


Selamat Malam. Jangan lupa DiLike ya Guys. Btw Akankah Sasha Hidup kembali? 😁


__ADS_2