
Tamara POV
Sudah seminggu Aku galau. Bahkan semalam saja Aku tak berangkat sekolah. Ya semua ini karena Davin. Dia hilang tanpa kabar. Tidakkah dia tau hak yang membuatku semangat sekolah adalah dirinya. Tentu saja semua karena dirinya. Satu tahun lalu Aku pindah dari Jepang ke Indonesia. Aku pindah karena Papa seorang Diplomat. Ya disini Aku pun bersekolah di SMA Favorit ini. Tak butuh waktu lama bagiku untuk beradaptasi karena Ibuku asli orang Indonesia. Orang-orang banyak mengatakan wajahku mirip dengan Artis Indonesia yang juga keturunan Jepang. Helooo emang muka gue pasaran apa. Sebulan bersekolah Aku resmi menjadi pacar Davin. Ya Davin si Pria tampan dikelas Mia itu. Aku beda setahun dengannya. kelasku ada dilantai 2. Namun siapa peduli, setiap hari Aku selalu menghampirinya.
Satu hari absen ternyata banyak gosip disekolah.Ya apalagi kalau bukan gosip Ratu turun dari Khayangan. Terlalu lebay pikirku. Padahal diriku saat masuk dulu hanya dinobatkan sebagai wajah artis Jepang. Aku penasaran siapa wanita yang dimaksud mereka. Gengku disekolah pun segera ku introgasi melalui Video Call Grup. Satu hal yang membuatku tak senang ialah saat merek mengatakan wanita itu satu lokal dengan Davin. Ahh sialan. Aku membanting HPku. Tentu saja Aku khawatir, Davin si hidung belang itu sangat sulit untuk dijaga. Dia terlalu sering bergonta ganti wanita. Hanya baru Aku saja wanita yang berhasil membuat bertahan menjalin hubungan selama 1 Tahun. Aku tak bisa tinggal diam. Aku akan mengancam anak baru itu. Tunggu saja besok.
Pagi harinya entah apa yang merasuki supir ku. Ia berhenti mendadak dan membuat kepalaku terantuk dalam mobil.
"Sialan Kamu ya Pak. Mau saya pecat ha!!" Bentakku padanya.
"Iya Non. Bapak minta maaf, mobil didepan tiba-tiba ngerem mendadak Non. Bapak juga kaget". Ucapnya ketakutan. Aku pun penasaran lalu melihat kedepan. Ya benar saja ada sebuah mobil berhenti. Ah itu, Sialan. Siapa wanita uang keluar dari mobil itu. Itu mobil Davin. Pacarku. Aku ingin keluar namun mobil Davin sudah melaju dan klakson mobil dibelakang mobilku membuat Supirku segera ikut melaju. Aku sangat kesal karenanya. Kulihat wanita itu berjalan. Aku pun segera mengingat wajah itu dan tak lupa mengambil HP untuk memotretnya. Mobilku pun terparkir. Pak supir pun membuka pintu untukku. Baru saja Aku keluar, teman-teman sosialitaku pun sudah berlari kearahku. Segera saja Aku menyuruh Supirku untuk berlalu.
__ADS_1
"Morning Guys. Gue ada tugas untuk kalian". Aku pun menyapa teman-temanku dan memerintah mereka. Kukeluarkan HPku dan menunjukkan pada mereka foto wanita tadi.
"Lihat ini!!". Seruku pada mereka semua. Mereka pun spontan melihat layar HPku.
"Aku mau kalian membawaku ke hadapannya. Lalu kita siksa dia bersama-sama". Perintahku.
"Ah dia kan Murid baru itu Tam". Ucap Viona.
"Iya iya dia selokal Davin, emang dia ngapain elo Tam?". Ucap Tiara.
"Yauda yuk jalan". Ajak Luna.
__ADS_1
Kami berempat pun segera berjalan menuju kelas Davin. Tak butuh waktu lama untuk menemukan gadis itu. Ya hanya butuh mendatangi kelas Davin saja. Dia berdiri di pintu itu, tengah disapa oleh semua murid. Ahhh aaku benci sekali melihatnya. Segera kurampas Jus Jeruk yang dari tangan Viona dan menyiramkannya ke wajah wanita ini. Dia terkejut. Tapi tak kusangka dia berani melawanku. Oke dia belum tau siapa gue. Kami pun cekcok. Saat Aku mendorongnya sialan, Davin mala menangkapnya. Hatiku panas tak karuan. Aku membentak-bentak Davin. Davin mala menarik tanganku menjauhi kerumunan murid yang kepo akan perbuatanku.
"Davin lepas gak!!". Teriakku namun tak diacuhkan olehnya. Dia menarikku kelorong sepi. Dia mencium ganas diriku. Ahh ini kesukaanku. Aku hanyut dalam ciumannya sehingga lupa bahwa Aku sedang sangat marah. Saat nafas kami sudah sesak. Davin melepas pagutannya dari bibirku. Dia membelai wajahku.
"Dab, siapa dia?". Tanyaku
"Bukan siapa-siapa". Jawab Davin datar.
"Jangan berbohong. Aku melihatnya turun dari mobilmu tadi". Aku pun memasang wajah cemberut. Davin mengecup bibir dan pipiku.
"Dia hanya anak pembantu dirumahku. Kebetulan saja bisa beruntung sekolah disini. Sudahlah Sayang. Dia tak sebanding denganmu". Ucap Davin menenangkan diriku. Bel masuk pun berbunyi.
__ADS_1
"Ya sudah ayok kembali ke kelas masing-masing, ingat Tamara. Aku hanya mencintaimu". Ucap Davin tersenyum sangat manis. Aku pun berlalu pura-pura cuek padanya. Baiklah bila Davin mengatakan itu Aku tak akan mengambil pusing pada anak pembantu itu. Tapi lihat saja nanti bila dia berani menggoda Davin.
Tamara POV End