
"Lihat Dav, yang kamu baru saja nantikan telah datang. Ternyata Dunia tidak kejam-kejam banget sama kamu hihi". Kata suster seolah mengejek perkataan Davin sebelumnya. Davin yang kaget mencoba bersikap acuh walau dalam hatinya terbersit rasa bahagia yang sulit diungkapkan.
"Davin, Kamu sudah bangun nak?". Sapa Inara pada putranya.
"Hmm..". Davin hanya berdehem mengiyakan sapaan Ibunya. Indra yang melihatnya hanya tersenyum saja.
"Dokter bagaimana keadaaan Davin? Apakah sudah memungkinkan untuk kita melakukan operasi secepatnya?". Tanya Indra kepada Dokter dengan tidak sabar setelah pagi sekali dia menerima pesan kesehatan dari suster yang khusus untuk memantau Davin selama ia dinyatakan positif akan penyakitnya. Dengan terburu-buru ia menyetir ke Rumah Sakit ini hingga Inara dan Sasha harus spot jantung di pagi hari.
"Ya syukurlah hasilnya positif. Kondisi Davin juga telah stabil. Besok kita akan melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang ini Pak". Jawab Dokter Hartono dengan senyum sumrigahnya.
"Syukurlah, terimakasih Dok". Ucap Indra semangat.
"Sama-sama Pak. Dan untuk kamu anak gadis manis, selamat bergabung untuk berjuang". Balas Dokter Hartono sembari mengingatkan Sasha yang sedari dia masuk tadi hanya berdiri didekat pintu masuk. Sasha yang disebut pun senyum malu lalu berjalan mendekat namun baru 3 langkah ia harus spot jantung lagi untuk yang kedua kalinya pagi ini.
__ADS_1
"TIDAKKKK!!". Teriak Davin. Teriakannya membuat semua orang diruangan itu tersentak kaget.
"Nak ada apa?". Tanya Inara mendekat dan mencoba membelai kepala Davin. Akan tetapi Davin menepis tangan Inara dengan kasar yang hampir membuat Indra emosi.
"Davin, kamu harus mau bila tidak kami pihak Rumah Sakit tidak bisa menjamin lagi kesehatanmu. Pak, Bu, Saya permisi keluar dulu untuk memeriksa pasien lain. Ayo suster". Dokter Hartono menegaskan kata-katanya untuk menetralkan suasana yang mulai menegang dihadapannya. Ia pun berlalu dengan para suster dibelakangnya.
"Davin... Kamu harus mau ya sayang". Pujuk Inara pada putranya dengan air mata yang sudah tak bisa lagi dibendungnya.
"Tidak Mi. Dav tidak sudi harus berhutang budi pada perempuan itu. Dav tidak mau". Teriak Davin sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Ia merasa kepalanya amat sakit karena tekanan yang dihadapinya.
Suara yang lebih tegas dari suara dokter tadi nyaris membuat semua orang menoleh ke pintu.
"Tidak ada penolakan apapun. Operasi akan berlangsung besok dan Kamu harus bersedia anak muda". Ucap Syailendra tegas pada Davin dan Sasha tentunya. Rupanya sewaktu Davin berteriak Syailendra telah mendengar dan sejak dokter keluar ia mencaritau apa yang terjadi pada salah satu suster.
__ADS_1
"Tidak Opa!". Teriak Davin kesal, karena ia tahu bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulut Kakeknya adalah perintah yang wajib dilakukan.
"Bila tidak kamu pilih saja. Operasi atau tidak kuanggap lagi sebagai cucu pertama Keluarga Besar Syailendra". Tegas Syailendra kemudian keluar dari ruangan untuk menghindari penolakan. Indra segera mengejarnya.
"Pa, Papa disini". Sapa Indra berbasa-basi.
"Bagaimana anak perempuan itu?". Tanya Syailendra
"Aman Pa. Dia sehat dan layak bahkan sangat bersedia membantu keluarga kita". Jawab Indra.
"Baguslah. Setidaknya Kamu tidak sia-sia selama bertahun-tahun membesarkannya tanpa sepengetahuan diriku". Sindir Syailendra.
"Paaa tolong jangan membahasnya lagi. Indra telah menganggaonya sebagai putri kandungku. Dia sangat baik. Tolong terima dia sebagai yh bagian dari keluarga kita. Ya anggap saja ini sebagai bentuk terimakasih Papa karena telah menolong cucu kesayangan Papa". Indra pun tak mau kalah atas sindiran Papanya.
__ADS_1
"Kita lihat saja, tergantung dari hasilnya nanti". Ucap Syailendra lalu menekan tombol lift dan menekan lantai 1. Indra pun hanya pasrah berjalan kembali ke ruang rawat Davin. Ia yakin Papanya akan menerima Sasha sebagai cucu. Ia yakin Papanya memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Iya yakin itu..
*Hai Readerss... Setelah Hiatus karena Pendidikan. Gueee kembaliii lagii. Semoga kalian masih ingat Novel Ini Cinta Bukan Derita yaaa... Silahkannn menikmati😉*