
Sesampainya dirumah Aku tidak langsung naik ke kamar. Jelas saja akan kutunggu sampai Sasha pulang dan Aku akan memberinya hukuman lagi. Ini semua karena dia telah berani membuatku menunggu. Sekitar 10 menit kemudian Aku mendengar pintu gerbang yang dibuka.
"Pasti itu Sasha". Aku langsung berdiri bersiap untuk menyambutnya. Ku perhatikan dari balik kaca jendela. Sasha masih bercengkerama ria dengan temannya itu. Lelaki itu pun pamit dan memberi kissbye pada Sasha. Aku merasa mual melihat fenomena dua sejoli dihalaman rumahku ini. Sasha pun bergegas hendak masuk. Aku segera berlari ke kursi tamu untuk berpura-pura tidak tahu.
"Assalamualaikum". Ucap Sasha masuk dan meletakkan sepatunya pada lemari sepatu dan menggantinya dengan sendal rumah. Aku hanya menjawabnya dalam hati lalu menatapnya dengan intens.
"Bik Inah. Bunda uda pulang belum?". Jerit Sasha pada pembantu rumah ini. Hah jelas-jelas Aku didepan matanya tapi mala mencari Bin Inah yang entah dimana. Emosiku semakin meluap. Sasha yang kini mulai berjalan kearah dapur pun segera kuhadang.
"Heh lo itu benar-benar cewek gak tau malu ya!!". Bentakku sambil menunjuk dirinya.
__ADS_1
"Apaan sih lo Dav. Jangan karena Bunda dan Ayah sedang tidak ada lo mau semena-mena sama gue ya!!". Ucapnya dengan nada yang tak kalah tinggi. Kurang ajar anak ini, sudah diasuh tidak tau diri. Aku pun kesal kemudian menariknya menuju halaman belakang rumah. Baru saja melewati ruang keluarga tiba-tiba Ia menggigit tanganku.
"Aww dasar idiot Kamu". Bentakku.
"Lepasin gue Vin. Apasih salah gue sama lo ha". Ucapnya sambil mencoba melepaskan cengkramanku yang semakin kuat.
"Lo tanya salah lo apa. Ahahahahaha". Aku pun tertawa sebab pertanyaan yang dilontarkannya.
Plakkk.. Dia menamparku. Tentu saja pipi ini seketika panas dan hati yang sedari tadi sudah panas kini pun semakin memanas. Aku pun kembali mencengkram tangannya dan menarik paksa dirinya.
__ADS_1
"Lepasss Dav". Jeritnya nyaring. Aku tak peduli lagi. Kini hatiku benar-benar menggila. Dua hari lalu disebabkan olehnya Papa dan Mami menamparku. Dan kini Ia yang bukan siapa-siapaku berani menamparku. Ini sudah diambang batas kesabaranku. Kutarik dia semakin kencang sehingga sendalnya lepas dan tas sekolahnya jatuh. Aku menariknya menuju balkon belakang rumah.
Byurrr.. Kuceburkan dirinya ke dalam kolam. Aku pun tertawa terbahak-bahak.
"Hahah Kamu rasakan itu, mampus lo". Seruku mengejeknya. Aku pun berbalik hendak kekamar. Tiba-tiba Bik Inah panik berlari ke arahku.
"Den Davin, Non Sasha tenggelam tolongin itu bibi gak bisa berenang". Jeritnya sambil melompat-lompat panik. Aku pun melihat kembali ke arah kolam dan benar saja. Sasha si cewek sialan itu sama sekali tidak berenang ke tepi. Ia bahkan mulai megap dan tenggelam ke dasar. Aku panik dan langsung menyeburkan diri untuk menolongnya. Kulihat tubuhnya sudah terkulai lemas didasar kolam. Kutarik Ia keatas dan menggendongnya ke tepi. Bik Inah pun ikut menariknya.
"Bik ambilin handuk buruan". Seruku. Bik Inah pun langsung berlari. Sementara Aku dengan panik mulai memberinya pertolongan pertama. Aku menekan dadanya beberapa kali namun Ia tak kunjung sadar. Tidak ada pilihan lain saat Aku diserang panik seperti ini. Aku pun menunduk dan memberinya nafas buatan. Tanpa sadar kini bibirku telah menyatu kembali dibibirnya seperti malam kemarin. Ahh lagi-lagi perasaan berdesir ini kembali menyerangku. Entah bagaimana alurnya tiba-tiba Aku menikmati sentuhan bibir diantara Kami. Sasha pun sadar dan menyeburkan air. Sialnya karena kaget, Aku mala harus terminum air dari mulutnya. Alhasil bukan dia saja yang batuk-batuk, kini Aku pin ikut batuk karenanya. Sampai Aku tak sadar tengah diperhatikan oleh seseorang.
__ADS_1
"Davinnnn!!!!. Kurang ajar Kamu"
LikeYo😙