
Hampir saja Aku terlambat masuk ke kelas. Beruntung kali ini yang masuk ialah Pak Selamat. Ia sangat baik hati padaku. Kali ini mata pelajaran Kimia cukup membuat kepalaku sedikit pusing karena banyak sekali rumus yang perlu dihapal dengan baik. Bila salah rumus akan sangat berbahaya saat melakukan praktek. Tapi ada yang menarik kali ini, si Davin iblis ini tiba-tiba menunjukkan eksistensinya dalam belajar padahal di semua mata pelajaran keejaannya hanya tidur. Nanti dirumah akan ku cerita kan pada Bunda. Tak terasa bel istirahat berbunyi. Aku yang sampai sekarang belum mempunyai teman dekat tentu saja harus ikut sana sini. sebab ku perhatikan semua teman sekelas ku pasti mempunyai kelompok paguyubannya masing-masing. Hal ini membuatku pusing. Dalam perjalanan ke kantin mataku teralihkan pada seseorang. Aku pun bergegas akan menghampirinya.
"Eh guys. Gue ke toilet dulu ya, entar gue nyusul kalian". Seruku pada teman-temanku ini.
"Oke lo perlu gue temenin kagak, entar kesasar lagi". Jawab Mira dengan ramah. Aku pun menggeleng dan segera berlalu.
"Hei lo kok masih disini. Pliss jangan buat rusuh deh. Pakek nyelinep segala di sekolahan gue". Sapaku pada lelaki yang tak lain ialah dia yang tadi pagi mengantar ku ke sekolah. Dia hanya tersenyum dan memberi kode pada teman-temannya untuk duluan. Teman-temannya menolak dan sibuk memperhatikan diriku. Namun sekali Ia berdehem semua temannya pergi secepat mungkin.
"Uda yuk gue bantu lo buat keluar dari sini diem-diem". Ucapku lagi padanya.
"Elo Sasha kan?". Katanya memastikan.
"Eh lo kok tau jangan-jangan lo emang mau berniat jahat ke gue ya". Tuduhku nyaris membuatnya tertawa. Ah apa Aku kelewatan sampai menuduhnya seperti itu ya. Positif thinking Sasha.
"Ah tapi iya gue lupa kita belum kenalan. Gak sopan banget sih gue mala nuduh lu ya. Hehe kenalin gue Alesha Anastasia, panggil gue Sasha". Kataku sambil mengulurkan tangan untuk menyalamnya.
"Iya iya gue tau kali. Lo kan yang lagi viral di sosmed dengan Hastag Anak Baru Dari Khayangan". Katanya tertawa. Aku pun kesal dibuatnya. Ya belum sampai seminggu disekolah ini Aku sudah mulai beradaptasi terutama di dunia sosmed. Huh, Aku sangat kesal dengan Hastag yang lagi Viral dan beberapa Fotoku yang diambil secara diam-diam oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
__ADS_1
"Oke deh gak usah cemberut. Gue minta maaf. Kenalkan gue Al". Kata-katanya terhenti saat mengucap kata Al.
"Aliando". Sambungku karena melihatnya gugup.
"Ahaha bukan. Gue Al-Vino Sutrisno Jaya Kusumo". Dia melengkapi namanya tadi. Sontak mendengar namanya membuatku tertawa cukup kencang.
"Ehemm. Panggil gue Vino". Dia kembali berucap tapi Aku paham maksud dehaman sebelumnya. Aku benar-benar tidak sopan.
"Ah iya maaf. Hai Vino salam kenal ya". Ucapku masih menahan tawa.
"Iya. Udah biasa kok ditertawain perihal nama lengkap gue". Kali ini raut wajahnya Vino sedikit masam.
"Hey, dengerin sekali lagi nama gue Al-Vino Sutrisno Jaya Kusumo, panggilan gue Vino, gue Kelas 3 Jurusan Ilmu Sosial disekolah ini". Ucapnya dengan cepat dan tepat yang seketika membuat diriku bungkam.
"Ah sungguhkah". Kataku sambil menutup rasa maluku padanya. Namun Ia hanya menatap datar diriku.
"Lo kok gak ngomong sih, gue kira lo anak sekolah lain. Habis seragam lo lain dari gue". Ucapku lagi memelas padanya.
__ADS_1
"Nih lihat". Katanya sambil membuka Sweaternya. Akhirnya benar dia memakai seragam yang sama denganku.
"Ahhaa. Iya ya. Maaf Vin". Kataku dengan gugup. Aku benar-benar sudah sangat malu padanya.
"Gue gak mau maafin lo. Uda gue tolong sampe sekolah, nama lengkap gue lo ketawain. Sekarang lo nuduh gue anak sekolahan lain, ahh". Ucapannya membuat diriku bingung.
"Ah, yauda deh. Gimana kalo lo gue traktir makam dikantin. Ya biar lo maafin gue". Tawarku padanya.
"Oke baik. Tapi ada syarat satu lagi". Ucap Vino dengan semangat.
"Apaan itu?". Tanyaku.
"Entar lo pulang sekolah temenin gue ke perpustakaan umum di Kota ini". Ucapnya
"Ah bukannya perpustakaan sekolah kita ada ya". Kataku karena permintaannya tak masuk diakal.
"No coment. Ayo buruan ke kantin. Gue lapar". Kata Vino. Dia pun menarik ku, alhasil sepanjang perjalanan ke kantin kami berdua menjadi santapan bahan gibah semua murid. Aku tentu saja tidak memperdulikannya. Tapi entah mengapa melihat dua sejoli yang sangat mesra diujung pojok kantin membuat hatimu berdesir aneh. Ya mereka tentu saja Davin dan Tamara. Ahh mungkin ini hanya perasaan kesal sebab mereka telah membuatku berjalan kaki pagi tadi. Vino pun memilih tempat duduk dan memesan makanan. Kami banyak bertukar cerita. Walau semua orang menatap risih Kami. Namun sepertinya Vino tak mempermasalahkan hal itu. Aku pun menjadi enjoy bercengkerama dengan dirinya. Benar-benar teman yang asyik.
__ADS_1
***Sasha POV End
Hai guys terimakasih sudah membaca Novel ini. Jangan lupa like😗***