Ini Cinta Bukan Derita

Ini Cinta Bukan Derita
Perumahan Elite


__ADS_3

Sasha POV


Sudah hampir 15 menit Aku berjalan setelah Davin dengan arogannya menurunkanku. Tapi Aku sama sekali tidak menyesal sebab diturunkan perkara melawan Tamara bagiku merupakan hal terhormat. Bahkan sampai Aku harus mati sekalipun, yang penting bila Aku benar akan ku lawan semua orang. Rasa lelah cukup membuatku mandi keringat. Ternyata hujan tak menjadi alasan pencegah biang keringat. Aku lelah dan teramat lelah. Sudah sejauh ini berjalan masih saja tidak ada angkutan umum ataupun taxi dari tadi. Hingga akhirnya Aku pasrah terduduk di trotoar jalan. Ya jalanan ini begitu sepi. Hingga semilir bisikan angin pun terdengar.


"Hai, lu ngapain?". Sapa seseorang yang Asing bagiku.


"Lihat seragam gue dong". Jawabku dengan malas.


" Ya gua tau elu mau sekolah tapi kenapa mala duduk disini". Tanyanya lagi.


"Nunggu angkot". Jawabku setengah membentak. Dia hanya tersenyum.

__ADS_1


"Siapa sih ini cowok. Ganteng-ganteng kurang kerjaan ngeladenin Aku yak". Ucapku dalam hati, ya dia bagiku masuk kategori tampan. Wajahnya manis bak Artis yang sedang naik daun, Aliando. Aku tertawa dalam hati sebab ditengah kesialan pagi ini masih ada yang bisa membuatku tertawa.


"Lu tinggal dimana sih, gak baca ya didepan sana ada tulisan angkutan umum dilarang masuk, ini perumahan elite kawan". Dia tertawa ah tidak dia menertawakanku. Tentu saja kata-katanya membuatku kesal dan berpikir pantas saja tidak ada kendaraan umum lewat dari tadi. Aku tak merespon ucapannya karena sedikit malu.


"Yauda yuk naik. Gue antar lu kesekolah". Ucapnya padaku dengan tampang seriusnya. Tawarannya begitu menggiurkan daripada nasi goreng seafood ala Bik Inah dirumah.


"Serius?". Tanyaku sembari berdiri. Ia pun mengangguk dan memberiku aba-aba untuk naik keatas mogenya. Tentu saja Aku tak cepat-cepat naik. Pesan Ayah masih ku jaga. Jangan pergi dengan seseorang yang belum dikenal. Tapi hatiku risau sebab ini adalah saat yang genting. Bila tidak ikut dengannya Aku akan terlambat masuk. Ya 10 menit lagi maka bel sekolah akan berbunyi.


Tak sampai 10 menit dia telah bisa membawaku ke parkiran sekolah. Semua murid nyaris menjadikan Kami tontonan. Tentu saja terutama kaum hawa, bahkan mereka yang semalam baru saja kuliat ramah padaku kini memasang wajah super aneh. Aku sama sekali tak mengerti. Ia memberhentikan Motornya. Aku pun langsung turun dan tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Ah iya Aku mengapa tidak minta turun didepan gerbang saja, Astaga mala merepotkan dia sampai harus masuk sekolahku. Pantas saja semua pada melirikku". Ucapku dalam hati.

__ADS_1


"Hai terimakasih banyak. Nih gue cuma punya 20 ribu sebagai ucapan terimakasih gue". Ucapku berterimakasih dan memberikannya uang 20 ribu sebagai tanda terimakasih utnuknya.


"Lu kira gua ojek apa ha?". Teriaknya datar.


"Ah, ahaha bukan begitu maksudku. Ini hanya. Okee bila tidak mau. Sekali lagi terimakasih. Dan Kamu sebelum didatangi satpam silahkan keluar dari sekolah ini". Ucapku sedikit tak sopan padanya. Bukannya berlalu untuk pergi, dia mala turun dari mogenya dan membuka helm miliknya.


"Wow". Ucapku tanpa sadar.


"Apaan lu. Gak pernah liat orang ganteng ya". Serunya angkuh.


"Apa? PD banget lu. Uda buruan keluar dari sekolah gue. Berangkat gih kesekolah Kamu". Seruku padanya. Namun dia tak peduli dan mala berjalan memasuki area sekolah. Aku tentu saja panik. Bagaimana nanti bila Ia membuat ulah, bisa gawat Aku. Segera kukejar dia namun langkahnya sangat cepat. Ia berbelok ke ruang loker khusus laki-laki. Tentu saja Aku tak diperbolehkan untuk masuk. Akhirnya untuk menghemat waktu karena bel telah berbunyi. Aku pun segera berlalu menuju ruang kelasku.

__ADS_1


Like😉


__ADS_2